Seperti Apa Fungsi dari Sistem Informasi Manufaktur dalam Membantu Perusahaan

Smart manufacture factory conveyor. Modern industrial manufacturing, computer controlled factory machines line vector illustration

Penggunaan teknologi seperti sistem manufaktur dalam proses produksi tidak bisa diabaikan lagi sebagai cara yang efektif dan efisien bagi perusahaan. Penggunaannya dapat menghemat waktu dan cost perusahaan.

Walau sudah semakin umum digunakan, namun ternyata masih banyak juga yang belum mengerti apa saja ruang lingkup dari sistem manufaktur. Apakah Anda salah satunya? Mari kita bahas bersama!

Fungsi dan Ruang Lingkup Sistem Informasi Manufaktur

Sistem informasi manufaktur dapat mendukung manajemen dalam memecahkan masalah perusahaan terkait dengan proses input, maupun output dalam manufaktur. Kehadirannya mampu mendukung proses produksi, mulai dari perencanaan dan pengelolaanya.

Sistem informasi manufaktur memiliki beberapa fungsi dan ruang lingkup, yaitu sebagai berikut:

1. Fungsi Sistem Informasi dalam Perusahaan Manufaktur

Proses produksi yang ada di dalam perusahaan sangatlah kompleks, maka dibutuhkan sebuah sistem yang dapat membantu agar proses yang kompleks tersebut bisa lebih sederhana.

Ketika lebih sederhana maka akan menjadi lebih efektif dan efisien. Oleh karena itulah sistem informasi berbasis komputer yang digunakan dalam perusahaan manufaktur menjadi solusinya.

Sistem yang berbasis komputer dapat menghubungkan data secara bersamaan dengan sistem informasi fungsional lain yang ada di perusahaan.

Selain itu, sistem ini juga akan membantu perusahaan dalam manajer fasilitas dalam menentukan keputusan tepat dalam meningkatkan output. Ini karena adanya sistem yang beroperasi secara real time dan menyediakan data dengan akurasi tinggi dan relevan selama proses produksi. Efisiensi produk juga dapat ditingkatkan berkat adanya pengoptimalan proses produksi.

BACA JUGA :  MediaTek Perkenalkan Inovasi Teknologi Masa Depan Berbasis AI

2. Ruang Lingkup Sistem Manufaktur

Sistem informasi manufaktur memungkinkan proses produksi berjalan sesuai dengan urutan yang benar. Ruang lingkup sistem informasi manufaktur terdiri dari sistem perencanaan manufaktur, rencana tenaga kerja, rencana produksi, sistem pengendalian manufaktur, sampai dengan rencana kebutuhan bahan baku.

Subsistem Input dalam Sistem Informasi Manufaktur

Sistem informasi dalam perusahaan manufaktur terdiri dari beberapa bagian yang disebut dengan subsistem. Di dalamnya juga terdapat pula bagian-bagian lain, yaitu subsistem input dan output.

Subsistem input merupakan bagian dari sistem masukan yang terdiri dari:

1. Sistem Akuntansi

Melalui fungsi ini berkaitan dengan transaksi perusahaan dengan pihak pemasok bahan baku untuk keperluan produksi.

2. Subsistem Intelijen Manufaktur

Sistem ini digunakan untuk mengetahui informasi terkait perkembangan terkait dengan mengenai aneka sumber material.

3. Subsistem Industrial Engineering

Sistem ini digunakan untuk mempelajari kegiatan manufaktur. Sistem ini digunakan untuk membuat saran perbaikan maupun pemeliharaan.

Selain itu sistem informasi manufaktur juga memiliki subsistem output subsistem ini memiliki hasil bersumber dari bagian produksi serta bagian persediaan dan kontrol kualitas barang, yang terdiri dari:

1. Subsistem Persediaan

Sistem ini dapat memberikan data mengenai jumlah stok, safety stock, biaya holding, dan hal lainnya yang berkaitan dengan proses pengelolaan data input.

2. Subsistem Biaya

Biaya produksi adalah bagian dari subsistem ini. Sistem ini akan menilai biaya yang dikeluarkan selama proses produksi.

BACA JUGA :  realme Payday Sale Tawarkan Diskon Hingga Rp300.000 untuk realme 11 Series

3. Subsistem Produksi

Subsistem ini berkaitan erat dengan segala produksi yang terjadi dalam setiap bagian kerja atau juga setiap departemen yang berkutas dalam produksi.

4. Subsistem Kualitas

Ini berkaitan dengan sistem output yang berkaitan dengan kualitas, aktivitas biaya, waktu, pemilihan pemasok, serta kinerja tim.

Sistem informasi manufaktur juga membantu keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang. Ini karena penggunaannya dapat membuat proses lebih sederhana namun tetap efektif dan efisien.

Sekarang ini, sistem informasi manufaktur juga tersedia dalam perangkat lunak seperti software manufaktur. Di Indonesia, salah satu rekomendasi software manufaktur adalah RedERP. Perangkat lunak ini memungkinkan sistem bisnis Anda berjalan dengan otomatis dan terintegrasi. Apalagi software ini juga sudah berbasis cloud. Sehingga dapat perusahaan bisa lebih aman.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

POCO M5 Series Resmi Hadir dengan Harga Mulai 2 Jutaan, Ini Dia Spesifikasinya

Next Post

realme 10 Resmi Diluncurkan, Dibekali dengan Helio G99 dan Super AMOLED 90Hz

Related Posts
Total
0
Share