Trenteknologi.com – OutSystems mencatat pencapaian monumental dengan pendapatan melebihi €500 juta (setara Rp8,75 triliun) pada tahun 2024. Pencapaian ini semakin memperkuat posisinya di pasar teknologi, didukung oleh lebih dari 2.000 konsumen global dan 500 mitra strategis. Di tengah momentum pertumbuhan ini, OutSystems mengumumkan pergantian kepemimpinan: Woodson Martin resmi ditunjuk sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru, menggantikan sang pendiri, Paulo Rosado, yang akan beralih peran sebagai Chairman of the Board. Langkah ini menandai babak baru dalam strategi perusahaan untuk memperluas inovasi AI dan dominasi pasar di era transformasi digital yang semakin kompetitif.
Pendapatan €500 juta yang berhasil diraih OutSystems tidak hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis yang pesat, tetapi juga kepercayaan pelanggan terhadap solusi pengembangan aplikasi berbasis AI mereka. Selama lebih dari dua dekade, platform OutSystems telah membantu perusahaan-perusahaan besar mengakselerasi transformasi digital dengan menghadirkan aplikasi kustom yang dibangun secara cepat, efisien, dan skalabel. Dari sektor keuangan hingga manufaktur, ribuan organisasi global mengandalkan teknologi OutSystems untuk mengotomatisasi proses bisnis, meningkatkan produktivitas, dan merespons perubahan pasar dengan lebih lincah.
Kesuksesan ini tidak lepas dari visi disruptif Paulo Rosado, pendiri OutSystems, yang memulai perjalanan perusahaan dari garasi kecil di Portugal. Dalam pernyataannya, Rosado menyebut perjalanan ini “penuh dengan keajaiban”, mengacu pada evolusi OutSystems dari startup lokal menjadi raksasa teknologi dengan dampak global. “Visi kami awalnya dianggap radikal, tetapi sekarang telah menjadi standar baru dalam pengembangan aplikasi. Ini adalah bukti kerja keras tim, mitra, dan kepercayaan pelanggan,” ujarnya.
Woodson Martin, CEO baru OutSystems, membawa segudang pengalaman dari perusahaan teknologi ternama seperti Salesforce dan Business Objects (yang diakuisisi SAP). Selama 18 tahun di Salesforce, Martin memegang peran kunci dalam mengembangkan Salesforce AppExchange—ekosistem aplikasi terbesar di dunia dengan lebih dari 7.500 solusi dan 10 juta instalasi. Keahliannya dalam membangun hubungan pelanggan, mengembangkan produk berbasis AI, dan memimpin ekspansi global menjadi alasan utama penunjukannya sebagai CEO.
Martin menyatakan bahwa fokus utamanya adalah memperkuat posisi OutSystems sebagai pemimpin pasar dalam pengembangan aplikasi yang didukung AI agentic—sistem di mana aplikasi dan agen AI khusus dapat dikelola secara dinamis. “Masa depan perusahaan perangkat lunak ada pada sistem yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang unik. OutSystems sudah membuktikan diri dengan platform yang dipercaya ribuan pelanggan. Sekarang, kami akan membawa inovasi ke level berikutnya dengan integrasi AI yang lebih dalam,” tegas Martin.

Salah satu inovasi teranyar OutSystems yang menjadi sorotan adalah peluncuran Mentor, asisten digital berbasis AI yang dirancang untuk mempercepat siklus pengembangan perangkat lunak (SDLC). Dalam kuartal pertama setelah diluncurkan, Mentor telah digunakan oleh pelanggan OutSystems Developer Cloud (ODC) untuk membuat lebih dari 2.500 aplikasi—dengan rata-rata waktu pembuatan hanya tiga menit per aplikasi.
Mentor tidak hanya menghasilkan kode, tetapi juga menyematkan agen AI ke dalam aplikasi, memungkinkan sistem belajar dan beradaptasi secara mandiri berdasarkan kebutuhan pengguna. Fitur ini sangat revolusioner bagi perusahaan yang ingin mengotomatisasi alur kerja kompleks, seperti analisis data real-time atau manajemen rantai pasok. “Dengan Mentor, pelanggan tidak hanya membangun aplikasi, tetapi juga menciptakan ‘rekan kerja digital’ yang bisa berkembang seiring waktu,” jelas Martin.
Di bawah kepemimpinan Martin, OutSystems berencana memperluas adopsi sistem AI agentic di kalangan perusahaan enterprise. Konsep ini mencakup pengembangan agen AI yang mampu terintegrasi dengan aplikasi SaaS, mengotomatisasi tugas spesifik, dan beradaptasi dengan perubahan bisnis secara instan. Misalnya, agen AI bisa digunakan untuk memprediksi tren pasar, mengoptimalkan layanan pelanggan, atau mengelola risiko operasional tanpa intervensi manusia.
Untuk mendukung strategi ini, OutSystems akan berinvestasi lebih besar dalam riset AI, memperkuat kemitraan dengan penyedia cloud seperti AWS dan Microsoft Azure, serta meningkatkan layanan pelatihan bagi mitra developer. Kolaborasi dengan universitas dan lembaga riset juga menjadi prioritas untuk menciptakan talenta digital yang siap menghadapi tantangan industri 4.0.
Paulo Rosado, yang akan tetap aktif sebagai Chairman of the Board, menegaskan bahwa transisi kepemimpinan ini direncanakan dengan matang untuk memastikan keberlanjutan visi perusahaan. “Woodson adalah pemimpin yang tepat di era di mana AI menjadi tulang punggung inovasi. Saya yakin pengalamannya dalam membangun ekosistem teknologi akan membawa OutSystems ke puncak baru,” ujar Rosado.
Dengan pendapatan Rp8,75 triliun dan kepemimpinan baru Woodson Martin, OutSystems berada di jalur yang solid untuk memperkuat dominasinya di pasar pengembangan aplikasi berbasis AI. Inovasi seperti Mentor dan fokus pada sistem AI agentic tidak hanya mencerminkan komitmen perusahaan terhadap teknologi mutakhir, tetapi juga menjawab kebutuhan bisnis akan solusi yang cepat, adaptif, dan terukur. Bagi perusahaan yang ingin bertransformasi di era digital, OutSystems kini bukan sekadar platform—melainkan mitra strategis yang membawa visi masa depan ke dalam genggaman.