Cisco Luncurkan Infrastruktur untuk Transformasi AI yang Aman & Cepat

Trenteknologi.com – Cisco secara resmi meluncurkan serangkaian inovasi terobosan pada ajang Cisco Live US, yang dirancang khusus untuk membangun fondasi infrastruktur vital di era AI. Inovasi ini tidak hanya fokus pada percepatan adopsi AI, tetapi juga menekankan keamanan, observabilitas, dan kolaborasi sebagai pilar utamanya, memungkinkan organisasi bertransformasi dengan percaya diri menyambut gelombang inovasi global yang kian deras. Dunia bisnis saat ini bergerak dalam irama yang ditentukan oleh kecerdasan buatan (AI). Perusahaan-perusahaan di berbagai penjuru globa berlomba-lomba menerapkan AI untuk meningkatkan efisiensi, berinovasi, dan mempertahankan daya saing. Namun, di balik potensi besar yang ditawarkan, tersembunyi tantangan kompleks: bagaimana memastikan penerapan AI yang aman, mengelola infrastruktur yang semakin rumit, dan memaksimalkan nilai dari investasi teknologi yang signifikan.

Menyadari peran sentral AI dalam mendefinisikan ulang masa depan, Cisco secara aktif merancang ulang lanskap pusat data dan tempat kerja. Jeetu Patel, Presiden dan Chief Product Officer Cisco, menegaskan komitmen perusahaan, “Cisco menghadirkan infrastruktur vital untuk era AI—yakni jaringan dan pengalaman yang aman, yang dioptimalkan untuk AI yang menghubungkan dunia dan menggerakkan ekonomi global.” Patel menambahkan bahwa dunia tengah menyaksikan lonjakan inovasi yang belum pernah terjadi sebelumnya seiring organisasi mengadopsi AI agentik untuk mengotomatisasi alur kerja dan menyelesaikan masalah kompleks. Fondasi kuat Cisco dalam membantu perusahaan menjalankan infrastruktur mereka selama puluhan tahun kini menjadi landasan kokoh untuk mendukung generasi AI berikutnya. Pengakuan atas peran penting Cisco ini juga datang dari mitra strategis seperti Ford Motor Company. Patrick Milligan, Chief Information Security Officer Ford, menyatakan, “AI agentik saat ini digunakan di seluruh bisnis Ford, mulai dari desain hingga rekayasa, manufaktur, dan dukungan pelanggan. Ketika kami membangun, menerapkan, dan mengelola kemampuan AI yang canggih secara besar-besaran, solusi jaringan dan keamanan Cisco merupakan bagian penting dari infrastruktur teknologi secara keseluruhan.” Pernyataan ini menggarisbawahi kepercayaan industri terhadap solusi Cisco dalam menghadapi tantangan era AI.

Tempat Kerja untuk Era AI

Menciptakan Tempat Kerja untuk Era AI menjadi salah satu fokus utama Cisco. Tempat kerja yang cerdas membutuhkan infrastruktur jaringan modern yang lincah, mampu beradaptasi dengan lonjakan lalu lintas data yang dipicu AI, menjamin akses yang selalu tersedia, dan tentunya, menyediakan keamanan yang tangguh. Di sisi lain, memberdayakan karyawan untuk bekerja lebih cerdas dan efektif juga merupakan keharusan. Untuk memenuhi tuntutan ganda ini, Cisco memperkenalkan jajaran perangkat jaringan baru yang mencakup pusat, cabang, dan lingkungan industri. Lebih dari sekadar perangkat keras, Cisco menghadirkan manajemen terpadu berbasis AI yang bertujuan mengubah paradigma dari alur kerja reaktif menuju manajemen jaringan yang otonom dan proaktif. Inovasi juga merambah ruang kolaborasi dengan kamera PTZ Room Vision berbasis AI yang mengubah rapat biasa menjadi pengalaman sinematik yang lebih imersif. Peningkatan efisiensi kerja didorong oleh Jira Workflow Automation dalam Cisco AI Assistant untuk Webex Suite, sementara Webex AI Agent menyederhanakan layanan mandiri pelanggan melalui template yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik industri. Tempat kerja masa depan yang didukung AI bukan lagi mimpi, tapi kenyataan yang dibangun Cisco. Lebih detail tentang membangun tempat kerja siap AI bisa ditemukan pada tautan terkait perusahaan siap AI dari Cisco.

Operasional untuk Era AI dengan AgenticOps

Menyederhanakan Operasional untuk Era AI dengan AgenticOps adalah pilar berikutnya. Cisco memahami bahwa kompleksitas AI membutuhkan solusi operasional yang juga cerdas. Untuk itu, Cisco memperkenalkan solusi berbasis AI yang memberdayakan tim TI dengan kesederhanaan dan otomatisasi tingkat lanjut. Salah satu terobosan utamanya adalah Cisco AI Canvas, antarmuka pengguna generatif berbasis AI pertama di industri yang dirancang untuk kolaborasi real-time antara tim operasi jaringan dan keamanan. Ini didukung oleh Cisco AI Assistant yang menyediakan kontrol percakapan alami di seluruh suite produk Cisco. Inti kecanggihan solusi operasional baru ini terletak pada Deep Network Model Cisco, sebuah Large Language Model (LLM) yang ditempatkan khusus dalam domain jaringan. Model ini dilatih menggunakan basis pengetahuan luas Cisco, termasuk materi kursus Cisco U dan bahan Certified Internetwork Expert (CCIE), menghasilkan AI yang benar-benar memahami kompleksitas jaringan dan mampu membantu tim IT bekerja dengan efisiensi yang jauh lebih tinggi. Pendekatan AgenticOps ini menandai era baru di mana manusia dan agen AI berkolaborasi untuk mencapai hasil yang lebih besar. Informasi mendalam tentang era agentik ini dapat dijelajahi lebih lanjut.

Pusat Data untuk Era AI

Membangun Pusat Data untuk Era AI memerlukan pendekatan yang fundamental berbeda. Kebutuhan bandwidth yang masif, latensi ultra-rendah, dan efisiensi energi yang optimal menjadi parameter kritis. Cisco terus berinovasi dalam solusi komputasi dan jaringan untuk pusat data, khususnya yang dirancang untuk mendukung beban kerja AI agentik yang berat. Komitmen Cisco terhadap ekosistem AI yang berkelanjutan juga diwujudkan melalui bergabungnya perusahaan dengan EPRI Open Power AI Consortium, sebuah konsorsium yang bertujuan mendorong penerapan solusi AI untuk memperkuat jaringan tenaga listrik masa depan. Selain itu, Cisco memperkenalkan kemampuan baru yang dirancang untuk membantu operator atau penyedia layanan dalam menyediakan dan memonetisasi layanan AI, membuka aliran pendapatan baru di tengah ledakan permintaan komputasi AI. Cisco terus mendorong batas kemungkinan infrastruktur pendukung AI. Inovasi di bidang Agile Services Networking untuk era AI menjadi kunci dalam ekspansi ini.

Related Post

Keamanan untuk Era AI

Dalam lanskap digital yang kian kompleks, Keamanan untuk Era AI bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak. Perusahaan menghadapi tantangan keamanan yang semakin berat dengan proliferasi aplikasi, tenaga kerja yang tersebar dan mobile, serta ancaman canggih yang kini juga memanfaatkan AI. Cisco menjawab tantangan ini dengan inovasi menyeluruh. Di garis depan adalah penguatan Hybrid Mesh Firewall dan solusi Universal Zero Trust Network Access (ZTNA). Cisco juga mengumumkan dua firewall baru: seri 6100 dan seri 200, yang menawarkan kinerja harga terbaik di kelasnya, memberikan perlindungan yang kuat dan terjangkau bagi berbagai segmen pelanggan. Lebih luas lagi, kemampuan baru di seluruh Cisco Security Cloud diluncurkan khusus untuk membantu pelanggan menghadapi tantangan unik dalam mengamankan AI agentik, memastikan inovasi AI berjalan di lingkungan yang terlindungi. Keamanan hybrid menjadi lebih tangguh dan segmentasi lebih cerdas dengan pendekatan firewall terbaru Cisco, sementara tantangan dunia nyata dalam mengamankan AI agentik mendapatkan perhatian khusus.

Ketahanan Digital sebagai Inti Jaringan

Memastikan Ketahanan Digital sebagai Inti Jaringan adalah prinsip fundamental Cisco. Dalam era AI, visibilitas terhadap kinerja dan kesehatan jaringan menjadi krusial. Cisco menghadirkan inovasi AI, termasuk peningkatan signifikan pada Splunk Observability Cloud dan Splunk AppDynamics, serta integrasi yang lebih mendalam antara solusi Cisco dan Splunk. Pembaruan penting mencakup integrasi bidirectional antara Splunk Observability, Cisco ThousandEyes Assurance, dan Cisco Enterprise Networks. Integrasi holistik ini memungkinkan operasional digital yang jauh lebih tangguh, didukung oleh insight yang lebih mendalam dan prediktif, meminimalkan gangguan, dan memastikan pengalaman pengguna yang optimal. Ketahanan digital perusahaan di era AI diperkuat secara signifikan melalui sinergi solusi Cisco dan Splunk.

Manajemen Terpadu untuk Era AI

Terakhir, Cisco memperkenalkan pendekatan revolusioner dalam Manajemen Terpadu untuk Era AI melalui Cisco Cloud Control. Platform manajemen terpadu baru ini dirancang untuk mengelola seluruh portofolio Cisco, mencakup jaringan, keamanan, observabilitas, dan kolaborasi, dari satu titik kendali tunggal. Cisco Cloud Control menawarkan pengalaman yang kohesif dan dipandu oleh alat berbasis AI canggih seperti Cisco AI Canvas dan Cisco AI Assistant. Dengan platform ini, tim IT akan mengalami transformasi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Mereka dapat mengeksekusi alur kerja lintas produk dengan lancar, mengidentifikasi serta menyelesaikan masalah secara proaktif sebelum berdampak pada bisnis, dan mengelola infrastruktur hybrid yang kompleks dengan kemudahan yang belum pernah ada sebelumnya. Manajemen TI yang tersentralisasi dan dipermudah AI menjadi kenyataan.

Peluncuran komprehensif Cisco ini bukan sekadar tambal sulam teknologi, melainkan sebuah visi holistik untuk mendefinisikan ulang bagaimana organisasi beroperasi dan berinovasi di era yang didominasi AI. Dengan menempatkan keamanan, observabilitas, dan kolaborasi sebagai tulang punggung, serta menyediakan solusi yang mencakup dari tempat kerja, pusat data, hingga manajemen terpusat berbasis AI, Cisco memberikan peta jalan yang jelas bagi perusahaan untuk tidak hanya mengadopsi AI, tetapi melakukannya dengan cara yang aman, efisien, dan transformatif. Teknologi seperti Cisco AI Canvas, Deep Network Model, Hybrid Mesh Firewall generasi baru, dan Cisco Cloud Control mewakili lompatan kuantum dalam menyederhanakan kompleksitas dan memberdayakan manusia. Saat dunia bergerak cepat menuju masa depan yang digerakkan oleh AI agentik, kehadiran infrastruktur vital yang aman dan teroptimalkan dari Cisco menjadi katalisator yang tak tergantikan bagi organisasi untuk bertransformasi, berinovasi tanpa batas, dan sukses dalam ekonomi digital global yang terus berevolusi. Era AI telah tiba, dan Cisco hadir memastikan organisasi Anda tidak hanya siap, tetapi juga terlindungi dan mampu memimpin.

Bayu Aditya Putra: Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....