Connect with us

Berita

Meriahnya Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 di Pulau Dewata

Published

on

Trenteknologi.com – Tirta Agung, GWK Cultural Park hari Minggu (18/10) terlihat berbeda dari biasanya. Kawasan pariwisata yang terkenal di Pulau Dewata ini tidak hanya diramaikan oleh para wisatawan melainkan dihadiri oleh lebih dari 800 pecinta fotografi dari berbagai daerah. Mereka adalah para peserta Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 yang berasal dari wilayah Bali dan berbagai penjuru tanah air, baik fotografer yang berasal dari kalangan pelajar, ibu rumah tangga, eksekutif, hingga para fotografer profesional. Semua tampak beratribut lengkap Canon PhotoMarathon Indonesia dan berkumpul jadi satu di kawasan Tirta Agung.

Acara Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 Bali secara resmi dibuka oleh Merry Harun selaku Direktur Divisi Canon, pt Datascrip, dan para juri.

Sebanyak 811 peserta Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 di Bali bersiap di Tirta Agung, GWK Cultural Park, Minggu (18/10) untuk berlomba memperebutkan hadiah senilai ratusan juta rupiah dan trip klinik foto ke Jepang. Meskipun baru diadakan pertama kali di Bali, antusias peserta sangat luar biasa. Bagi yang ingin mengikuti Canon PhotoMartahon Indonesia 2015, masih ada kesempatan di Jakarta, Sabtu 24 Oktober 2015. Silakan kunjungi www.canon-asia.com/photomarathon.

Sebanyak 811 peserta Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 di Bali bersiap di Tirta Agung, GWK Cultural Park, Minggu (18/10) untuk berlomba memperebutkan hadiah senilai ratusan juta rupiah dan trip klinik foto ke Jepang. Meskipun baru diadakan pertama kali di Bali, antusias peserta sangat luar biasa. Bagi yang ingin mengikuti Canon PhotoMartahon Indonesia 2015, masih ada kesempatan di Jakarta, Sabtu 24 Oktober 2015. Silakan kunjungi www.canon-asia.com/photomarathon.

Sesi lomba yang terbagi dalam 3 tema dimulai dengan pengumuman tema 1, yaitu “Hampir Jadi”.  Setelah tema 1 berakhir, maka tema 2, yaitu “Perbedaan yang Indah”  pun diumumkan. Menjelang batas akhir perburuan foto tema ke-2, panitia kemudian menginformasikan tema terakhir, yaitu “Khas Bali”. Para peserta pun kembali bergerak mencari bidikan yang diterjemahkan dari tema tersebut berdasarkan imajinasi dan kreativitas masing-masing.

Setelah waktu yang ditentukan selesai, hasil foto para peserta dikumpulkan dan langsung dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Samuel Sunanto (Fotografer Profesional), Wayan Andhika Dana (Fotografer Profesional), Yadi Yasin (Fotografer Profesional), Dudi Sugandi (Fotografer & Pewarta Foto), Denny Feblu (Fotografer & Pengamat Fotografi), dan Budianto Iskandar (Direktur PT. Datascrip).

Selain pengalaman lomba, para peserta mendapatkan ilmu fotografi yang berharga dari sesi seminar  yang dibawakan oleh Fotografer Senior, Yuyung Abdi. Para peserta terlihat antusias mengikuti seminar tersebut meskipun cuaca sangat terik di sekitar kawasan Tirta Agung, GWK Cultural Park.

Keceriaan acara semakin terasa dengan adanya permainan dan kuis berhadiah menarik yang terus dilempar ke para peserta sepanjang acara sehingga kelelahan aktivitas dari pagi hari tidak terasa membebani para peserta dan menjadikan suasana acara tetap meriah dari awal hingga akhir acara. Para peserta bisa mengikuti sesi hunting foto model sembari menunggu pengumuman pemenang.

Menjelang sore, Dewan Juri pun mengumumkan para pemenang Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 – Bali. Juara Umum dimenangkan oleh Adhitiya Wibhawa dan berhak membawa pulang Kamera DSLR Canon EOS 100D serta mengikuti Trip Photo Clinic ke Jepang. Bersama dengan juara umum dari Yogyakarta dan Jakarta, mereka akan dikumpulkan dengan juara utama dari negara penyelenggara Canon PhotoMarathon Asia 2015 lainnya.

Adhitiya Wibhawa – Juara Umum Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 – Bali (tengah) berfoto bersama Merry Harun – Canon Division Director, pt. Datascrip (kiri) dan Joe Kamdani – Founder & Chairman, pt. Datascrip (kanan) usai menerima hadiah Juara Umum berupa 1 unit kamera DSLR Canon EOS 100D dan perjalanan klinik foto ke Jepang, yang juga akan diikuti bersama para pemenang Canon PhotoMarathon dari negara Asia lainnya.

Adhitiya Wibhawa – Juara Umum Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 – Bali (tengah) berfoto bersama Merry Harun – Canon Division Director, pt. Datascrip (kiri) dan Joe Kamdani – Founder & Chairman, pt. Datascrip (kanan) usai menerima hadiah Juara Umum berupa 1 unit kamera DSLR Canon EOS 100D dan perjalanan klinik foto ke Jepang, yang juga akan diikuti bersama para pemenang Canon PhotoMarathon dari negara Asia lainnya.

Selain Indonesia, Canon PhotoMarathon Indonesia 2015 yang merupakan bagian dari Canon PhotoMarathon Asia 2015, juga diselenggarakan di 10 negara lainnya, yaitu: Brunei Darussalam, Hong Kong, India, Kamboja, Malaysia, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

”Meskipun kegiatan Canon PhotoMarathon Indonesia baru pertama kali digelar di Bali, namun antusiasme para fotografer sangat tinggi sehingga diikuti oleh lebih dari 800 peserta, tepatnya 811 peserta. Selain sesi lomba yang ditujukan untuk mengasah kreativitas para peserta, ajang ini juga menjadi sarana berkumpul, menambah ilmu dan saling berbagi. Kami harap kegiatan ini dapat memajukan industri fotografi di Indonesia,” ujar Merry Harun – Direktur Divisi Canon, pt. Datascrip.

Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....

Berita

Walaupun Ikut Membawa Teknologi AI, Namun Huawei Nova Series Terbaru Berbeda ?

Published

on

Trenteknologi.com – Huawei melihat ada pergeseran fokus dari manufaktur smartphone pada 2018 ini. Pada awal tahun, manufaktur smartphone masih berkutat soal desain yang bezel-less, lalu lambat laun mulai mengarahkan perhatiannya pada teknologi Artificial Intelligence (AI). Sekarang, semua manufaktur sudah menanamkan kemampuan AI di perangkat jagoan mereka. Dan di antara fitur AI yang menarik itu, AI pada sektor fotografi adalah yang paling hangat dibicarakan.

Sejarah fotografi di telepon selular ditancapkan pada 18 tahun lalu dengan kehadiran kamera ponsel yang memakai sensor CMOS 110.000 piksel. Kemampuannya jauhlah dibandingkan dengan yang sudah kita nikmati pada hari-hari ini. Tapi tak bisa dipungkiri, telepon genggam berkamera pertama itu telah mengubah industri dan dampaknya kita rasakan sampai sekarang.

Berbagai manufaktur telepon seluler, sejak era feature phone, sampai di era smartphone sekarang, terus berinovasi, mencoba menghadirkan fitur kamera smartphone yang mampu mengabadikan kenangan-kenangan terbaik mereka. Malah, kalau bisa menggantikan kamera digital.

Dari sekadar kamera bersensor CMOS, industri kemudian mulai menerima smartphone berkamera 5 MP yang sudah mendukung autofocus. Tak hanya bagian belakang, kamera depan pun hadir, dan kelak melahirkan trend bernama selfie.

Kini, 18 tahun kemudian, teknologi kamera pada smartphone sudah melompat begitu jauh. Dari sekadar satu kamera di depan dan satu di belakang, kita sudah bisa menikmati kamera belakang tiga sekaligus pada P20 Pro, yang merupakan hasil kerjasama Huawei dan Leica.

Lebih jauh lagi, kita sudah berada di era fotografi smartphone yang mengutilisasi kemampuan teknologi kecerdasan buatan alias AI. Di zaman ini, manufaktur ponsel banyak yang terburu-buru masuk ke pasar, demi meraih keuntungan sebagai yang pertama. Kalau bisa dibagi, pasar saat ini bisa dibagi tiga grup, yaitu: Grup Chipset, Grup Kamera, dan Grup Algoritma.

Grup Chipset: sebab untuk menjalankan AI butuh volume komputasi yang masif, maka dibutuhkan prosesor khusus yang bisa merealisasikan fitur AI dan mengakselerasi proses fotografi. Sebagai AI, engine itu sendiri harus mampu meningkatkan dirinya sendiri dengan pembelajaran terus menerus. Salah satu prosesor yang mampu melakukan itu adalah Kirin 970 dari Huawei. Prosesor ini mengalahkan pesaingnya berkat adanya NPU untuk memproses gambar, sehingga ia lebih efisien.

Grup Kamera: Salah satu yang menonjol di sini adalah smartphone ciptaan Google yang diluncurkan di semester 2, 2017 lalu. Ia mengkombinasikan komputasi cloud dan algoritma untuk membagi-bagi proses AI pada foto dan video. Dengan begitu, smartphone di kelompok ini dapat merekam obyek dengan baik. Tapi masalahnya, sistem ini sangat tergantung pada koneksi Internet.

Grup Algoritma: Manufaktur smartphone asal China, kebanyakan ada di kelompok ini. Mereka sangat tergantung pada peningkatan performa CPU dan GPU untuk memenuhi kebutuhan AI. Tapi karena tidak ada yang khusus didedikasikan menangani AI, maka performanya pun tak utuh. Akan sangat berbeda hasilnya kalau ada NPU yang dikhususkan untuk menangani AI. Begitulah yang bisa dicapai oleh Huawei P20 Pro.

Tapi Huawei tampaknya ingin menyajikan kemampuan smartphone premium ini kepada masyarakat yang lebih luas melalui lini terbaru Nova Series-nya. Smartphone ini disebut diperkuat SoC kelas premium dengan kemampuan AI, tapi memiliki harga yang sebanding dengan smartphone kelas menengah lainnya.

Tak cuma itu, Nova Series terbaru ini juga sudah memakai empat kamera, dengan kamera belakang 24MP dan 16 MP, serta kamera depan yang memiliki formasi atau pasangan lensa 24MP dan 2MP. Kamera depan ini juga dilengkapi kemampuan scene recognition, yang pertama di industri. Sehingga bukan hanya obyek foto yang terlihat bagus, tapi latar belakangnya juga.

Makin penasaran? Jangan khawatir. Huawei akan segera menghadirkan smartphone berkemampuan hebat ini di Indonesia pada 31 Juli mendatang. Anda juga bisa mengintip lebih jauh fitur-fitur Nova Series terbaru ini melalui pemberitaan di media massa dan media sosial Huawei. Pantau terus ya.

Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://consumer.huawei.com/id/

Continue Reading

Berita

Generasi Baru Huawei Seri Nova Segera Hadir di Indonesia pada Akhir Juli

Published

on

Trenteknologi.com – Setelah menggebrak Indonesia dengan kehadiran smartphone flagship P20 Pro yang revolusioner, Huawei kini siap menghadirkan kembali smartphone terbarunya pada akhir bulan ini, yaitu generasi terbaru seri Nova. Smartphone ini akan diluncurkan secara resmi pada 31 Juli 2018 mendatang.

Generasi ketiga seri Nova ini menjanjikan peningkatan yang signifikan bagi target pasar dari seri Nova yaitu para kaum muda. Seri Nova terbaru ini baik dari sisi spesifikasi maupun fiturnya telah disempurnakan untuk anak muda yang energetik dan penuh semangat. Target audiens seri Nova terbaru ini adalah demografik yang unik, mereka adalah individu yang inventif dan tak takut menantang status quo.

Kaum muda nan pemberani ini tak takut menampilkan sisi terbaik dan paling menariknya saat berinteraksi dengan lingkungannya. Bagi mereka, sebuah perangkat bukan sekadar pernyataan tentang mode, tapi untuk menghibur diri, mengeksplorasi sisi terbaiknya, dan mengekspresikan dirinya, hal ini lah yang menginspirasi Huawei untuk menyajikan smartphone yang dapat memenuhi kebutuhan dari kaum muda tersebut.

Smartphone ini tak hanya mewarisi karakteristik pendahulunya, yang sudah terlebih dahulu meluncur di market Indonesia beberapa waktu lalu. Tapi DNA smartphone baru ini juga sudah ditingkatkan, yakni dengan ditambahkannya ramuan sukses berupa: desain yang luar biasa dan pengalaman fotografi empat kamera berbasiskan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang ditingkatkan.

Berbekal layar yang cukup luas untuk memuaskan mata penggunanya, Huawei juga menanamkan engine yang jauh melebihi pendahulu dan bahkan para pesaingnya di kelas yang sama. Sebab Huawei membenamkan teknologi sekelas flagship dan diperkuat oleh AI, di balik antarmuka yang terbaru.

“Generasi terbaru Nova ini, tak bisa disangkal lagi, telah memantapkan kepemimpinan Huawei di industri smartphone yang mengutilisasi kecanggihan teknologi AI,” kata Lo Khing Seng, Deputy Director Huawei Device Indonesia. “Perangkat ini dibuat bagi anak muda yang melihat smartphone sebagai medium yang penting untuk mengekspresikan dirinya, membantu menghasilkan foto yang bagus secara mudah dan desainnya yang trendi dengan detail yang indah membuatnya begitu modis.”

Penasaran seperti apa wujud seri Nova terbaru dari Huawei? Intip terus pemberitaan media dan kampanye digital yang digelar Huawei sampai tiba saat peluncurannya di Indonesia secara resmi pada 31 Juli mendatang.

Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://consumer.huawei.com/id/

Continue Reading

Berita

Guna Merevolusi Pengalaman Perbankan, BCA Bekerjasama dengan Avaya Digital Solutions

Published

on

Trenteknologi.com – Avaya Holdings Corp (NYSE: AVYA) hari ini mengumumkan kemitraan teknologinya dengan bank swasta terbesar di Indonesia, Bank Central Asia (BCA), dalam sebuah transformasi digital luar biasa, yang akan mengubah cara BCA berhubungan dengan pelanggannya.

Kemitraan itu diumumkan hari ini bersamaan dengan acara Experience Avaya Indonesia, sebuah acara yang berfokus pada masa depan komunikasi digital. BCA telah mengadopsi solusi lengkap Avaya pada lima contact centre mereka dengan lebih dari 1.500 agen pelanggan – sebuah langkah yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang makin sempurna dan mulus bagi pelanggan BCA yang sangat mobile dan serba cepat di kota-kota utama di Indonesia dan sekitarnya. Pelanggan sudah menggunakan MyBCA, yang merupakan sebuah layanan video perbankan terpadu yang dibuat bersama dengan Avaya, untuk digunakan oleh mereka yang sedang mobile.

Sejak meluncurkan aplikasi MyBCA, BCA mengalami pertumbuhan pelanggan yang stabil. Sami Ammous, Managing Director Avaya untuk ASEAN, mengatakan: “Kami senang dapat bekerja sama dengan BCA dalam strategi digitalisasinya, yang dirancang untuk mengubah pengalaman costumer service bank itu- sebuah pembeda yang besar bagi pelanggan yang semakin canggih dalam memilih bank di lingkungan yang sangat kompetitif.”

Nathalya Wani Sabu, Executive Vice President of Center of Digital Division, Bank Central Asia, mengatakan: “Solusi Avaya telah memungkinkan kami untuk meningkatkan pengalaman pelanggan kami, memberi Bank keunggulan yang jauh lebih kompetitif dan mendorong pertumbuhan bisnis kami. Teknologi telah mengubah cara dan ekspektasi para nasabah bank kami. Solusi Avaya yang kami adopsi menempatkan kami pada posisi yang yang sangat baik untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan kami.”

Banyak perusahaan di dunia yang bergantung pada solusi contact centre Avaya dalam mentransformasi constumer service dan kegiatan pendukung mereka, dan Avaya saat ini berada dalam posisi Leader menurut Gartner Magic Quadrant for Contact Center Infrastructure, Worldwide 2018, menandai pencapaian ke-17 kalinya Avaya berada di posisi itu. Perusahaan yang berada di kuadran Leaders pada Gartner Magic Quadrant selalu disebut sebagai “Perusahaan yang dieksekusi dengan baik terhadap visinya dan berada pada posisi yang baik menuju masa depannya”.

Sebagai tambahan setelah mengadopsi Aura Experience Portal, Interaction Center dan Call Management System dari Avaya, BCA telah mengumumkan bahwa perusahaan itu bermaksud menerapkan lebih jauh inisiatif digital Avaya di seluruh Indonesia pada bulan-bulan mendatang.

Continue Reading

Jooble.id

Advertisement
Advertisement

Tips & Trick

Review

Advertisement

Xiaomi Corner

Advertisement

Top 5