Zoom Cloud Telephony Mulai Dilirik Perusahaan di Indonesia, Dukung Pekerja Hybrid dan Jarak Jauh

Maraknya gaya kerja hybrid dan pergeseran ke arah komunikasi berbasis cloud di kawasan Asia Pasifik memunculkan kebutuhan akan perangkat komunikasi yang lebih baik guna meningkatkan produktivitas karyawan, salah satunya adalah Zoom cloud telephony.

Trenteknologi.com – Zoom Video Communications, Inc. mengumpulkan para pemimpin sektor publik terkemuka dari Singapura, Indonesia, Filipina, dan Thailand pada rangkaian diskusi tentang komunikasi berbasis cloud, dalam kerja sama dengan OpenGov Asia, untuk berbagi wawasan terkait dampak komunikasi berbasis cloud terhadap perjalanan digitalisasi dan bagaimana layanan perusahaan berbasis suara dapat bertransisi dengan mudah ke cloud. Sesi ini dihadiri oleh para eksekutif senior Indonesia dari berbagai sektor, termasuk transportasi, pendidikan, energi, kesehatan, dan pemerintahan.

Kawasan Asia Pasifik telah mengalami peningkatan dalam gaya kerja hybrid dan bergerak ke arah komunikasi berbasis cloud untuk membantu karyawan bekerja dari mana saja. Pekerja jarak jauh membutuhkan perangkat dan kemampuan komunikasi yang lebih baik guna meningkatkan produktivitas, memperluas peluang, serta meningkatkan keterlibatan mereka.

Salah satu perangkat yang dibutuhkan adalah telepon berbasis cloud (cloud telephony). Bagi sebagian besar perusahaan, kemampuan untuk menerima telepon dan terhubung dengan pelanggan, vendor, maupun mitra merupakan bagian penting dari operasional perusahaan. Sistem telepon perusahaan juga turut memberikan tingkat kesegeraan dan kedekatan pada komunikasi real-time, yang bisa dicapai melalui platform yang fleksibel dengan fitur-fitur yang mudah diintegrasikan dan digunakan secara terpusat, seperti opsi untuk merekam panggilan dan reporting dashboards.

Sistem telepon perusahaan harus mampu menangani kebutuhan para pekerja dengan cakupan internasional, melalui panggilan berkualitas tinggi yang dapat diandalkan pada skala global. Sistem telepon cloud memungkinkan karyawan untuk melakukan dan menerima panggilan dari perangkat apa pun yang terhubung dengan internet, bukan hanya dari fixed line, sehingga dapat mendukung fleksibilitas dan menghasilkan konektivitas yang lebih baik.

BACA JUGA :  MediaTek Perkenalkan Inovasi Teknologi Masa Depan Berbasis AI

Melalui jajak pendapat secara langsung pada acara tersebut, para eksekutif senior dari tiap negara memberikan pendapat tentang prioritas dan tantangan terbesar mereka memasuki tahun 2023. Berikut beberapa hasil yang perlu disorot:

  • Faktor utama yang mendorong peralihan sistem telepon perusahaan ke cloud bagi tiap negara meliputi:
    • Indonesia: Kebutuhan untuk mendukung pekerja hybrid (28%), diikuti dengan penghematan biaya (24%), akses terhadap berbagai opsi yang kaya fitur (24%), dan menyederhanakan pengelolaan banyak lokasi (24%)
    • Thailand: Kebutuhan untuk mendukung pekerja hybrid (60%)
    • Singapura: Menyederhanakan pengelolaan banyak lokasi (44%)
    • Filipina: Penghematan biaya (26%), diikuti dengan pekerja hybrid (23%), menyederhanakan pengelolaan banyak lokasi (23%) dan akses terhadap berbagai opsi yang kaya fitur (23%).
  • Tantangan terbesar dalam peralihan sistem telepon perusahaan ke cloud meliputi:
    • Indonesia: Risiko keamanan dan kepatuhan (31%), serta dukungan eksekutif atau strategi top management (31%)
    • Thailand: Anggaran (35%)
    • Singapura: Risiko keamanan dan kepatuhan (33%)
    • Filipina: Tenaga kerja dan keahlian mereka (26%), diikuti dengan infrastuktur yang telah ada (22%)
  • Prioritas utama untuk sistem telepon perusahaan:
    • Keamanan data dan komunikasi menjadi prioritas utama untuk sistem telepon bagi para eksekutif senior dari Filipina (52%), Singapura (46%), dan Indonesia (42%)
    • Peningkatan produktivitas menjadi prioritas utama bagi para pimpinan dari Thailand (40%)
  • Kriteria utama dalam memilih penyedia telepon berbasis cloud:
    • Kinerja: Indonesia (50%), Thailand (42%), Filipina (36%), Singapura (29%)
    • Keamanan: Indonesia (31%), Singapura (29%), Thailand (27%), Filipina (23%)
BACA JUGA :  realme 13 Pro Series Bakal Dibekali Teknologi Kamera Ultra Clear Camera with AI

Bagi perusahaan yang ingin menggunakan sistem telepon cloud, Zoom Phone dapat menjadi solusi yang tepat untuk memenuhi berbagai prioritas dan mengatasi masalah yang diidentifikasi oleh para eksekutif senior. Zoom Phone tersedia di Indonesia dengan model lisensi Bring Your Own Carrier dan tergabung dalam paket Zoom One Enterprise. Zoom Phone, bersama dengan rangkaian produk Zoom One, menyediakan perangkat kolaborasi yang dibutuhkan untuk mendukung kesuksesan karyawan dalam lingkungan kerja hybrid yang fleksibel. Zoom Phone telah melampaui 5,5 juta kursi di seluruh dunia pada FY2023 Q4.

Platform Zoom memiliki sejumlah opsi untuk mengelola fitur keamanan (termasuk opsi enkripsi dan opsi private network peering), serta berbagai sertifikasi, pengesahan, dan standar yang berlaku untuk platform Zoom.

Platform komunikasi terpadu Zoom, yang mencakup sistem Zoom Phone, dinobatkan sebagai Pemimpin dalam 2022 Gartner Magic Quadrant untuk kategori Unified Communications as a Service (UCaaS) atau layanan komunikasi terpadu di seluruh dunia. Gartner Magic Quadrant mengevaluasi kualitas dan keberhasilan proses, sistem, metode, dan prosedur para vendor yang memungkinkan kinerja yang kompetitif, efisien, dan efektif.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

ZTE Nubia Pad 3D Diperkenalkan di MWC 2023, Tawarkan Pengalaman 3D Tanpa Kacamata 3D

Next Post

Alter Ego Gandeng Hyundai Gowa Sebagai Sponsor, Dukung Ekosistem Esports di Indonesia

Related Posts
Total
0
Share