Mengenali Lebih Dalam Suku Bunga Perbankan di Indonesia

0
239

Trenteknologi.com – Dalam kehidupan sehari-hari kata suku bunga bukanlah sesuatu yang asing lagi. Baik itu dari pinjaman ataupun tabungan, unsur suku bunga akan selalu berada di produk-produk perbankan dan akan mempengaruhi nasabah. Jika ingin mendapatkan pinjaman yang termurah maka nasabah akan perlu mencari kredit dengan suku bunga rendah. Sedangkan jika ingin mencari tabungan paling menguntungkan maka nasabah perlu mencari tabungan bunga tertinggi.

Bunga adalah imbal jasa atas pinjaman uang atau harga dari penggunaan uang. Jadi bunga itu dapat dikatakan kompensasi yang diberikan dari sang peminjam uang kepada pemberi pinjaman atas ketersediaannya meminjamkan uang.

Seperti contohnya, imbal jasa dari pengambilan uang untuk Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah bunga yang ditagihkan, dimana bunga bertindak sebagai “harga” dari mendapatkan uang dalam jumlah penuh sekarang dan membayarnya secara cicilan. Persentase dari pokok pinjaman yang dibayar sebagai bunga dikenal sebagai suku bunga.

Tetapi bagaimana dengan suku bunga simpanan? Apakah konsep bunga itu berbeda di simpanan? Tidak! Sebenarnya simpanan merupakan pinjaman juga, akan tetapi dari nasabah untuk bank. Sehingga bank harus memberikan imbalan jasa atas pinjaman yang nasabah berikan dan imbalan tersebut berupa bunga. Untuk pemahaman lebih lanjut, berikut penjelasan perbandingannya.

Jasa Followers Instagram

Perbandingan suku bunga kredit dan suku bunga simpanan

Suku bunga simpanan merupakan suku bunga yang diberikan kepada nasabah sebagai balas jasa dari penyimpanan uangnya di bank. Tujuan dari suku bunga simpanan untuk mendorong nasabah agar tertarik menempatkan dananya di bank. Suku bunga simpanan untuk setiap produk bank akan berbeda. Sebagian produk simpanan seperti deposito akan lebih tinggi daripada tabungan. Hal ini disebabkan karena tabungan memiliki sifat yang sangat fleksibel, dimana nasabah dapat menarik uang tersebut kapanpun dia inginkan sedangkan deposito tidak.

BACA JUGA :  Cara Overclock Android untuk Percepat Kinerja CPU !

Sedangkan suku bunga kredit merupakan suku bunga yang ditagihkan dari nasabah sebagai balas jasa atas meminjam uang dari bank. Suku bunga kredit merupakan sumber pendapatan bagi bank, sedangkan suku bunga simpanan merupakan beban pengeluaran untuk bank. Oleh sebab itu, bank akan menagihkan suku bunga kredit lebih tinggi daripada suku bunga pinjaman. Dengan margin perbedaan suku bunga pinjaman dan suku bunga simpanan tersebut maka bank dapat memperoleh keuntungan dan mempertahankan operasionalnya sehari-hari. Alasan lain mengapa suku bunga kredit biasanya lebih tinggi, karena bank memerlukan kompensasi lebih untuk menanggung resiko jika nasabah tidak mampu membayar pinjaman tersebut.

Kedua suku bunga ini berkaitan erat di sistem perbankan. Masing-masing bunga mempengaruhi satu sama lainnya, jadi jika terjadi kenaikan pada suku bunga simpanan maka suku bunga kredit juga akan naik.

Cara kerja bunga

Sebelum mengetahui cara kerja bunga, Anda perlu memahami bahwa dari setiap pinjaman akan tersedia jumlah pokok pinjaman. Jumlah pokok pinjaman merupakan total awal dari pinjaman yang diperoleh. Dalam hal simpanan berarti jumlah awal uang yang nasabah simpan. Bunga dihitung berdasarkan dari perkalian suku bunga dengan jumlah pokok pinjaman. Dalam hal pinjaman bunga akan dibayarkan sepanjang periode dengan cicilan pokok pinjaman. Sedangkan untuk simpanan maka bunga akan dibayarkan di akhir periode yang telah disetujui antara bank dan nasabah.

Tertarik untuk mengetahui tentang perbankan di Indonesia? Periksa juga fungsi bank secara umum dan sampingan.

Faktor yang mempengaruhi suku bunga

Tentunya Anda pernah terpikir mengapa terkadang suku bunga tersebut bisa naik atau lebih tinggi di kondisi tertentu? Atau mengapa terkadang suku bunga itu turun atau lebih rendah? Siapakah yang mengatur suku bunga? Atau apakah faktor yang mempengaruhinya?

BACA JUGA :  5 Aplikasi Android yang Sebaiknya Anda Hapus Sekarang !

Jika Anda belum mengetahuinya, sebenarnya suku bunga perbankan dipengaruhi oleh beberapa faktor. Dan setiap faktor ini menentukan pengaturan naik turunnya suku bunga bank di Indonesia. Baik itu suku bunga kredit ataupun simpanan. Berikutlah faktor yang mempengaruhinya:

  1. a) Kebutuhan dana

Faktor kebutuhan dana ini khusus untuk bunga simpanan. Apabila bank membutuhkan dana lebih berhubung meningkatnya jumlah permohonan pinjaman, maka solusi yang dilakukan bank untuk mendapatkan dana lebih cepat adalah meningkatkan suku bunga simpanan. Dan seperti yang dijelaskan sebelumnya jika suku bunga simpanan meningkat maka suku bunga kredit pun akan meningkat. Hal ini berlaku juga sebaliknya, jika bank memliki jumlah simpanan yang besar sehingga pengeluaran bank untuk membayar bunga meningkat. Serta permintaan pinjaman menurun, maka bank akan menurunkan bunga simpanan.

  1. b) Target laba bank

Faktor target laba ditargetkan khusus untuk bunga kredit. Jika bank ingin meningkatkan labanya maka bank akan meningkatkan suku bunga kredit dan demikian juga sebaliknya. Memang terdengar aneh jika bank tidak ingin meningkatkan labanya, tetapi bila dipikir kembali semakin tinggi suku bunga kredit, bank juga harus mempertimbangkan kemungkinan nasabah tidak mampu melunasi tagihan atau menunggak pembayaran. Apabila dua hal itu terjadi maka malah bank akan rugi.

  1. c) Kebijaksanaan pemerintah

Jika Anda belum menyadarinya, pemerintah juga memegang peran penting dalam posisi tingkat suku bunga bank. Baik itu suku bunga kredit ataupun simpanan, pemerintah memberikan batasan tingkat suku bunga melalui kebijakan dari bank sentral (Bank Indonesia). Jadi bank tidak dapat melampaui atau menurunkan lebih rendah dari batasan kebijakan suku bunga. Tujuannya agar saingan antar bank bersifat sehat.

  1. d) Kualitas jaminan
BACA JUGA :  FlashScore Indonesia : Update Skor dan Statistik Olahraga di Seluruh Dunia hanya dari Genggaman Saja !

Faktor kualitas jaminan mempengaruhi tinggi rendahnya bunga yang didapatkan dalam pinjaman. Tergantung pada kualitas jaminan yang diberikan oleh nasabah, jika semakin mudah dicairkan (seperti emas) jaminan tersebut maka semakin rendah bunga kredit yang dibebankan untuk jenis pinjaman tersebut, begitu juga sebaliknya.

  1. e) Jangka waktu

Faktor jangka waktu memegang peran penting untuk bunga pinjaman dan simpanan. Dalam hal pinjaman semakin lama jangka waktunya maka semakin tinggi bunga yang ditagihkan. Hal ini disebabkan resiko macet dalam pembayaran semakin tinggi untuk bank, begitu juga sebaliknya. Sedangkan untuk simpanan, semakin lama jangka waktu yang dipilih maka semakin rendah bunga yang diberikan. Walaupun faktor ini berdasarkan dari aturan umumnya, tetapi terkadang ada juga bank yang membuat aturan semakin lama jangka waktu simpanan maka semakin besar suku bunga. Umumnya ini dilakukan oleh bank, ketika bank membutuhkan dana jangka panjang.

  1. f) Jenis produk

Apabila nasabah memilih untuk mengambil pinjaman dari bank untuk membiayai produk yang kompetitif. Maka bank umumnya memberikan bunga relatif rendah dibandingkan produk yang kurang kompetitif.

  1. g) Hubungan baik dan reputasi nasabah

Jika nasabah memiliki hubungan yang baik dengan bank atau reputasi nasabah sangat memuaskan pihak bank, maka bank akan lebih cenderung memberikan suku bunga kredit yang rendah. Hal ini karena bank sudah memiliki kepercayaan terhadap nasabah bahwa dia tidak akan tiba-tiba tidak mampu melunasi kredit atau terlambat melakukan angsuran.

*Sumber Artikel dari AturDuit Suku Bunga Bank.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here