Connect with us

Berita

Canon Berhasil Menyabet Empat Penghargaan European Imaging and Sound Association (EISA) Award 2016-2017

Published

on

Trenteknologi.com – Canon berhasil meraih penghargaan European Imaging and Sound Association (EISA) 2016-2017. Adapun produk-produk andal Canon yang mendapatkan penghargaan EISA pada Empat produk periode ini adalah kamera profesional DSLR Canon EOS 1D X Mark II yang dinobatkan sebagai “European Professional DSLR Camera 2016-2017, kamera DSLR Canon EOS 80D sebagai European DSLR Camera 2016-2017, lensa profesional Canon EF 35mm F1.4L II USM yang mendapat gelar European Professional DSLR Lens 2016-2017, dan printer inkjet profesional Canon imagePROGRAF PRO-1000 sebagai “European Photo Printer 2016-2017.

 

Canon EOS 1D X Mark II: European Professional DSLR Camera 2016-2017

EOS 1D-X MK II

Kamera yang baru saja mendapat penghargaan untuk kategori “European Professional DSLR Camera 2016-2017” ini merupakan kamera DSLR profesional yang tepat bagi para fotografer yang membutuhkan performa kamera dengan kecepatan tinggi. Canon EOS 1D X Mark II dipuji dewan juri EISA sebagai kamera DSLR dengan sensor full frame yang mampu memotret hingga 14 foto per detik dengan fokus yang tetap akurat pada subjek yang terus bergerak. Kamera profesional yang dibekali dengan sensor CMOS Full Frame beresolusi 20,2 MP ini mampu menghasilkan foto dengan baik di segala kondisi, normal maupun di kondisi yang sangat minim cahaya. Kualitas video juga jauh lebih baik dengan kemampuan rekam video 4K selain itu pengguna semakin mudah dalam memilih dan memindahkan fokus melalui layar sentuh LCD. Canon EOS 1D X Mark II dikenal dengan keandalannya dalam mengabadikan gambar dengan cepat dan berkualitas tinggi, serta memiliki desain bodi kokoh yang dirancang untuk bisa digunakan di segala medan.

 

Canon EOS 80D: European DSLR Camera 2016-2017

EOS 80D

Menurut para juri EISA, kamera EOS 80D yang memiliki sensor CMOS ukuran APS-C 24,2 MP ini memiliki fitur yang inovatif untuk foto dan video. Keunggulan kamera ini salah satunya yaitu fitur Dual Pixel CMOS AF yang dapat secara cepat mencari fokus subjek pada saat merekam video atau memotret melalui tampilan layar LCD/mode live view dan sudah mendukung Power Zoom Adapter PZ-E1 yang dapat digunakan di lensa EF-S 18-135mm f/3.5-5.6 IS USM. Teknologi fokusnya pun sudah lebih baik dari seri sebelumnya dan sudah dibekali sensor 45 cross-type yang dilengkapi dengan vari-angle LCD layar sentuh beresolusi tinggi. Satu hal yang utama, kamera ini mampu menghasilkan kualitas foto yang prima.

 

Canon EF 35mm F1.4L II USM: European Professional DSLR Lens 2016-2017

 ef35mm-f14l-ii-usm

Lensa profesional ini memiliki kemampuan yang andal. Bahkan menurut juri EISA, lensa 35mm F1.4L II USM adalah lensa yang terbaik saat ini di pasaran.  Hasil fotonya sangat tajam mulai dari bagian tengah hingga bagian pinggir fotonya bahkan saat menggunakan bukaan diafragma f/1.4. Canon menggunakan teknologi SubWavelength Structure Coating (SWC) untuk meningkatkan transmisi cahaya, mengurangi flare dan ghost pada foto. Hadirnya 9-bilah diafragma di dalamnya, lensa ini mampu menghasilkan foto dengan efek bokeh yang menawan, serta memiliki seal di mount lensa yang dapat mencegah masuknya debu maupun lembab.

 

Canon imagePROGRAF PRO-1000: European Photo Printer 2016-2017

 Canon ImagePROGRAF PRO-1000

Canon imagePROGRAF PRO-1000 atau Pro-500 (untuk kawasan Asia) merupakan printer profesional dari Canon yang didedikasikan untuk mencetak foto hingga ukuran kertas A2. Printer ini dilengkapi dengan tinta pigment untuk hasil cetak yang menawan dan dapat dinikmati jangka panjang, tanpa harus mengorbankan kecepatan mencetak. Printer yang memiliki tingkat resolusi mencapai 2400x1200dpi, dengan 12 cartridges tinta di dalamnya termasuk warna matte black dan photo black yang terpisah. Printer ini juga mampu mencetak dari berbagai perangkat, melalui koneksi Hi Speed USB 2.0, Wi-Fi, Wi-Fi Pictbridge dan Ethernet. Juri menilai imagePROGRAF PRO-1000/PRO-500 merupakan printer profesional terkini yang memiliki biaya operasional yang rendah dengan kualitas cetak yang prima.

 

Penghargaan EISA ini mengukuhkan kualitas produk-produk pencitraan digital Canon, mulai dari perangkat input hingga perangkat output. Canon berkomitmen untuk terus menghadirkan produk-produk berkualitas yang disesuaikan dengan kebutuhan fotografi,” ujar Merry Harun – Direktur Divisi Canon pt. Datascrip.

EISA Award merupakan penghargaan tahunan di mana pemenangnya dipilih oleh lebih dari 45 majalah terkemuka di bidang elektronik, fotografi, video, audio dan home theater, dari 23 negara di Eropa. Semua juri bekerja secara terpisah, namun tetap dalam naungan European Imaging & Sound Association.

EISA Award memberikan penghargaan kepada produk-produk yang dirilis di Eropa dalam kurun waktu 12 bulan terakhir serta dianggap mewakili kategorinya. Penghargaan ini telah diberikan sejak tahun 1982. EISA Award tahun 2016-2017 ini merupakan penghargaan tahun ke-35 yang diberikan kepada produk-produk unggulan di seluruh dunia.

Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....

Berita

Walaupun Ikut Membawa Teknologi AI, Namun Huawei Nova Series Terbaru Berbeda ?

Published

on

Trenteknologi.com – Huawei melihat ada pergeseran fokus dari manufaktur smartphone pada 2018 ini. Pada awal tahun, manufaktur smartphone masih berkutat soal desain yang bezel-less, lalu lambat laun mulai mengarahkan perhatiannya pada teknologi Artificial Intelligence (AI). Sekarang, semua manufaktur sudah menanamkan kemampuan AI di perangkat jagoan mereka. Dan di antara fitur AI yang menarik itu, AI pada sektor fotografi adalah yang paling hangat dibicarakan.

Sejarah fotografi di telepon selular ditancapkan pada 18 tahun lalu dengan kehadiran kamera ponsel yang memakai sensor CMOS 110.000 piksel. Kemampuannya jauhlah dibandingkan dengan yang sudah kita nikmati pada hari-hari ini. Tapi tak bisa dipungkiri, telepon genggam berkamera pertama itu telah mengubah industri dan dampaknya kita rasakan sampai sekarang.

Berbagai manufaktur telepon seluler, sejak era feature phone, sampai di era smartphone sekarang, terus berinovasi, mencoba menghadirkan fitur kamera smartphone yang mampu mengabadikan kenangan-kenangan terbaik mereka. Malah, kalau bisa menggantikan kamera digital.

Dari sekadar kamera bersensor CMOS, industri kemudian mulai menerima smartphone berkamera 5 MP yang sudah mendukung autofocus. Tak hanya bagian belakang, kamera depan pun hadir, dan kelak melahirkan trend bernama selfie.

Kini, 18 tahun kemudian, teknologi kamera pada smartphone sudah melompat begitu jauh. Dari sekadar satu kamera di depan dan satu di belakang, kita sudah bisa menikmati kamera belakang tiga sekaligus pada P20 Pro, yang merupakan hasil kerjasama Huawei dan Leica.

Lebih jauh lagi, kita sudah berada di era fotografi smartphone yang mengutilisasi kemampuan teknologi kecerdasan buatan alias AI. Di zaman ini, manufaktur ponsel banyak yang terburu-buru masuk ke pasar, demi meraih keuntungan sebagai yang pertama. Kalau bisa dibagi, pasar saat ini bisa dibagi tiga grup, yaitu: Grup Chipset, Grup Kamera, dan Grup Algoritma.

Grup Chipset: sebab untuk menjalankan AI butuh volume komputasi yang masif, maka dibutuhkan prosesor khusus yang bisa merealisasikan fitur AI dan mengakselerasi proses fotografi. Sebagai AI, engine itu sendiri harus mampu meningkatkan dirinya sendiri dengan pembelajaran terus menerus. Salah satu prosesor yang mampu melakukan itu adalah Kirin 970 dari Huawei. Prosesor ini mengalahkan pesaingnya berkat adanya NPU untuk memproses gambar, sehingga ia lebih efisien.

Grup Kamera: Salah satu yang menonjol di sini adalah smartphone ciptaan Google yang diluncurkan di semester 2, 2017 lalu. Ia mengkombinasikan komputasi cloud dan algoritma untuk membagi-bagi proses AI pada foto dan video. Dengan begitu, smartphone di kelompok ini dapat merekam obyek dengan baik. Tapi masalahnya, sistem ini sangat tergantung pada koneksi Internet.

Grup Algoritma: Manufaktur smartphone asal China, kebanyakan ada di kelompok ini. Mereka sangat tergantung pada peningkatan performa CPU dan GPU untuk memenuhi kebutuhan AI. Tapi karena tidak ada yang khusus didedikasikan menangani AI, maka performanya pun tak utuh. Akan sangat berbeda hasilnya kalau ada NPU yang dikhususkan untuk menangani AI. Begitulah yang bisa dicapai oleh Huawei P20 Pro.

Tapi Huawei tampaknya ingin menyajikan kemampuan smartphone premium ini kepada masyarakat yang lebih luas melalui lini terbaru Nova Series-nya. Smartphone ini disebut diperkuat SoC kelas premium dengan kemampuan AI, tapi memiliki harga yang sebanding dengan smartphone kelas menengah lainnya.

Tak cuma itu, Nova Series terbaru ini juga sudah memakai empat kamera, dengan kamera belakang 24MP dan 16 MP, serta kamera depan yang memiliki formasi atau pasangan lensa 24MP dan 2MP. Kamera depan ini juga dilengkapi kemampuan scene recognition, yang pertama di industri. Sehingga bukan hanya obyek foto yang terlihat bagus, tapi latar belakangnya juga.

Makin penasaran? Jangan khawatir. Huawei akan segera menghadirkan smartphone berkemampuan hebat ini di Indonesia pada 31 Juli mendatang. Anda juga bisa mengintip lebih jauh fitur-fitur Nova Series terbaru ini melalui pemberitaan di media massa dan media sosial Huawei. Pantau terus ya.

Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://consumer.huawei.com/id/

Continue Reading

Berita

Generasi Baru Huawei Seri Nova Segera Hadir di Indonesia pada Akhir Juli

Published

on

Trenteknologi.com – Setelah menggebrak Indonesia dengan kehadiran smartphone flagship P20 Pro yang revolusioner, Huawei kini siap menghadirkan kembali smartphone terbarunya pada akhir bulan ini, yaitu generasi terbaru seri Nova. Smartphone ini akan diluncurkan secara resmi pada 31 Juli 2018 mendatang.

Generasi ketiga seri Nova ini menjanjikan peningkatan yang signifikan bagi target pasar dari seri Nova yaitu para kaum muda. Seri Nova terbaru ini baik dari sisi spesifikasi maupun fiturnya telah disempurnakan untuk anak muda yang energetik dan penuh semangat. Target audiens seri Nova terbaru ini adalah demografik yang unik, mereka adalah individu yang inventif dan tak takut menantang status quo.

Kaum muda nan pemberani ini tak takut menampilkan sisi terbaik dan paling menariknya saat berinteraksi dengan lingkungannya. Bagi mereka, sebuah perangkat bukan sekadar pernyataan tentang mode, tapi untuk menghibur diri, mengeksplorasi sisi terbaiknya, dan mengekspresikan dirinya, hal ini lah yang menginspirasi Huawei untuk menyajikan smartphone yang dapat memenuhi kebutuhan dari kaum muda tersebut.

Smartphone ini tak hanya mewarisi karakteristik pendahulunya, yang sudah terlebih dahulu meluncur di market Indonesia beberapa waktu lalu. Tapi DNA smartphone baru ini juga sudah ditingkatkan, yakni dengan ditambahkannya ramuan sukses berupa: desain yang luar biasa dan pengalaman fotografi empat kamera berbasiskan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang ditingkatkan.

Berbekal layar yang cukup luas untuk memuaskan mata penggunanya, Huawei juga menanamkan engine yang jauh melebihi pendahulu dan bahkan para pesaingnya di kelas yang sama. Sebab Huawei membenamkan teknologi sekelas flagship dan diperkuat oleh AI, di balik antarmuka yang terbaru.

“Generasi terbaru Nova ini, tak bisa disangkal lagi, telah memantapkan kepemimpinan Huawei di industri smartphone yang mengutilisasi kecanggihan teknologi AI,” kata Lo Khing Seng, Deputy Director Huawei Device Indonesia. “Perangkat ini dibuat bagi anak muda yang melihat smartphone sebagai medium yang penting untuk mengekspresikan dirinya, membantu menghasilkan foto yang bagus secara mudah dan desainnya yang trendi dengan detail yang indah membuatnya begitu modis.”

Penasaran seperti apa wujud seri Nova terbaru dari Huawei? Intip terus pemberitaan media dan kampanye digital yang digelar Huawei sampai tiba saat peluncurannya di Indonesia secara resmi pada 31 Juli mendatang.

Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://consumer.huawei.com/id/

Continue Reading

Berita

Guna Merevolusi Pengalaman Perbankan, BCA Bekerjasama dengan Avaya Digital Solutions

Published

on

Trenteknologi.com – Avaya Holdings Corp (NYSE: AVYA) hari ini mengumumkan kemitraan teknologinya dengan bank swasta terbesar di Indonesia, Bank Central Asia (BCA), dalam sebuah transformasi digital luar biasa, yang akan mengubah cara BCA berhubungan dengan pelanggannya.

Kemitraan itu diumumkan hari ini bersamaan dengan acara Experience Avaya Indonesia, sebuah acara yang berfokus pada masa depan komunikasi digital. BCA telah mengadopsi solusi lengkap Avaya pada lima contact centre mereka dengan lebih dari 1.500 agen pelanggan – sebuah langkah yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang makin sempurna dan mulus bagi pelanggan BCA yang sangat mobile dan serba cepat di kota-kota utama di Indonesia dan sekitarnya. Pelanggan sudah menggunakan MyBCA, yang merupakan sebuah layanan video perbankan terpadu yang dibuat bersama dengan Avaya, untuk digunakan oleh mereka yang sedang mobile.

Sejak meluncurkan aplikasi MyBCA, BCA mengalami pertumbuhan pelanggan yang stabil. Sami Ammous, Managing Director Avaya untuk ASEAN, mengatakan: “Kami senang dapat bekerja sama dengan BCA dalam strategi digitalisasinya, yang dirancang untuk mengubah pengalaman costumer service bank itu- sebuah pembeda yang besar bagi pelanggan yang semakin canggih dalam memilih bank di lingkungan yang sangat kompetitif.”

Nathalya Wani Sabu, Executive Vice President of Center of Digital Division, Bank Central Asia, mengatakan: “Solusi Avaya telah memungkinkan kami untuk meningkatkan pengalaman pelanggan kami, memberi Bank keunggulan yang jauh lebih kompetitif dan mendorong pertumbuhan bisnis kami. Teknologi telah mengubah cara dan ekspektasi para nasabah bank kami. Solusi Avaya yang kami adopsi menempatkan kami pada posisi yang yang sangat baik untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan kami.”

Banyak perusahaan di dunia yang bergantung pada solusi contact centre Avaya dalam mentransformasi constumer service dan kegiatan pendukung mereka, dan Avaya saat ini berada dalam posisi Leader menurut Gartner Magic Quadrant for Contact Center Infrastructure, Worldwide 2018, menandai pencapaian ke-17 kalinya Avaya berada di posisi itu. Perusahaan yang berada di kuadran Leaders pada Gartner Magic Quadrant selalu disebut sebagai “Perusahaan yang dieksekusi dengan baik terhadap visinya dan berada pada posisi yang baik menuju masa depannya”.

Sebagai tambahan setelah mengadopsi Aura Experience Portal, Interaction Center dan Call Management System dari Avaya, BCA telah mengumumkan bahwa perusahaan itu bermaksud menerapkan lebih jauh inisiatif digital Avaya di seluruh Indonesia pada bulan-bulan mendatang.

Continue Reading

Jooble.id

Advertisement
Advertisement

Tips & Trick

Review

Advertisement

Xiaomi Corner

Advertisement

Top 5