Sony FX5 Meluncur, Bawa Sensor Terbaru dengan Fitur Open Gate dan RAW Internal

Sony FX5 Meluncur, Bawa Sensor Terbaru dengan Fitur Open Gate dan RAW Internal

Trenteknologi.com – Industri videografi dan sinematografi kembali disuguhkan dengan inovasi teknologi kelas atas melalui peluncuran Sony FX5, kamera full-frame terbaru yang memperkaya ekosistem Cinema Line. Perangkat ini hadir sebagai solusi bagi para profesional yang mendambakan kualitas visual tanpa kompromi, berkat penggunaan sensor gambar fully stacked CMOS terbaru yang dipadukan dengan format perekaman Open Gate dan perekaman RAW internal. Berbagai peningkatan pesat pada sisi pengoperasian, sensitivitas cahaya, hingga desain yang tetap ringkas, menjadikan Sony FX5 sebagai perangkat produksi yang dirancang khusus untuk memenuhi standar ketat di berbagai lingkungan pengambilan gambar profesional.

Kehadiran perangkat canggih ini merupakan wujud nyata dari dedikasi perusahaan dalam mendukung industri kreatif. President Director PT Sony Indonesia, Motoya Itako, menjelaskan bahwa Sony berkomitmen untuk menghadirkan teknologi yang membantu para kreator dalam mewujudkan visi kreatif mereka. Melalui kehadiran FX5, Sony memperluas jajaran Cinema Line dengan menghadirkan kamera yang memadukan kualitas gambar luar biasa, kemampuan perekaman canggih, serta pengoperasian profesional dalam bodi yang ringkas dan mudah dibawa. Dirancang untuk menjawab kebutuhan sineas, sinematografer, dan kreator konten yang terus berkembang, FX5 menghadirkan fleksibilitas untuk menghasilkan karya visual yang memukau di berbagai lingkungan produksi.

Pengakuan atas kemampuan luar biasa kamera ini juga datang dari para pelaku industri perfilman Hollywood. Claudio Miranda, ASC, sinematografer di balik kesuksesan visual film “Top Gun: Maverick” dan “F1® The Movie”, telah melakukan uji pengambilan gambar secara langsung menggunakan perangkat ini. Ia menyatakan merasa FX5 adalah kamera yang menggabungkan kualitas ekspresi gambar yang tinggi dan mobilitas dalam bodi yang ringkas, sehingga memungkinkan pengguna menggunakannya di berbagai lingkungan pengambilan gambar.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Gareth Edwards, sutradara kenamaan yang menyutradarai “The Creator”, “Rogue One: A Star Wars Story”, dan “Jurassic World: Rebirth”. Ia berkesempatan menggunakan kamera baru ini untuk sebuah proyek yang berlangsung di Kamboja, Thailand, dan Nepal, yang hasil proyeknya kini dapat disaksikan di platform YouTube. Menurutnya, gaya pembuatan film gerilya atau guerrilla filmmaking kini telah memasuki level berikutnya, dan FX5 adalah kamera sinema run-and-gun yang berhasil menjadi tolak ukur baru di industri.

BACA JUGA :  Solusi Kebersihan Maksimal Industri Hospitality Lewat Metode PDIR dari Karcher

Sensor Gambar Mutakhir untuk Menghasilkan Kualitas Sinematik

Dapur pacu utama dari kamera ini mengandalkan sensor gambar full-frame fully stacked Exmor RS CMOS yang baru saja dikembangkan, bersanding dengan mesin pemrosesan gambar BIONZ XR2 berkecepatan tinggi serta unit pemrosesan kecerdasan buatan khusus. Kolaborasi perangkat keras ini mampu menghasilkan rentang dinamis atau dynamic range hingga lebih dari 15 stop ketika pengguna merekam menggunakan profil S-Log3. Jangkauan lintang eksposur yang sangat luas ini dipadukan dengan performa noise yang rendah, memastikan transisi warna yang mulus dari area terang ke bayangan sekaligus mempertahankan reproduksi tekstur alami pada adegan berkarakter kontras tinggi.

Sony FX5 Meluncur, Bawa Sensor Terbaru dengan Fitur Open Gate dan RAW Internal

Untuk pertama kalinya dalam seri FX, kamera ini mengusung fungsi Dual Gain Shooting dan dukungan Tiga Base ISO pada rentang ISO 800, ISO 4000, dan ISO 12800. Inovasi ini secara drastis memaksimalkan performa sensor untuk menghasilkan reproduksi gradasi warna yang sangat halus serta lintang eksposur yang lebih luas. Fitur ini juga bekerja secara efektif dalam menekan kemunculan bintik gangguan tanpa sedikit pun mengorbankan ketajaman detail visual pada area yang minim cahaya.

Fleksibilitas Resolusi dan Keunggulan Perekaman Internal

Kamera ini membawa gebrakan besar dengan menghadirkan kemampuan pembacaan piksel penuh atau full-pixel readout 3:2 pada seluruh area sensor gambar, yang dikenal sebagai Open Gate shooting. Hal ini membuka kebebasan luar biasa bagi kreator untuk mengaplikasikan berbagai mode pemindaian gambar, mulai dari rasio 17:9, 16:9, hingga format Super 35mm, yang dapat disesuaikan dengan beragam format distribusi konten masa kini.

Sony FX5 Meluncur, Bawa Sensor Terbaru dengan Fitur Open Gate dan RAW Internal

Selain itu, kamera ini memanjakan penggunanya melalui dukungan perekaman internal berformat X-OCN, yakni format RAW 16-bit scene-linear eksklusif dari Sony, sehingga produksi video berkualitas tinggi tidak lagi bergantung pada alat perekam eksternal. Perangkat ini secara tangguh mampu merekam video beresolusi 5K hingga 60 bingkai per detik, 4K hingga 120 bingkai per detik, dan resolusi FHD hingga 240 bingkai per detik, lengkap dengan opsi codec X-OCN C1 dan C2 yang sangat efisien untuk meringankan alur kerja pascaproduksi.

BACA JUGA :  Beli Saham CUAN Tanpa Ribet di Makmur, Aplikasi Saham Terbaik

Kecerdasan Buatan untuk Akurasi Fokus dan Reproduksi Visual

Keandalan sistem fokus kamera ini ditenagai oleh pengenalan subjek berbasis kecerdasan buatan yang mampu melakukan estimasi pose manusia secara akurat. Teknologi ini tidak sekadar melacak mata, tetapi juga mampu mengidentifikasi postur tubuh dan pergerakan kepala subjek, sehingga performa fokus otomatis tetap tajam dan stabil meskipun berada di kondisi pencahayaan yang sangat menantang. Dukungan Real-time Tracking juga memastikan kamera terus mengunci subjek secara otomatis tanpa kehilangan momen krusial. Tidak berhenti di situ, kamera ini menghadirkan fitur Auto Tracing White Balance (ATW) yang mengkombinasikan informasi sensor cahaya tampak, sensor inframerah, dan deep learning, demi menciptakan keseimbangan warna putih yang natural di area teduh maupun dalam ruangan. Kamera ini turut memberikan opsi pengaturan penekan noise serta fungsi de-squeeze bawaan yang siap mendukung lensa anamorfik dengan rasio kompresi 1.3x hingga 2.0x.

Desain Ergonomis dengan Pengoperasian Kelas Profesional

Mempertahankan DNA Cinema Line, kamera ini dirancang dengan bodi ringkas bersiluet flat-top yang memudahkan pemasangan aksesori pada berbagai lubang sekrup tanpa perlu menggunakan cage tambahan. Stabilitas pengambilan gambar ditingkatkan lewat penstabil gambar optik 5-axis di dalam bodi yang kini memiliki rentang koreksi putaran (roll) dua kali lipat lebih baik. Kamera ini juga dilengkapi Dynamic Active Mode, fitur yang menjamin rekaman tetap mulus layaknya menggunakan gimbal meski direkam dengan tangan kosong. Layar sentuh LCD multi-sudut berukuran 3,5 inci yang memuat 2,76 juta titik memberikan kenyamanan visual yang prima, terlebih dengan hadirnya antarmuka utama BIG6 warisan kamera CineAlta. Antarmuka ini mengumpulkan pengaturan penting seperti laju bingkai, eksposur, dan LUT secara rapi di tepi layar agar tidak menutupi tampilan rekaman utama.

Sony FX5 Meluncur, Bawa Sensor Terbaru dengan Fitur Open Gate dan RAW Internal

Bagi kreator yang menuntut kualitas audio paripurna, Sony menghadirkan unit XLR Handle terbaru yang mendukung perekaman internal empat kanal dengan kualitas 96 kHz, 32-bit float. Aksesori pegangan ini juga secara simultan meningkatkan ergonomi kamera saat digunakan secara genggam. Selain itu, hadir pula opsi OLED Viewfinder tipe 0,58 inci yang dapat dibongkar pasang. Jendela bidik dengan resolusi mencapai 7,07 juta titik ini memiliki gamut warna setara DCI-P3 dan mendukung tampilan HDR, memastikan pemantauan warna subjek sangat presisi dari berbagai sudut pengambilan gambar.

BACA JUGA :  Galaxy Z Fold8 Ultra, HP Lipat Premium dengan Performa Stabil untuk Multitasking dan Gaming Seharian

Keandalan Tinggi, Konektivitas, dan Komitmen Lingkungan

Keberlangsungan proses perekaman video berdurasi panjang dijaga secara maksimal oleh sistem kipas pendingin efisien yang diletakkan pada ruang udara terpisah dari komponen elektronik utama. Desain pintar ini turut meningkatkan ketahanan kamera terhadap paparan debu dan kelembapan ekstrem. Ketahanan operasional semakin panjang berkat penggunaan baterai seri terbaru NP-SA100 berkapasitas 2670 mAh yang memiliki daya tampung 1,3 kali lebih besar dibandingkan seri pendahulunya. Kamera ini juga dibekali konektivitas kelas atas meliputi terminal LAN fisik, dukungan input timecode melalui kabel adaptor USB-C ke BNC, serta pengisian daya langsung via USB Power Delivery (PD). Tidak lupa, pabrikan berencana merilis pembaruan perangkat lunak versi 2.0 pada Agustus 2027 mendatang, serta memperbarui aplikasi Monitor & Control dan perangkat lunak Catalyst Prepare untuk menunjang alur kerja yang lebih lancar. Melengkapi keunggulannya, Sony memastikan lebih dari 30 persen material bodi kamera terbuat dari plastik daur ulang dan diproduksi di fasilitas yang menggunakan sepenuhnya energi terbarukan.

Harga Sony FX5 di Indonesia

Bagi para kreator di tanah air yang ingin segera mengadopsi teknologi sinema mutakhir ini, Sony Indonesia membuka masa prapesan atau pre-order mulai tanggal 13 Agustus hingga 20 September 2026. Perangkat ini dipasarkan dengan harga Rp94.999.000 untuk paket yang sudah termasuk bodi dan pegangan XLR, serta opsi bodi saja yang dibanderol seharga Rp85.999.000. Sementara itu, aksesori premium OLED Viewfinder DVF-EL1 ditawarkan secara terpisah di angka Rp11.499.000. Sepanjang periode prapesan ini, konsumen memiliki kesempatan emas untuk mendapatkan hadiah eksklusif yang mencakup baterai NP-SA100, kartu memori CFexpress Type A seri CEA-G240T, dan tas punggung premium Thule Accent2. Perangkat ini dipastikan akan tersedia secara merata di seluruh jaringan toko dan distributor resmi Sony di Indonesia pada akhir September 2026.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post
CrowdStrike Ungkap AI Kini Menjadi Senjata dan Target Utama Serangan Siber

CrowdStrike Ungkap AI Kini Menjadi Senjata dan Target Utama Serangan Siber

Related Posts
Total
0
Share