realme Watch S2, Apakah Cocok untuk Pemula yang Aktif Berolahraga?

Trenteknologi.com – Di tengah maraknya smartwatch dengan harga selangit, realme Watch S2 hadir sebagai opsi terjangkau (Rp 699.000) untuk pemula yang ingin memulai gaya hidup aktif. Dengan klaim 90+ mode olahraga, pemantau detak jantung, dan desain sporty, apakah jam pintar ini benar-benar bisa jadi teman setia olahraga? Simak analisis lengkapnya dari sudut pandang pengguna pemula!

Pairing Mudah, Hanya 5 Menit Siap Pakai
Bagi pemula, proses menyambungkan smartwatch ke smartphone sering jadi momok. Tapi di realme Watch S2, semuanya mudah. Unduh aplikasi realme Link, nyalakan Bluetooth, lalu ikuti petunjuk di layar. Dalam 5 menit, semua fitur sudah terhubung, termasuk sinkronisasi kalender dan notifikasi. Aplikasinya pun ramah pengguna dengan antarmuka intuitif. Namun, perlu diingat: Watch S2 hanya kompatibel dengan Android 6.0 ke atas atau iOS 10.0 ke atas.

Akurasi Sensor Detak Jantung dan SpO2, Cukup untuk Pemula
Sensor detak jantung dan SpO2 di Watch S2 memberikan hasil yang cukup akurat untuk kebutuhan dasar. Saat tes lari santai, pembacaan detak jantung hanya selisih 3-5 bpm dibanding alat profesional. Untuk SpO2, hasilnya konsisten di kisaran 95-98% saat istirahat—sesuai kondisi normal. Namun, saat olahraga intensif (sepanjang 30 menit HIIT), sensor kadang “kewalahan” dan menunjukkan angka tidak stabil. Kesimpulannya: akurat untuk pemantauan harian, tapi kurang cocok untuk atlet profesional.

90+ Mode Olahraga, Mana yang Paling Berguna untuk Pemula?
Dari 90+ mode olahraga, pemula mungkin hanya akan memakai 5-10 mode utama. Rekomendasi kami:

  1. Outdoor Running: Dilengkapi notifikasi jarak dan kalori, cocok untuk yang baru mulai jogging.
  2. Yoga: Memberikan pengingat peregangan dan pernapasan.
  3. Indoor Cycling: Bisa dipakai di sepeda statis rumah.
  4. HIIT: Mode ini membantu menghitung interval latihan.
    Sayangnya, mode seperti Badminton atau Zumba hanya mencatat durasi, tanpa panduan gerakan spesifik.

Daya Tahan Baterai 20 Hari

Related Post

Dengan pemakaian standar (notifikasi aktif, 1 jam olahraga/hari, dan detak jantung setiap 30 menit), baterai Watch S2 bertahan 10-12 hari. Jika ingin mencapai klaim 20 hari, matikan Always-On Display, batasi notifikasi, dan nonaktifkan pengukuran SpO2 otomatis. Untuk pemula yang malas ngecas, ketahanan ini sudah lebih dari cukup.

Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

  1. Tidak Ada GPS Bawaan: Harus terkoneksi ke smartphone untuk pelacakan lokasi.
  2. Tidak Bisa Pasang Aplikasi Tambahan: Fiturnya terbatas pada yang sudah tersedia.
  3. Layar Rentan Gores: Disarankan pakai tempered glass tambahan.
  4. Responsivitas Layar Kurang di Cuaca Dingin: Layar kurang sensitif saat suhu di bawah 15°C.

Harga Rp 699.000, Layak atau Tidak?
Dengan banderol Rp 699.000, realme Watch S2 menawarkan nilai lebih untuk pemula. Akurasi sensor yang cukup, desain ringan (38g), dan ketahanan baterai menjadi poin kuat. Meski ada kekurangan seperti layar mudah tergores atau tidak adanya GPS, fitur utamanya sudah memenuhi kebutuhan dasar olahraga. Jika budget terbatas dan tidak mengecek fitur premium seperti ECG atau asisten suara, jam ini layak dipertimbangkan.

realme Watch S2 adalah pilihan entry-level yang solid untuk pemula aktif. Kemudahan penggunaan, mode olahraga variatif, dan baterai tahan lama jadi keunggulan utamanya. Meski ada batasan fitur, harganya yang terjangkau membuat kekurangan tersebut bisa dimaklumi. Jadi, jika kamu baru mulai rutin olahraga dan butuh pendamping dasar tanpa ribet, Watch S2 layak masuk wishlist. Tapi, kalau butuh analisis data mendalam atau GPS mandiri, mungkin perlu pertimbangkan smartwatch kelas atas!

Bayu Aditya Putra: Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....