Tips Mengatur Notifikasi Denyut Jantung di Garmin Agar Lebih Akurat!

Trenteknologi.com – Jika Anda ingin menjaga tingkat intensitas latihan dengan lebih konsisten, mengatur notifikasi denyut jantung di jam tangan Garmin bisa menjadi solusi praktis. Fitur notifikasi ini sebelumnya hanya tersedia pada model Garmin tertentu dengan fitur canggih, namun sekarang sudah tersedia di berbagai seri produk Garmin, seperti Fenix, Forerunner, Venu, dan lainnya. Dengan fitur ini, pengguna dapat memantau denyut jantung secara real-time dan mendapatkan notifikasi saat denyut jantung mencapai atau melebihi target yang diinginkan, memungkinkan latihan yang lebih terukur dan efisien.

Garmin memungkinkan Anda mengatur notifikasi yang spesifik tergantung pada profil aktivitas Anda. Jika zona denyut jantung bukan preferensi Anda, Anda juga bisa mengatur notifikasi berdasarkan kecepatan, daya, langkah, kalori, dan lainnya. Langkah-langkah umum yang sama berlaku untuk jenis notifikasi lainnya, namun panduan ini akan fokus pada cara membuat notifikasi zona denyut jantung.

Langkah 1: Memulai Latihan Baru

Anda bisa mengatur notifikasi denyut jantung untuk berbagai jenis aktivitas. Pada contoh ini, kita akan menggunakan lari sebagai aktivitas yang dipilih, tetapi langkah-langkahnya serupa untuk jenis olahraga lainnya.

Mulailah dengan menekan tombol ‘Start/Stop’ pada perangkat Garmin untuk membuka daftar profil olahraga.

Langkah 2: Cari Pengaturan Aktivitas yang Dipilih

Konfirmasi aktivitas yang diinginkan dengan menekan tombol ‘Start/Stop’ sekali lagi. Lalu, tekan tombol ‘Up/Menu’ untuk menampilkan daftar pengaturan profil.

Dari sini, navigasikan ke ‘More Settings’ dan temukan opsi ‘Alerts’.

Langkah 3: Tambahkan Notifikasi Denyut Jantung Baru

Setelah masuk ke bagian ‘Alerts’ dari tipe olahraga yang dipilih, Anda siap untuk mengatur notifikasi denyut jantung. Mulailah dengan mengetuk ‘Add New’, lalu pilih ‘Heart Rate’.

Anda akan diminta untuk mengatur notifikasi batas atas terlebih dahulu, jadi pilih zona denyut jantung yang ingin Anda gunakan sebagai nilai maksimum. Setelah itu, lakukan hal yang sama untuk nilai minimum.

Related Post

Misalnya, jika Anda ingin tetap berada di 70-80% dari denyut jantung maksimum pada sebagian besar sesi lari, pilih opsi ‘Z3/Aerobic’ untuk nilai maksimum dan minimum.

Sebagai contoh, kami menerima notifikasi jika denyut jantung kami turun di bawah 139 BPM atau melebihi 158 BPM. Hal ini bisa bervariasi tergantung pada zona Anda, yang umumnya dikalibrasi secara otomatis oleh sebagian besar perangkat Garmin.

Langkah 4: Sesuaikan Nilai Notifikasi

Setelah notifikasi denyut jantung Anda terpasang, Anda masih bisa menyesuaikannya. Karena Anda hanya bisa mengatur satu notifikasi zona denyut jantung untuk satu waktu, mungkin Anda ingin pengaturan berbeda untuk jenis lari yang lain.

Untuk mengaturnya, ketuk bagian ‘Heart Rate’ (yang sekarang akan muncul di bawah ‘Add New’) dan pilih nilai berbeda untuk tipe notifikasi (tinggi atau rendah) yang ingin Anda sesuaikan.

Di bagian ini, Anda juga dapat memilih untuk menghapus notifikasi denyut jantung.

Langkah 5: Mulai Latihan

Setelah semua siap, tekan tombol ‘Back/Lap’ hingga Anda kembali ke layar awal latihan.

Sekarang, ketika Anda memulai latihan dengan profil ini, notifikasi denyut jantung akan berbunyi atau bergetar sesuai pengaturan perangkat Anda.

Bayu Aditya Putra: Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....