Connect with us

Berita

Kejahatan Siber di Tahun 2017, Hacker Berhasil Mencuri Uang Total Rp. 2.390

Published

on

Trenteknologi.com – Konsumen di seluruh dunia selalu merasa dirinya aman saat menggunakan internet setiap harinya, namun menurut Laporan yang dibuat oleh Norton Cyber Security Insights 2017 ternyata disaat yang bersamaan para hacker berhasil mencuri uang dengan total nominal hingga 172 miliar dollar AS yang berasal dari 978 juta konsumen di 20 negara pada tahun 2017 lalu.

Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan sebagian besar pengguna internet tidak cukup memiliki pengetahuan mengenai dasar-dasar tentang keamanan siber. Sebagai contoh yang paling sering terjadi sehingga kejahatan siber dapat terjadi adalah konsumen selalu menggunakan kata sandi yang sama di setiap akunnya. Terhitung 39% orang yang pernah menjadi korban kejahatan siber, selalu merasa percaya diri bahwa mereka saat ini telah mampu melindungi data dan informasi pribadi dan 33% korban percaya bahwa setelah menjadi korban kejahatan siber, mereka akan memiliki resiko yang kecil untuk menjadi korban untuk kesekian kalinya.

Laporan Internet Security Threat Reports (ISTR) ke-23 baru-baru ini menyebutkan bahwa profitabilitas ransomware pada tahun 2016 menjadikannya pasar yang menarik dengan permintaan tebusan yang terlalu mahal. Namun pada tahun 2017, ‘pasar’ ransomware melakukan perubahan dengan lebih sedikit jenis ransomware dan permintaan tebusan yang lebih rendah. Sementara itu, ancaman di ranah mobile terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Tahun lalu, rata-rata 24.000 aplikasi mobile berbahaya diblokir setiap hari.

Khusus untuk pengguna internet di Indonesia, telah terhitung kurang lebih 78% dari 1.336 pengguna mengaku pernah menjadi korban kejahatan siber dengan kerugian total mencapai 35 ribu dolar AS. Pelaku kejahatan sebagian besar bermotif finansial, mereka mencuri uang dengan cara menggunakan ransomware, penipuan bank, dan serangan spear phising di industry jasa keuangan. Menurut ISTR, tampaknya terjadi peningkatan sebesar 1,29% pada tahun 2016 menjadi 1,67% di tahun 2017 dalam jumlah malware, spam, host phising, bot, serangan jaringan, ransomware, dan cryptominer.

Menurut laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), pada tahun 2017 lalu telah terjadi kurang lebih 205 juta serangan siber di Indonesia. Dengan jumlah serangan siber yang cukup besar tersebut, total di tahun 2017 Indonesia telah menangkap setidaknya 153 warga negara asing yang menjalankan sindikat penipuan online di Indonesia. Dan BSSN menghimbau kepada masyarakat pengguna internet di Indonesia untuk lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan internet.

BACA JUGA :  ASUS Zenbo, Robot Pintar yang Dapat Membantu Pekerjaan Rumah Anda !

“Tindakan konsumen mengungkapkan suatu kejanggalan yang berbahaya: Meskipun terjadi gelombang rentetan kejahatan siber yang stabil yang dilaporkan oleh media, terlalu banyak orang tampaknya merasa kebal dan tidak mengambil tindakan pencegahan dasar untuk melindungi diri mereka sendiri. Kejanggalan ini menyoroti kebutuhan akan keamanan digital konsumen dan pentingnya konsumen untuk mengerti dasar-dasar keamanan guna mencegah kejahatan siber,” ujar Chee Choon Hong, Director, Asia Consumer Business, Symantec.

 

Orang Indonesia Menerapkan Langkah-Langkah Keamanan Siber, Namun Membiarkan Pintu Virtual Mereka Tidak Terkunci

Konsumen yang disurvei menggunakan teknologi perlindungan perangkat seperti ID sidik jari, pencocokan pola dan pengenalan wajah, di mana 40% menggunakan ID sidik jari, 34% menggunakan pencocokan pola, 23% menggunakan VPN pribadi, 10% menggunakan ID suara, 18% menggunakan otentikasi dua faktor dan 15% menggunakan pengenalan wajah. Namun, konsumen yang mengadopsi teknologi-teknologi tersebut masih kerap menggunakan password yang lemah dan menjadi korban kejahatan siber.

 

  • Konsumen menyatakan percaya diri, namun mereka lebih rentan terhadap serangan karena mereka melindungi banyak perangkat dan layanan yang lebih baru. Sebanyak 9% orang Indonesia yang disurvei yang menjadi korban kejahatan siber memiliki perangkat pintar untuk mengakses konten daring/streaming, dibandingkan dengan sekitar 91% yang bukan merupakan korban. Mereka juga tiga kali lebih mungkin untuk memiliki perangkat rumah yang terhubung.
BACA JUGA :  Xiaomi Akan Gunakan Prosesor Buatan Sendiri, Pada Generasi Redmi Mendatang ?

 

  • Meskipun mengalami tindak kejahatan siber dalam satu tahun terakhir, 20% korban yang disurvei menggunakan password online yang sama untuk beberapa akun dan 58% berbagi kata sandi mereka setidaknya untuk satu perangkat atau satu akun kepada orang lain sehingga meniadakan upaya keamanan. Sebagai perbandingan, hanya 16% responden yang bukan merupakan korban kejahatan siber yang menggunakan kembali kata sandi mereka dan 33% berbagi kata sandi dengan orang lain. Selain itu, 34% responden menulis kata sandi mereka di selembar kertas dan 19% menggunakan kata sandi yang berbeda dan menyimpan kata sandi tersebut ke dalam file di komputer/ponsel cerdas mereka dibandingkan dengan 12% responden yang bukan korban yang juga melakukan hal yang sama.

 

Batasan-Batasan Konsumen Menjadi Kabur Antara Kejahatan Dunia Maya dan “Kehidupan Nyata”

Sebanyak 79% konsumen Indonesia yang disurvei menyakini bahwa kejahatan dunia maya harus diperlakukan sebagai tindakan kriminal. Namun, ketika hal itu ditekankan, kontradiksi pun muncul. Hampir satu dari empat orang percaya bahwa mencuri informasi online tidak seburuk mencuri barang di ‘kehidupan nyata.’ Ketika diberi contoh-contoh kejahatan siber, 52% konsumen percaya bahwa melakukan perilaku-perilaku online yang secara moral patut dipertanyakan dalam beberapa kasus tertentu terkadang dapat diterima, seperti membaca email orang lain (30%), menggunakan email palsu atau email orang lain sebagai identitas pribadi secara online (29%), dan bahkan mengakses akun keuangan seseorang tanpa izin mereka (16%).

BACA JUGA :  Printer All-in-one PIXMA MG5770 : Cetak Dokumen atau Foto Jadi Makin Mudah dan Menyenangkan

 

Kondisi Kepercayaan Konsumen

Terlepas dari serangan-serangan siber yang terjadi tahun ini, orang Indonesia pada umumnya terus mempercayai lembaga yang mengelola data dan informasi pribadi mereka. Namun, mereka tidak mempercayai beberapa lembaga dan organisasi.

 

  • Survei menemukan bahwa konsumen memberi atau mempertahankan kepercayaan pada organisasi-organisasi seperti bank dan lembaga keuangan (43%), dan penyedia layanan perlindungan pencurian identitas (34%) meskipun terjadi serangan-serangan atas organisasi-organisasi tersebut yang menjadi berita utama tahun ini.
  • Sebanyak 20% responden kehilangan kepercayaan pada platform media sosial.
  • Survei juga menemukan bahwa lebih dari separuh (53%) korban kejahatan siber di Indonesia merasa percaya diri pada kemampuan mereka untuk mengelola data dan informasi pribadi mereka sendiri.

Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Serangan Ransomware.SamSam Terus Berlanjut ke Seluruh Institusi di Amerika Serikat

Published

on

Trenteknologi.com – Kelompok di balik serangan ransomware bernama SamSam (Ransom.SamSam) terus menggencarkan serangannya ke seluruh  institusi yang ada di Amerika Serikat selama tahun 2018, dengan serangan-serangan baru yang terlihat menyasar 67 target yang berbeda, sebagian besar berada di AS.

SamSam yang spesialis dalam serangan ransomware tertaget, menyusup ke jaringan dan mengenkripsi banyak komputer di sebuah institusi sebelum mengajukan meminta tebusan dengan nilai yang tinggi. Kelompok ini diyakini berada di balik serangan Samsam di Kota Atlanta pada bulan Maret, yang menyebabkan banyak komputer di kota tersebut terenkripsi. Biaya yang dibutuhkan untuk membersihkan serangan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$ 10 juta.

Kelompok ini juga terkait dengan serangan di Departemen Transportasi Colorado, yang menghabiskan biaya sebesar US$1,5 juta untuk membasmi serangan tersebut.

Konsentrasi Tinggi di Amerika

Selama tahun 2018, sampai kini Symantec telah menemukan bukti serangan terhadap 67 institusi yang berbeda. SamSam menargetkan institusi di berbagai sektor, namun sejauh ini sektor kesehatan adalah yang paling terpengaruh dengan jumlah persentase serangan sebesar 24 persen dari total serangan yang terjadi pada 2018.

Tak jelas mengapa institusi kesehatan menjadi sasaran khusus. Para penyerang mungkin percaya bahwa institusi kesehatan lebih mudah diinfeksi. Atau mereka mungkin percaya bahwa institusi ini memiliki kemungkinan lebih besar untuk membayar tebusan.

Sejumlah institusi pemerintahan lokal di AS juga menjadi sasaran kelompok tersebut dan setidaknya salah satunya terlibat dalam penyelenggaraan pemilu. Seiring dengan penyelenggaraan midterm election di AS pada 6 November, fokusnya secara alamiah adalah pada operasi informasi cyber dan ancaman terhadap integritas data pemilihan. Namun, serangan ransomware seperti SamSam juga dapat secara signifikan mengganggu institusi-institusi pemerintah dan operasionalnya.

Institusi yang menjadi target SamSam dari berbagai sektor, namun sektor kesehatan sejauh ini yang paling sering menjadi sasaran.

Sebagian besar target SamSam berlokasi di AS. Dari 67 institusi yang tertaget selama 2018, 56 berlokasi di AS. Sementara itu, sebagian kecil serangan terjadi di Portugal, Prancis, Australia, Irlandia, dan Israel.

Dari 67 institusi yang diserang oleh SamSam pada tahun 2018 sebagian besar berlokasi di AS.

Ransomware Tertaget

Kalau sebagian besar keluarga ransomware menyebar tanpa pandang bulu, biasanya melalui spam di email atau perangkat yang tereksploitasi, SamSam digunakan dengan cara menargetkan serangannya. Modus operandi kelompok SamSam adalah dengan mendapatkan akses ke jaringan institusi, melakukan pengintaian secara terus menerus dengan memetakan jaringan, sebelum mereka mengenkripsi sebanyak mungkin komputer dan memeras dengan mengajukan permintaan tebusan tunggal.

BACA JUGA :  Xiaomi Akan Gunakan Prosesor Buatan Sendiri, Pada Generasi Redmi Mendatang ?

Para penyerang diketahui menawarkan untuk men-decrypt semua komputer untuk satu harga tebusan dan/atau menawarkan untuk melakukan decrypt pada komputer secara individual dengan biaya yang lebih murah. Dalam banyak kasus, permintaan uang tebusan dapat mencapai puluhan ribu dolar untuk men-decrypt semua komputer yang terkena serangan di sebuah institusi. Jika serangan berhasil diluncurkan, serangan ini dapat berdampak buruk pada institusi korban, sebab serangan ini dapat mengganggu operasional mereka, menghilangkan informasi bisnis yang sangat penting, dan terpaksa mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk pembersihan.

Cara SamSam menaklukkan institusi

Para penyerang di balik SamSam berusaha keras untuk menginfeksi sebanyak mungkin komputer dalam sebuah institusi yang ditargetkan. Beberapa software digunakan untuk melakukan serangan dan, dalam banyak kasus, penyelesaian seluruh prosesnya dapat memakan waktu beberapa hari.

Untuk meluncurkan serangannya, kelompok SamSam menggunakan taktik yang dikenal dengan istilah “living off the land” secara ekstensif: yaitu penyerang menggunakan sistem operasi atau tool administrasi jaringan milik korban sendiri.

Taktik ini sering digunakan oleh kelompok mata-mata untuk diam-diam masuk ke jaringan target. Mereka membuat aktivitasnya tampak seperti proses yang sah, mereka berharap dapat bersembunyi walaupun sudah nampak di depan mata.

Misalnya, dalam satu serangan yang terjadi pada Februari 2018, lebih dari 48 jam berlalu sejak bukti pertama penerobosan didapatkan dan terjadinya enkripsi pada ratusan komputer di sebuah institusi yang diserang.

BACA JUGA :  Samsung Segera Rilis Galaxy S6 dan S6 Edge Iron Man Edition !

Tanda pertama penerobosan muncul ketika para penyerang mengunduh beberapa tool peretasan ke komputer di sebuah institusi yang dijadikan target.  Sepuluh menit kemudian, para penyerang mulai menjalankan script untuk mengidentifikasi dan memindai komputer lain di jaringan institusi itu. Mereka menggunakan PsInfo, sebuah tool dari Microsoft Sysinternals yang memungkinkan pengguna untuk mengumpulkan informasi tentang komputer lain di jaringan milik institusi. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi software yang diinstal pada komputer-komputer ini. PsInfo mungkin telah digunakan untuk mengidentifikasi sistem yang berisi file-file teramat penting yang kemudian dienkripsi untuk meminta tebusan. Para penyerang juga menggunakan tool peretasan gratisan Mimikatz (Hacktool.Mimikatz) yang digunakan untuk  mencuri password di sejumlah komputer.

Setelah proses awal serangan ini, para penyerang kembali dua hari kemudian dan, tak lama setelah jam 5 pagi, mereka memasukkan ransomware SamSam ke komputer awal. Yang menarik, dua versi SamSam yang berbeda dimasukkan. Ada kemungkinan bahwa dua versi itu digunakan sebagai alternatif atau cadangan semisal ada satu versi yang terdeteksi oleh software keamanan.

Satu jam kemudian, serangan tersebut mulai menjalankan SamSam di beberapa komputer di seluruh jaringan institusi. Operasi ini dilakukan menggunakan PsExec, tool Microsoft Sysinternals yang lain, yang digunakan untuk mengeksekusi proses pada sistem lain. Lima jam kemudian, kurang dari 250 komputer di jaringan telah dienkripsi.

BACA JUGA :  Xiaomi Rangkul JD.id & Lazada, Untuk Menjual Produk Terbarunya

 

Ancaman yang berkelanjutan dan kuat

SamSam terus menjadi ancaman serius bagi institusi di AS. Kelompok ini terampil dan banyak akal, mampu menggunakan taktik dan tool yang lebih sering dipakai dalam serangan mata-mata.

Serangan SamSam yang berhasil, kemungkinan besar akan sangat mengganggu institusi yang terinfeksi. Dalam skenario terburuknya, jika tidak ada backup yang tersedia atau jika backup juga ikut dienkripsi oleh SamSam, data berharga dapat hilang secara permanen dalam serangan tersebut. Bahkan jika suatu institusi memiliki backup-nya, memulihkan komputer yang terinfeksi dan membersihkan jaringan tersebut dari serangan akan menghabiskan waktu dan uang dan dapat menyebabkan rusaknya reputasi.

Perlindungan

Perlindungan berikut ini disediakan untuk melindungi pelanggan dari serangan SamSam:

  • SamSam
  • Mimikatz

Selain itu, Symantec’s Targeted Attack Analytics (TAA) mampu mengidentifikasi dan memberikan peringatan terhadap aktivitas “living off the land” yang terkait dengan serangan yang ditargetkan seperti SamSam. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang TAA, silahkan baca laporan resmi kami:

Targeted Attack Analytics: Using Cloud-based Artificial Intelligence for Enterprise-

Focused Advanced Threat Protection

Langkah-Langkah terbaik

Mem-backup data penting adalah salah satu pilar utama dalam menangkal infeksi ransomware. Namun, karena ada kasus ransomware yang juga mengenkripsi backup, maka seharusnya backup bukanlah pengganti strategi keamanan yang kuat.

Korban harus sadar bahwa membayar uang tebusan tidak selalu berhasil menyelesaikan masalah. Penyerang mungkin tidak mengirim kunci decrypt, melainkan dapat melakukan proses decrypt dengan buruk dan dapat merusak file, dan mungkin dapat mengirimkan permintaan tebusan yang lebih besar setelah menerima pembayaran awal.

Continue Reading

Berita

Sambut 11.11, JD.ID Gelar “3 Amazing Days” Mulai 9-11 November 2018

Published

on

Trenteknologi.com – JD.ID sebuah perusahaan e-dagang yang terafiliasi dengan JD.com, sebuah perusahaan internet terbesar ke-3 di di dunia turut meramaikan perayaan 11.11 atau yang kerap disebut Single Day dengan beragam diskon dan promo menarik yang bertajuk ‘Amazing 11.11’ ini. Single Day sendiri adalah sebuah tradisi yang berasal dari Tiongkok dimana setiap tanggal 11 November, muda-mudi yang belum mempunyai pasangan merayakan kelajangan mereka dengan berbelanja secara gencar karena banyaknya promosi digelar para pemain e-dagang.

Beragam produk dari 100+ merek-merek terbaik pilihan seperti diantaranya Intel, Philips, P&G, dan Enfagrow akan turut meramaikan perayaan ini. Tidak tanggung-tanggung, dalam kampanye kali ini, total manfaat yang dapat dinikmati pembeli mencapai sebesar total 11 Milyar Rupiah.

Pada rangkaian kampanye Amazing 11.11 ini, beberapa signature campaign JD.ID seperti JD Half (diskon setengah harga) dan JD99 (harga serba 99 ribu) akan hadir di puncaknya pada tanggal 11 November.

Tak hanya itu, beragam diskon dan promo lainnya juga dihadirkan, seperti:

  1. 24 jam Flash Sale selama 3 hari
  2. Diskon 99%: Diskon sampai dengan 99% untuk brand-brand pilihan
  3. Mystery Box: Promo dari brand-brand unggulan dalam satu paket
  4. Beragam produk dengan harga serba Rp 11.000 dan Rp 000
  5. Promo bayar hanya 11% saja
  6. Brand Day Parade: Parade diskon khusus brand tertentu setiap hari selama 3 hari
BACA JUGA :  MIUI 7 Global Stable Resmi Dirilis, Berikut ini Beberapa Perbaikan Bug-nya !

Mia Fawzia, Head of Marketing JD.ID mengungkapkan, “Perayaan diskon untuk merayakan Single Day telah menjadi semacam momen yang sangat penting di JD.ID. Hal itu dikarenakan JD.com sendiri merupakan salah satu pencetus tradisi belanja ini di negeri asalnya, Tiongkok. Salah satu promo kami yang paling baru dan sensasional adalah JD Golden Ticket yakni kesempatan untuk memenangkan produk luxury dan branded yang #DijaminOri dengan harga Rp 111.000 saja. Tema Amazing 11.11 ini sengaja dipilih agar konsumen dapat merasakan amazing experience dalam berbelanja.”

“Lebih dari sekedar mempersembahkan beragam diskon, 11.11 adalah saat bagi kami untuk bersama- sama berpesta bersama para konsumen kami, sekaligus wujud terima kasih karena telah menjadi pelanggan setia JD.ID.” tambah Mia

TVC Bollywood Edition

Masih menyorot originalitas, setelah TV Commercial edisi “Suster Ngesot Aja Pilih yang Ori” yang sempat viral, JD.ID meluncurkan TVC baru dengan tajuk “Artis Bollywood Aja Pilih yang Ori”. Tema ‘Pilih yang Ori’ ini dipilih untuk memperkuat brand positioning JD.ID yang sudah dikenal dengan slogannya yakni #DijaminOri. TVC yang diluncurkan untuk turut meramaikan perayaan 11.11 ini mengambil gaya komedi agar pesan dapat tersampaikan dengan baik sekaligus tetap menghibur para penonton.

Untuk menyaksikan TVC tersebut, bisa klik: https://www.youtube.com/watch?v=c5xjqJfB4Nc

Jadi, bersiaplah menikmati pesta diskon di Amazing 11 JD.ID. Pastikan Anda menjadi salah satu yang dapat turut beragam manfaat senilai 11 Milyar dari JD.ID.

BACA JUGA :  Printer All-in-one PIXMA MG5770 : Cetak Dokumen atau Foto Jadi Makin Mudah dan Menyenangkan

Continue Reading

Berita

Harga Huawei Y5 & Y6 Dipangkas Hingga 40% untuk Festival Belanja 11.11 di Lazada

Published

on

Trenteknologi.com – Huawei melakukan penyegaran harga terhadap smartphone Y5 Prime 2018 dan Y6 2018, sehingga kedua smartphone ini akan menjadi pilihan yang terbaik pada momentum belanja terbesar di dunia pada 11 November 2018 atau biasa juga dikenal dengan festival belanja 11.11.

Huawei Y5 Prime 2018 dan Y6 2018 adalah smartphone entry level dari Huawei yang telah dilengkapi dengan fitur-fitur mumpuni, namun kini bisa didapatkan dengan harga yang semakin terjangkau, sehingga momen belanja 11.11 di Lazada terasa sempurna. Dalam rangka Festival Belanja 11.11 di Lazada, konsumen akan mendapatkan potongan harga untuk Y5 Prime dari Rp 1,699,000 menjadi Rp 999,000 dan untuk Y6 mendapat potongan harga dari Rp 1,999,000 menjadi Rp 1,249,000  saja.

Untuk harga special ini bisa didapatkan melalui partner penjualan Lazada untuk Huawei Y6 di link https://bit.ly/2QfHoek dan untuk Huawei Y5 Prime di link https://bit.ly/2PzizNu .

Selain konsisten dalam memperkenalkan lini premiumnya P Series dan Mate Series yang menyematkan teknologi terbaik dari Huawei, dan juga lini kelas menengah Nova Series untuk kaum muda yang dinamis, Huawei juga berkomitmen untuk menjangkau pasar yang lebih luas lagi dengan tetap menghadirkan teknologi terbaik untuk lini entry level, Y Series.

Huawei Y5 Prime 2018 dan Y6 2018 adalah smartphone yang sudah mengutilisasi keunggulan teknologi layar FullView dari Huawei. Disertai dengan daya baterai yang panjang, fitur selfie yang mampu menghasilkan foto yang alami, serta user experience yang mulus berkat sistem operasi yang mumpuni di kelasnya. Kedua smartphone ini sangat cocok bagi anak muda yang ingin tampil gaya tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam.

BACA JUGA :  Samsung Segera Rilis Galaxy S6 dan S6 Edge Iron Man Edition !

 

Huawei Y5 Prime 2018

Dengan layar HD+ FullView seluas 5,45 inci, smartphone ini menyajikan tampilan yang lebih luas bagi para penggunanya. Desain yang kompak membuatnya juga nyaman digenggam dan mudah dikendalikan dengan satu lengan. Tampilannya tampak mewah dan modern dengan tubuh yang dipoles seperti logam.

Huawei Y5 Prime 2018 memiliki kamera belakang 13MP dan kamera depan 5MP dengan fitur selfie toning flash. Fitur ini memungkinkan pengguna memotret foto selfie yang lebih terang meski dalam pencahayaan rendah. Selfie toning flash secara otomatis bisa mendeteksi cahaya di wajah pengguna dan dengan cerdas menyesuaikan tingkat kecerahan untuk menghasilkan selfie yang natural.

Sedangkan kamera belakang 13MP dilengkapi dengan teknologi HDR untuk menjaga keseimbangan kecerahan, demi mencegah terjadinya over-exposure dan menyesuaikan latar belakang gelap. Disertakan pula berbagai filter untuk menghasilkan foto yang lebih artistik serta foto panorama dari 90 sampai 360 derajat.

Dengan sistem operasi Android 8.1.0 yang dikombinasikan dengan RAM 2GB plus ROM 16GB (bisa diperluas sampai 256GB dengan kartu MicroSD), smartphone ini memastikan performa yang mulus. Dengan mode split-screen, pengguna bisa melakukan multitasking bahkan menjalankan dua aplikasi video bersamaan. Segala kemudahan itu bisa dinikmati lebih lama berkat baterai 3020 mAh (typical value) yang sudah dilengkapi teknologi Power Saving 6.0, sehingga dapat memutar video selama 13 jam atau memainkan musik sampai 62 jam.

BACA JUGA :  Printer All-in-one PIXMA MG5770 : Cetak Dokumen atau Foto Jadi Makin Mudah dan Menyenangkan

Huawei Y6 2018

Masih mengandalkan desain cantik dan layar HD+ (1440*720) berukuran 5,7 inci yang lebih luas berkat teknologi FullView, Huawei Y6 2018 juga menghadirkan pengalaman audio yang unik dan berwarna, sehingga smartphone ini cocok dipakai untuk menikmati hiburan. Ia memiliki speaker dengan volume tinggi yang bisa mencapai output audio berkualitas tinggi 88 dB, yang lebih tinggi dari rata-rata smartphone. Uniknya, meski volumenya tinggi suaranya tetap terdengar empuk di telinga.

Diperkuat dengan sistem operasi Android 8.0 yang dikustom di EMUI 8.0 menghasilkan smartphone yang tak hanya cerdas tapi menyajikan pengalaman penggunaan yang lancar. Didukung juga dengan RAM 2GB dan ROM 16GB yang bisa diperluas dengan kartu MicroSD 256GB.

Dengan fitur Game Suite, pengguna bisa menikmati game dengan sumber daya yang diintegrasikan dan ditingkatkan performanya. Fitur ini memiliki smart mode yang dapat menyeimbangkan performa game dan konsumsi baterai, power saving mode untuk mengurangi performa game dan menghemat baterai, serta game mode untuk menikmati game dalam performa tinggi. Aktivitas main game juga takkan terganggu dengan notifikasi yang tak perlu di smartphone berkat adanya fitur uninterrupted gaming.

Huawei Y6 2018 mempunyai kamera belakang 16MP dan kamera depan 5MP yang disertai fitur smart selfie toning flash, yang akan menghasilkan selfie yang lebih natural bahkan di tengah pencahayaan minimal. Kamera depan ini bahkan bisa dikontrol dengan suara dan punya fitur tambahan untuk selfie seperti time-lapse. Semua kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi dari Huawei bisa dinikmati lebih lama berkat baterai 3.000 mAh (typical value) yang disertai power saving 6.0 untuk membantu menghemat konsumsi daya dengan berbagai macam pengaturan.

BACA JUGA :  Selain EOS M3, Canon Juga Luncurkan EOS 760D & EOS 750D !

Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://consumer.huawei.com/id/

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Tips & Trick

Review

Xiaomi Corner

Advertisement

Top 5