Connect with us

Berita

Canon VB-Series : Canon Hadirkan Kamera Jaringan Terbaru Solusi Kamera Pengawas yang Andal

Published

on

Trenteknologi.com – Untuk memantau dan menjamin lingkungan tetap aman, kini teknologi sangat membantu. Personil keamanan punya keterbatasan jika harus memantau dalam waktu 24 jam, belum lagi kendala cuaca, bahkan ancaman nyawa personil keamanan itu sendiri. Dengan bantuan kamera pengawas, tugas untuk menjaga lingkungan tempat tinggal, kantor, atau tempat umum jadi lebih mudah dan efektif. Namun, apakah semua tipe kamera pengawas dapat bekerja secara efektif?

Kondisi lingkungan berbeda-beda. Bagaimana jika area pengawasan memiliki jangkauan yang luas dan rawan gangguan cuaca maupun tindak perusakan? Canon melalui pt. Datascrip selaku authorized distributor Canon di Indonesia memberikan solusi dengan menghadirkan sembilan jajaran kamera jaringan terbarunya seri VB-R dan VB-M yaitu: VB-R11VE, VB-R10VE, VB-R11, VB-M641VE, VB-M640VE, VB-M641V, VB-M640V, VB-M741LE dan VB-M740E. Kamera jaringan terbaru ini dilengkapi dengan teknologi mutakhir dengan lensa Canon Ultra-low Dispersion (UD), jangkauan sudut pantau yang luas, lapisan lensa anti-reflective infrared (IR), dan sensor CMOS yang menjamin gambar tetap terang dan jernih, meskipun dalam kondisi minim cahaya.

 

Kamera Jaringan PTZ 360° Berkecepatan Tinggi

Canon menghadirkan kamera jaringan  VB-R11VE dan VB-R10VE untuk luar ruangan, dan VB-R11 untuk di dalam  ruangan. Ketiga kamera ini merupakan model kamera PanTilt-Zoom (PTZ) yang dapat digerakan baik secara horizontal maupun vertikal oleh pengguna secara real time dari pusat kontrol. Selain memiliki kemampuan lensa zoom hingga 30x, kamera jaringan ini memiliki jangkauan pantau yang sangat luas, dapat berputar hingga 360° dengan kecepatan 450° per detik. Motor Micro-Step yang digunakan pada ketiga kamera jaringan ini tiga kali lebih cepat, dengan akselerasi lima kali lebih cepat, dan tujuh kali lebih presisi dibandingkan kamera pengawas pada umumnya. Dibekali dengan vandal resitant dengan sertifikasi IK10 dan IP66, tentunya akan sangat aman dari tindak perusakan, maupun gangguan cuaca. Selain itu, kamera ini juga telah dilengkapi dengan pendeteksi dan alarm peringatan jika terjadi gangguan.

 

Kamera Jaringan Fixed Dome yang Andal

Canon juga menghadirkan 4 tipe kamera jaringan Fixed Dome yang tangguh dan cocok ditempatkan di mana pun. Dengan sertifikasi vandal resitant IK10, Canon VB-M641VE & VB-M640VE sangat tepat untuk penempatan di luar ruangan, serta Canon VB-M641V & VB-M640V untuk di dalam ruangan. Keempat kamera pengawas ini memiliki sudut pantau lebar hingga 111,5° dan zoom optik hingga 2,4x. Lapisan lensa anti-reflective infrared (IR) sangat membantu dalam mendeteksi benda atau pergerakan ketika kondisi gelap. Kamera ini juga dilengkapi dengan teknologi yang dapat mendeteksi penyusup dan suara teriakan sehingga kejadian yang tidak diinginkan dapat diantisipasi sedini mungkin. VB-M641VE dan VB-M640VE dilengkapi dengan teknologi pemanas opsional, fungsinya ketika kamera jaringan ditempatkan pada suhu yang sangat rendah kamera tetap dapat berfungsi dengan baik.

Kamera Jaringan Fixed Box untuk Segala Kondisi

Dilengkapi dengan lensa zoom optik 2,4x dan sudut pandang horizontal yang lebar 113,4°, VB-M741LE / VB-M740E tidak akan membiarkan apapun melewati tampilan Anda. Kondisi gelap tidak menjadi halangan karena kamera jaringan ini telah dilengkapi dengan IR LED sehingga objek pandang bisa tertangkap oleh kamera. Adanya sensor CMOS juga memaksimalkan gambar pada layar pantau terlihat jernih dan terang. VB-M741LE / VB-M740E sangat tepat untuk memantau area luar ruangan karena telah dilengkapi dengan pelindung dan tahan terhadap cuaca, bahkan untuk suhu yang sangat ekstrem hingga -55°C atau di wilayah yang panasnya mencapai +55°C.

 

“Saat ini, kamera pengawas telah banyak digunakan untuk menjaga lingkungan tetap aman. Tidak hanya di area perkantoran, kamera pengawas juga banyak digunakan di tempat perbelanjaan, area umum, rumah sakit, terminal, bahkan rumah tinggal. Teknologi kamera jaringan terbaru dari Canon memberikan kualitas gambar yang jernih dan jelas, dapat untuk memenuhi kebutuhan di dalam atau luar ruangan, baik dalam kondisi gelap atau terang, bahkan dalam kondisi cuaca yang ekstrem,” ujar Merry Harun – Direktur Divisi Canon pt. Datascrip

 

Seluruh jajaran kamera jaringan Canon terbaru ini telah didukung H.264 encoding dan teknologi Area-specific Data Size Reduction (ADSR) yang menghasilkan resolusi gambar berkualitas tinggi HD dengan ukuran file yang lebih rendah. Hal ini akan menghemat dalam menyediakan ruang simpan yang lebih besar.

Dibekali lensa Ultra-low Dispersion (UD), sembilan kamera jaringan terbaru dari Canon ini dirancang untuk mendapatkan performa serta gambar yang memuaskan. Ada dua jenis lensa yang dihadirkan, yaitu High UD dan Super UD. Lensa Super UD akan meminimalisir gambar yang tidak fokus karena cahaya yang kurang atau efek dari cahaya infra merah. Sedangkan lensa High UD dapat mencegah pembiasan cahaya, di sisi lain ukuran lensa juga berkurang secara keseluruhan sehingga menjadi lebih ringkas.

Canon juga membekali dengan Profil S ONVIF, yang secara sederhana dapat mengintegrasikan platform untuk merekam, mencari dan memutar ulang hasil rekaman. Kamera jaringan ini menawarkan sistem integrator dan format akhir, performa dan keandalan yang luar biasa. Kamera jaringan yang memberikan kualitas gambar yang luar biasa di luar atau pun dalam ruang, dalam kondisi cuaca apa pun.

Berita

Walaupun Ikut Membawa Teknologi AI, Namun Huawei Nova Series Terbaru Berbeda ?

Published

on

Trenteknologi.com – Huawei melihat ada pergeseran fokus dari manufaktur smartphone pada 2018 ini. Pada awal tahun, manufaktur smartphone masih berkutat soal desain yang bezel-less, lalu lambat laun mulai mengarahkan perhatiannya pada teknologi Artificial Intelligence (AI). Sekarang, semua manufaktur sudah menanamkan kemampuan AI di perangkat jagoan mereka. Dan di antara fitur AI yang menarik itu, AI pada sektor fotografi adalah yang paling hangat dibicarakan.

Sejarah fotografi di telepon selular ditancapkan pada 18 tahun lalu dengan kehadiran kamera ponsel yang memakai sensor CMOS 110.000 piksel. Kemampuannya jauhlah dibandingkan dengan yang sudah kita nikmati pada hari-hari ini. Tapi tak bisa dipungkiri, telepon genggam berkamera pertama itu telah mengubah industri dan dampaknya kita rasakan sampai sekarang.

Berbagai manufaktur telepon seluler, sejak era feature phone, sampai di era smartphone sekarang, terus berinovasi, mencoba menghadirkan fitur kamera smartphone yang mampu mengabadikan kenangan-kenangan terbaik mereka. Malah, kalau bisa menggantikan kamera digital.

Dari sekadar kamera bersensor CMOS, industri kemudian mulai menerima smartphone berkamera 5 MP yang sudah mendukung autofocus. Tak hanya bagian belakang, kamera depan pun hadir, dan kelak melahirkan trend bernama selfie.

Kini, 18 tahun kemudian, teknologi kamera pada smartphone sudah melompat begitu jauh. Dari sekadar satu kamera di depan dan satu di belakang, kita sudah bisa menikmati kamera belakang tiga sekaligus pada P20 Pro, yang merupakan hasil kerjasama Huawei dan Leica.

Lebih jauh lagi, kita sudah berada di era fotografi smartphone yang mengutilisasi kemampuan teknologi kecerdasan buatan alias AI. Di zaman ini, manufaktur ponsel banyak yang terburu-buru masuk ke pasar, demi meraih keuntungan sebagai yang pertama. Kalau bisa dibagi, pasar saat ini bisa dibagi tiga grup, yaitu: Grup Chipset, Grup Kamera, dan Grup Algoritma.

Grup Chipset: sebab untuk menjalankan AI butuh volume komputasi yang masif, maka dibutuhkan prosesor khusus yang bisa merealisasikan fitur AI dan mengakselerasi proses fotografi. Sebagai AI, engine itu sendiri harus mampu meningkatkan dirinya sendiri dengan pembelajaran terus menerus. Salah satu prosesor yang mampu melakukan itu adalah Kirin 970 dari Huawei. Prosesor ini mengalahkan pesaingnya berkat adanya NPU untuk memproses gambar, sehingga ia lebih efisien.

Grup Kamera: Salah satu yang menonjol di sini adalah smartphone ciptaan Google yang diluncurkan di semester 2, 2017 lalu. Ia mengkombinasikan komputasi cloud dan algoritma untuk membagi-bagi proses AI pada foto dan video. Dengan begitu, smartphone di kelompok ini dapat merekam obyek dengan baik. Tapi masalahnya, sistem ini sangat tergantung pada koneksi Internet.

Grup Algoritma: Manufaktur smartphone asal China, kebanyakan ada di kelompok ini. Mereka sangat tergantung pada peningkatan performa CPU dan GPU untuk memenuhi kebutuhan AI. Tapi karena tidak ada yang khusus didedikasikan menangani AI, maka performanya pun tak utuh. Akan sangat berbeda hasilnya kalau ada NPU yang dikhususkan untuk menangani AI. Begitulah yang bisa dicapai oleh Huawei P20 Pro.

Tapi Huawei tampaknya ingin menyajikan kemampuan smartphone premium ini kepada masyarakat yang lebih luas melalui lini terbaru Nova Series-nya. Smartphone ini disebut diperkuat SoC kelas premium dengan kemampuan AI, tapi memiliki harga yang sebanding dengan smartphone kelas menengah lainnya.

Tak cuma itu, Nova Series terbaru ini juga sudah memakai empat kamera, dengan kamera belakang 24MP dan 16 MP, serta kamera depan yang memiliki formasi atau pasangan lensa 24MP dan 2MP. Kamera depan ini juga dilengkapi kemampuan scene recognition, yang pertama di industri. Sehingga bukan hanya obyek foto yang terlihat bagus, tapi latar belakangnya juga.

Makin penasaran? Jangan khawatir. Huawei akan segera menghadirkan smartphone berkemampuan hebat ini di Indonesia pada 31 Juli mendatang. Anda juga bisa mengintip lebih jauh fitur-fitur Nova Series terbaru ini melalui pemberitaan di media massa dan media sosial Huawei. Pantau terus ya.

Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://consumer.huawei.com/id/

Continue Reading

Berita

Generasi Baru Huawei Seri Nova Segera Hadir di Indonesia pada Akhir Juli

Published

on

Trenteknologi.com – Setelah menggebrak Indonesia dengan kehadiran smartphone flagship P20 Pro yang revolusioner, Huawei kini siap menghadirkan kembali smartphone terbarunya pada akhir bulan ini, yaitu generasi terbaru seri Nova. Smartphone ini akan diluncurkan secara resmi pada 31 Juli 2018 mendatang.

Generasi ketiga seri Nova ini menjanjikan peningkatan yang signifikan bagi target pasar dari seri Nova yaitu para kaum muda. Seri Nova terbaru ini baik dari sisi spesifikasi maupun fiturnya telah disempurnakan untuk anak muda yang energetik dan penuh semangat. Target audiens seri Nova terbaru ini adalah demografik yang unik, mereka adalah individu yang inventif dan tak takut menantang status quo.

Kaum muda nan pemberani ini tak takut menampilkan sisi terbaik dan paling menariknya saat berinteraksi dengan lingkungannya. Bagi mereka, sebuah perangkat bukan sekadar pernyataan tentang mode, tapi untuk menghibur diri, mengeksplorasi sisi terbaiknya, dan mengekspresikan dirinya, hal ini lah yang menginspirasi Huawei untuk menyajikan smartphone yang dapat memenuhi kebutuhan dari kaum muda tersebut.

Smartphone ini tak hanya mewarisi karakteristik pendahulunya, yang sudah terlebih dahulu meluncur di market Indonesia beberapa waktu lalu. Tapi DNA smartphone baru ini juga sudah ditingkatkan, yakni dengan ditambahkannya ramuan sukses berupa: desain yang luar biasa dan pengalaman fotografi empat kamera berbasiskan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang ditingkatkan.

Berbekal layar yang cukup luas untuk memuaskan mata penggunanya, Huawei juga menanamkan engine yang jauh melebihi pendahulu dan bahkan para pesaingnya di kelas yang sama. Sebab Huawei membenamkan teknologi sekelas flagship dan diperkuat oleh AI, di balik antarmuka yang terbaru.

“Generasi terbaru Nova ini, tak bisa disangkal lagi, telah memantapkan kepemimpinan Huawei di industri smartphone yang mengutilisasi kecanggihan teknologi AI,” kata Lo Khing Seng, Deputy Director Huawei Device Indonesia. “Perangkat ini dibuat bagi anak muda yang melihat smartphone sebagai medium yang penting untuk mengekspresikan dirinya, membantu menghasilkan foto yang bagus secara mudah dan desainnya yang trendi dengan detail yang indah membuatnya begitu modis.”

Penasaran seperti apa wujud seri Nova terbaru dari Huawei? Intip terus pemberitaan media dan kampanye digital yang digelar Huawei sampai tiba saat peluncurannya di Indonesia secara resmi pada 31 Juli mendatang.

Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://consumer.huawei.com/id/

Continue Reading

Berita

Guna Merevolusi Pengalaman Perbankan, BCA Bekerjasama dengan Avaya Digital Solutions

Published

on

Trenteknologi.com – Avaya Holdings Corp (NYSE: AVYA) hari ini mengumumkan kemitraan teknologinya dengan bank swasta terbesar di Indonesia, Bank Central Asia (BCA), dalam sebuah transformasi digital luar biasa, yang akan mengubah cara BCA berhubungan dengan pelanggannya.

Kemitraan itu diumumkan hari ini bersamaan dengan acara Experience Avaya Indonesia, sebuah acara yang berfokus pada masa depan komunikasi digital. BCA telah mengadopsi solusi lengkap Avaya pada lima contact centre mereka dengan lebih dari 1.500 agen pelanggan – sebuah langkah yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang makin sempurna dan mulus bagi pelanggan BCA yang sangat mobile dan serba cepat di kota-kota utama di Indonesia dan sekitarnya. Pelanggan sudah menggunakan MyBCA, yang merupakan sebuah layanan video perbankan terpadu yang dibuat bersama dengan Avaya, untuk digunakan oleh mereka yang sedang mobile.

Sejak meluncurkan aplikasi MyBCA, BCA mengalami pertumbuhan pelanggan yang stabil. Sami Ammous, Managing Director Avaya untuk ASEAN, mengatakan: “Kami senang dapat bekerja sama dengan BCA dalam strategi digitalisasinya, yang dirancang untuk mengubah pengalaman costumer service bank itu- sebuah pembeda yang besar bagi pelanggan yang semakin canggih dalam memilih bank di lingkungan yang sangat kompetitif.”

Nathalya Wani Sabu, Executive Vice President of Center of Digital Division, Bank Central Asia, mengatakan: “Solusi Avaya telah memungkinkan kami untuk meningkatkan pengalaman pelanggan kami, memberi Bank keunggulan yang jauh lebih kompetitif dan mendorong pertumbuhan bisnis kami. Teknologi telah mengubah cara dan ekspektasi para nasabah bank kami. Solusi Avaya yang kami adopsi menempatkan kami pada posisi yang yang sangat baik untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan kami.”

Banyak perusahaan di dunia yang bergantung pada solusi contact centre Avaya dalam mentransformasi constumer service dan kegiatan pendukung mereka, dan Avaya saat ini berada dalam posisi Leader menurut Gartner Magic Quadrant for Contact Center Infrastructure, Worldwide 2018, menandai pencapaian ke-17 kalinya Avaya berada di posisi itu. Perusahaan yang berada di kuadran Leaders pada Gartner Magic Quadrant selalu disebut sebagai “Perusahaan yang dieksekusi dengan baik terhadap visinya dan berada pada posisi yang baik menuju masa depannya”.

Sebagai tambahan setelah mengadopsi Aura Experience Portal, Interaction Center dan Call Management System dari Avaya, BCA telah mengumumkan bahwa perusahaan itu bermaksud menerapkan lebih jauh inisiatif digital Avaya di seluruh Indonesia pada bulan-bulan mendatang.

Continue Reading

Jooble.id

Advertisement
Advertisement

Tips & Trick

Review

Advertisement

Xiaomi Corner

Advertisement

Top 5