Trenteknologi.com – Matematika sering kali menjadi mata pelajaran yang menakutkan bagi sebagian besar siswa di Indonesia, menciptakan stigma bahwa numerasi adalah hal yang rumit dan membosankan. Menjawab tantangan pendidikan tersebut dengan pendekatan teknologi terkini, Telkomsel secara resmi menggandeng Indonesia Artificial Intelligence (INA AI), yang bernaung di bawah PT Teknologi Cerdas Berdaulat Indonesia, untuk meluncurkan sebuah terobosan baru dalam dunia pendidikan digital. Kolaborasi strategis ini menghadirkan Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon, sebuah layanan edu-games matematika interaktif yang dirancang khusus untuk mengubah persepsi belajar numerasi menjadi aktivitas yang seru, menantang, dan jauh dari kata menakutkan. Inisiatif ini memberikan akses eksklusif berupa All Zone Pass di situs web dan aplikasi Sacred Octagon yang dipadukan dengan kuota internet andal dari jaringan terluas Telkomsel. Layanan ini dijadwalkan mulai dapat diakses oleh seluruh pelanggan di Indonesia melalui aplikasi MyTelkomsel pada tanggal 13 Februari 2026.
Aplikasi Sacred Octagon dengan Adaptasi Metode GASING
Sacred Octagon hadir bukan sekadar sebagai aplikasi belajar biasa, melainkan sebagai sebuah platform revolusioner yang mengubah konsep-konsep matematika abstrak menjadi serangkaian misi petualangan dan tantangan bertahap. Pendekatan gamifikasi ini dirancang secara psikologis untuk membuat anak-anak belajar sambil bermain, sehingga menumbuhkan mentalitas pantang menyerah dan keberanian untuk mencoba memecahkan masalah. Keunggulan utama dari platform ini terletak pada integrasi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang mampu mempersonalisasi pengalaman belajar setiap anak. Teknologi ini memungkinkan sistem untuk membaca pola pemahaman pengguna, memberikan tantangan yang sesuai dengan kemampuan mereka, dan memberikan umpan balik instan yang membangun, sehingga proses belajar menjadi lebih adaptif dan tidak menekan mental anak.

Nilai tambah yang paling signifikan dari Sacred Octagon adalah pengadopsian metode pembelajaran legendaris yang dikembangkan oleh Profesor Yohanes Surya, yaitu metode GASING (Gampang, Asik, dan Menyenangkan). Metode ini telah terbukti secara empiris mampu membantu ribuan anak di berbagai pelosok Indonesia untuk menguasai dasar-dasar matematika dalam waktu singkat. Dengan mengintegrasikan metode GASING ke dalam format digital berbasis AI, konsep dasar numerasi disajikan secara sangat sederhana, sistematis, namun tetap menyenangkan. Hal ini menjadi solusi jitu bagi para orang tua yang selama ini kesulitan mencari cara yang tepat untuk menjelaskan logika matematika kepada anak-anak mereka. Pendekatan yang ramah anak ini diharapkan dapat memangkas dinding kesulitan yang selama ini memisahkan siswa dengan kecintaan terhadap angka dan logika.
Direktur Eksekutif Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Pembina INA AI, Pantro Pander Silitonga, menyoroti aspek psikologis dari peluncuran produk ini. Menurutnya, sebagai orang tua, pihak pengembang sangat memahami kekhawatiran mendalam ketika melihat anak mulai menjauh dari pelajaran matematika karena merasa materi tersebut terlalu sulit untuk dicerna. Oleh karena itu, Sacred Octagon dirancang dengan filosofi permainan yang ramah anak, yang tujuan utamanya adalah membuat mereka berani mencoba terlebih dahulu. Ketika anak menikmati prosesnya melalui permainan, secara perlahan namun pasti mereka akan memahami konsep-konsep dasar tanpa paksaan. Kolaborasi dengan Telkomsel dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan keluarga di seluruh pelosok Indonesia mendapatkan akses pendidikan berkualitas yang terjangkau dan mudah, demi mencetak generasi yang percaya diri menyongsong masa depan.
Fleksibilitas Paket Bundling untuk Kebutuhan Keluarga
Kerja sama antara Telkomsel dan INA AI ini menghadirkan kepraktisan luar biasa bagi para pengguna, di mana akses ke layanan edukasi premium ini dapat dilakukan langsung melalui satu pintu, yakni aplikasi MyTelkomsel. Keluarga Indonesia dapat memilih paket All Zone Pass yang sudah menyertakan kuota internet di jaringan 4G/5G Telkomsel, sehingga tidak perlu khawatir kehabisan data saat anak sedang asyik belajar.

- 3 hari: All Zone Pass + kuota 100 MB (4G/5G) – Rp12.500
- 10 hari: All Zone Pass + kuota 300 MB (4G/5G) – Rp25.000
- 30 hari: All Zone Pass + kuota 1 GB (4G/5G) –000
- 365 hari: All Zone Pass + kuota 12 GB (4G/5G) – Rp500.000
Proses pembelian paket edukasi ini dirancang dengan alur pengguna atau user interface yang sangat sederhana di aplikasi MyTelkomsel guna memudahkan para orang tua. Pengguna cukup membuka menu “Beli Paket” di dalam aplikasi, kemudian memilih opsi paket “Sacred Octagon” yang durasinya sesuai dengan kebutuhan belajar sang anak. Telkomsel juga memberikan fleksibilitas dalam metode berlangganan. Pengguna dapat memilih untuk melakukan pembelian satu kali dengan menonaktifkan tombol toggle “Subscribe”, atau membiarkan tombol tersebut aktif jika menginginkan layanan berlangganan otomatis agar proses belajar anak tidak terputus. Setelah meninjau detail paket dan total pembayaran, transaksi dapat diselesaikan dengan menekan tombol “Subscribe/Beli”, dan akses layanan pun langsung aktif seketika.

VP AI & Data Management Telkomsel, Ari S.W. Sibarani, menambahkan perspektifnya mengenai pentingnya dukungan infrastruktur dalam pendidikan keluarga. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya sering mendengar aspirasi dari para ibu yang merasa kesulitan menjaga rasa ingin tahu anak terhadap matematika di tengah padatnya rutinitas harian. Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon ini hadir sebagai solusi praktis di mana anak bisa langsung belajar sambil bermain tanpa hambatan teknis. Ari menekankan bahwa integrasi kuota internet dalam paket ini bertujuan menghilangkan kerumitan pendaftaran terpisah, sehingga orang tua dapat fokus mendampingi anak belajar di rumah dengan tenang. Dukungan konektivitas andal dari Telkomsel menjadi tulang punggung yang memastikan aplikasi berjalan lancar tanpa lag, memberikan pengalaman belajar yang optimal dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Peluncuran Sacred Octagon yang didukung oleh ekosistem digital Telkomsel ini menandai babak baru dalam upaya peningkatan literasi numerasi di Indonesia. Dengan memadukan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan, metode pembelajaran yang teruji, serta jangkauan jaringan internet yang luas, inisiatif ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dalam memecahkan masalah. Sinergi antara teknologi dan pendidikan ini membuktikan bahwa belajar matematika tidak lagi harus menjadi momok yang menakutkan, melainkan sebuah petualangan seru yang membuka pintu gerbang menuju masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak Indonesia.