Aruba Perkenalkan Aruba ESP, Cloud Native Pertama yang Didukung Artificial Intelligence

Trenteknologi.com – Aruba resmi perkenalkan Aruba ESP (Edge Services Platform), platform cloud native pertama di industri yang didukung AI, yang memprediksi dan memecahkan permasalahan di jaringan (network edge) sebelum masalah tersebut muncul.

Fondasi ESP Aruba dikembangkan dengan memanfaatkan AIOps (Artificial Intelligence for IT Operation), keamanan jaringan Zero Trust dan unified infrastructure untuk campus, serta pusat data, cabang, dan infrastruktur pekerja jarak jauh, untuk menghadirkan platform all-in-one terotomatisasi yang secara kontinyu menganalisa data di seluruh lingkungan jaringan, memastikan terlaksananya SLA (service level agreement), mengidentifikasi adanya anomali, dan melakukan optimasi mandiri, sekaligus mengawasi dan mengamankan perangkat tidak dikenal di dalam jaringan.

Aruba ESP dirancang untuk menghadirkan pengalaman cloud di jaringan (edge) dan bisa digunakan baik sebagai layanan di cloud atau on-premise, sebagai layanan terkelola (managed services) yang diberikan melalui mitra-mitra Aruba, atau sebagai layanan network as-a-Service melalui HPE GreenLake. Aruba ESP dirancang untuk pengguna dengan anggaran yang berbeda-beda, sehingga pelanggan juga bisa mendapatkan solusi ini dengan opsi pembiayaan yang fleksibel melalui HPE Financial Services.

Upaya memanfaatkan data tak terstruktur di edge membutuhkan fondasi jaringan yang mampu mentransmisikan data IoT sekaligus mengkorelasikan telemetri (kemampuan melakukan pengukuran dari jarak jauh) jaringan dengan cara di luar kemampuan manusia. Edge membutuhkan infrastruktur dengan ‘indera keenam’ berkekuatan-AI yang secara proaktif mengidentifikasi masalah-masalah yang akan datang, merekomendasikan penyelesaian yang akurat dan memanfaatkan otomatisasi untuk mengubah rekomendasi penyelesaian masalah menjadi tindakan logis tanpa intervensi manual.

Dengan analisa yang kontinyu terhadap informasi penting yang berasal dari jaringan, pengguna dan perangkat, Aruba ESP mengubah informasi menjadi pengetahuan, sehingga membantu perusahaan mengakselerasi proses transformasi mereka dan menjaga kontinuitas bisnis mereka dengan menyediakan sebuah platform cloud-native tunggal di lokasi perusahaan (on premise) atau di cloud. Platform ini mengamankan dan menyatukan infrastruktur perusahaan dan dikembangkan dengan prinsip-prinsip inti sebagai berikut :

  • AIOps (Artificial Intelligence for IT Operation) adalah komponen penting dalam Aruba ESP. AIOps menggunakan AI dan analitik untuk mengisolasi akar masalah secara tepat dengan akurasi lebih dari 95 persen, memecahkan masalah jaringan secara otomatis, memonitor pengalaman pengguna secara proaktif, melakukan penyesuaian jaringan untuk mencegah masalah sebelum muncul, dan menggunakan peer benchmarking dan rekomendasi yang diberikan untuk secara kontinyu mengoptimasi dan mengamankan jaringan. Dalam implementasi langsung di jaringan pelanggan, penggunaan AIOps menghasilkan pengingkatan kapasitas throughput sebesar 15% dan mengurangi waktu untuk penyelesaian masalah hingga hampir 90%. Hasilnya adalah pengalaman end user dan TI yang benar-benar meningkat luar biasa.
  • Infrastruktur Terpadu (unified infrastructure) mengkonsolidasikan seluruh operasional jaringan yang mencakup switching, Wi-Fi dan SD-WAN di campus, pusat data, cabang dan lingkungan pekerja jarak jauh di bawah Aruba Central, sebuah panel konsol cloud-native yang mengkorelasikan seluruh kejadian/proses di seluruh lingkungan jaringan guna mengurangi waktu untuk memecahkan masalah dan meminimalisir kesalahan manual. Dengan pendekatan unified infrastructure dari Aruba ini pelanggan memiliki fleksibilitas memilih controller serviceon-premise (di lokasi perusahaan) atau on-cloud (di cloud)
  • Zero Trust Network Security menggabungkan teknologi akses berbasis peran, Dynamic Segmentation dan deteksi penyusupan berbasis identitas, dalam melakukan autentikasi, otorisasi dan kontrol terhadap setiap pengguna dan perangkat yang terhubung ke jaringan,dengantetap melakukan deteksi, pencegahan, isolasi dan menghentikan pelanggaran jaringan, sebelum semuanya itu berdampak terhadap bisnis.
BACA JUGA :  ASUS ROG Phone 8 Series Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp 10 Jutaan

“Aruba Edge Services Platform (ESP) didesain untuk membantu organisasi/perusahaan dengan memanfaatkan telemetri data di jaringan mereka untuk mengurangi kompleksitas. Caranya dengan mengotomatiskan lebih banyak tugas dalam operasi TI mereka. Dengan cara ini organisasi/perusahaan dapat memecahkan masalah-masalah TI yang kompleks dengan lebih cepat dengan tetap mengamankan infrastruktur terintegrasi di campus, di kantor-kantor cabang, dan kini di cabang-cabang mikro di rumah, sehingga ada lebih banyak waktu dan sumber daya untuk berfokus pada inovasi,” kata Justin Chiah, Senior Director of South East Asia, Taiwan and Hong Kong/Macau, and Product Category, Asia Pacific and Japan of Aruba, a Hewlett Packard Enterprise company. “Aruba ESP kini semakin relevan untuk perusahaan dengan lingkungan ekonomi yang berbeda-beda seperti saat ini karena kami melihat banyak perusaan tengah meningkatkan perangkat transformasi digital mereka dan banyak dari perubahan itu tergantung pada network management tool yang lincah, scalable, cloud-native, dan aman.”

“Intelligent Edge adalah katalis yang memicu peluang tak terbatas bagi organisasi dan perusahaan yang ingin mempercepat transformasi dan memastikan kontinuitas bisnis melalui pemanfaatan investasi di bidang teknologi sebagai aset terbesar mereka,” kata Keerti Melkote, president of Aruba, a Hewlett Packard Enterprise company. “Dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip Aruba yaitu hubungkan, lindungi, analisis, dan bertindak, Aruba ESP adalah puncak dari inovasi bertahun-tahun, R&D, kecerdikan khas Aruba dan yang terpenting, masukan dari para pelanggan kami yang memberikan umpan balik yang jujur dan informatif, sehingga platform ini bisa dijalankan di berbagai jaringan.”

Inovasi Baru di Aruba ESP

Aruba ESP adalah platform cloud-native full-stack paling fleksibel untuk lingkungan jaringan kabel, nirkabel dan SD-WAN yang menyatukan beberapa elemen jaringan untuk pengelolaan dan kontrol yang tersentralisasi. Dioptimalkan untuk infrastruktur Aruba, Aruba ESP berbasis standar terbuka sehingga dapat diintegrasikan dengan berbagai solusi dan layanan pihak ketiga. Inovasi besar yang diperkenalkan hari ini meliputi:

  • Manajemen cloud-native untuk perusahaan dengan skala apapun – Aruba Central saat ini telah menjalankan jaringan penting bagi lebih dari 65.000 pelanggan, dan kini dengan hadirnya ArubaOS baru Aruba ESP menjadi satu-satunya platform berbasis cloud yang tidak memerlukan controller (controllerless) yang menyediakan manajemen full-stack dan operasional untuk infrastruktur jaringan kabel, nirkabel dan SD-WAN dalam skala apapun di campus, pusat data, cabang dan infrastruktur pekerja jarak jauh untuk penggunaan di tempat pengguna (on-premis) ataupun di cloud.
  • Menyederhanakan operasional harian dengan infrastruktur terpadu – Dengan akses ke gabungan data yang sama melalui Aruba ESP, versi terbaru Aruba Central ini telah ditingkatkan dengan navigasi sederhana, pencarian canggih dan cara pandang kontekstual untuk menyajikan beberapa dimensi informasi melalui satu titik kontrol, yang tidak lagi memerlukan alat yang berbeda untuk mengumpulkan dan menghubungkan informasi di beberapa lingkungan dan lokasi.
  • Mengurangi waktu resolusi dengan AI dan otomatisasi – Aruba memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dalam inovasi AI, seperti teknologi unik Aruba ClientMatch. Berdasarkan data model yang dikumpulkan dari lebih satu juta perangkat jaringan yang menghasilkan lebih dari 1.5B titik data per hari, AI Insights baru dapat mengurangi waktu troubleshooting dengan mengidentifikasi masalah konfigurasi jaringan yang sulit dilihat dan menunjukkan akar masalah, memberikan rekomendasi dan melakukan perbaikan secara otomatis sehingga jaringan dapat terus dioptimalkan.
  • Efisiensi TI dengan kekuatan AI—Aruba Central kini melayani AI Search, sebuah layanan pencarian data berbasis Natural Language Processing sehingga tim TI bisa melakukan investigasi dan memecahkan masalah yang terjadi secara cepat dan kontekstual, cukup dengan menggunakan kata yang sederhana dalam mengekstraksi informasi user dan perangkat dari penyimpanan data Aruba ESP. Untuk masalah yang lebih kompleks, AI Assist menggunakan otomatisasi yang dipicu oleh kejadian (event-driven) untuk mengumpulkan dan mengirimkan data yang relevan ke help desk di internal dan Aruba Technical Assistance Center (TAC).
  • Visibilitas granular di seluruh aplikasi, perangkat dan jaringan – Peningkatan dalam Aruba Central memungkinkan analitik yang user-centric dari User Experience Insight untuk mengidentifikasi masalah pada client, aplikasi, dan kinerja jaringan secara lebih cepat.
  • Memperluas switching generasi berikutnya ke perusahaan yang lokasinya terpisah-pisah dan perusahaan skala menengah – Untuk membantu perusahaan mengakselerasi transformasi Edge, Aruba telah menambah portofolio CX Switch-nya dengan kehadiran Aruba CX 6200 Switch Series. Seri baru ini hadir dengan analitik yang sudah terintegrasi dan kemampuan otomatisasi ke setiap edge jaringan di mana terjadi konektivitas antara pengguna dan perangkat. Hal ini menghasilkan informasi penting yang bisa diaplikasikan untuk menghasilkan pencapaian bisnis yang lebih baik. Seri switch CX 6200 semakin memperluas portofolio CX switching end-to-end dari Aruba, sehingga pelanggan dapat menjalankan model operasional tunggal dari enterprise campus dan layer akses cabang ke pusat data.
  • Inovasi berkelanjutan dengan Developer Hub baru – Aruba memperkenalkan Developer Hub, sumber daya lengkap bagi pengembang dengan Aruba API serta dokumentasi untuk menyederhanakan pengembangan aplikasi edge generasi selanjutnya yang inovatif dengan memanfaatkan platform terbuka Aruba ESP.
BACA JUGA :  realme 12 5G Hadir di Indonesia dengan Harga Spesial Rp3.499.000 selama Bulan Ramadan

“Jaringan skala besar kami ada di beberapa kampus dan pusat belajar yang menjalankan aplikasi dengan performa ketat guna memastikan agar mahasiswa, akademisi dan peneliti dapat saling terhubung dan produktif,” kata Ron Gardner, senior infrastructure engineer, James Cook University. “Kami memilih pendekatan cloud-first dalam menjalankan infrastruktur kami dan peningkatan pada Aruba Central dan ArubaOS memberi kami visibilitas dan informasi untuk menyederhanakan operasional sekaligus mengurangi ruang untuk peralatan, serta dari cloud kami dapat mengelola kampus-kampus kami yang besar dan terpisah-pisah secara aman. Hal ini, pada akhirnya memungkinkan kami untuk secara proaktif mengidentifikasi dan mengatasi masalah sebelum masalah itu mengganggu operasional.”

Untuk memenuhi beragam persyaratan bisnis dan teknis organisasi yang ingin memanfaatkan kekuatan Intelligent Edge, Aruba telah memperluas opsi penggunaan dan pengadaan. Ini termasuk  network as-a-service melalui HPE GreenLake, atau pelanggan bisa mendapatkan Aruba ESP dengan opsi pembiayaan yang fleksibel melalui HPE Financial Service. Sebagai contoh, pelanggan bisa memperoleh teknologi yang mereka butuhkan hari ini dan hanya membayar 1% dari total nilai kontrak setiap bulan selama 8 bulan pertama. Ini menangguhkan lebih dari 90% biaya sampai 2021.

“Dengan kapasitas infrastruktur kami dan data bervolume besar yang dihasilkan dari edge, kami membutuhkan cara untuk mengidentifikasi, memperbaiki dan menyempurnakan jaringan secara otomatis,” ujar Brandon Stratton, ES network administrator of Information Technology, University of Houston. “Keahlian dan pendekatan Aruba dengan solusi berbasis AI seperti NetInsight merepresentasikan jalur pragmatis bagi kami untuk menganalisa dan bertindak berdasarkan informasi penting yang kami tangkap.”

BACA JUGA :  Xiaomi Hadirkan Xiaomi Watch dan Xiaomi Smart Band 8 Pro di Indonesia

Ikuti ATM Digital yang dimulai pada 9 Juni 2020 untuk melihat bagaimana Aruba ESP beraksi, dengarkan pandangan dari para tokoh dan pakar di industri dan pelajari mengenai kemajuan terkini di jaringan. Daftarkan diri Anda di sini.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

XLGAMES Resmi Rilis Game MMORPG ArcheAge untuk Region Asia Tenggara

Next Post

Lengkapi Produk AIoT, Realme Juga akan Luncurkan Realme Watch ke Indonesia

Related Posts
Total
0
Share