Connect with us

Berita

Cloudera dan Hortonworks Umumkan Merger untuk Menciptakan Platform Data Generasi Terbaru

Published

on

Trenteknologi.com – Cloudera, Inc. dan Hortonworks, Inc. bersama-sama mengumumkan hari ini bahwa kedua perusahaan telah menandatangani sebuah perjanjian definitif, di mana keduanya akan bergabung dalam merger setara semua saham. Transaksi tersebut, yang telah disetujui secara bulat oleh Dewan Direksi kedua perusahaan, akan melahirkan penyedia platform data generasi berikutnya yang terkemuka di dunia, yang mencakup multi-cloud, on-premise, dan Edge. Kombinasi ini menetapkan standar industri untuk pengelolaan data cloud hybrid, sehingga mempercepat adopsi pelanggan, pengembangan komunitas, dan keterlibatan mitra.

Tom Reilly, Chief Executive Officer Cloudera, menyatakan, “Bidang usaha kedua perusahaan saling melengkapi dan strategis. Dengan menyatukan investasi Hortonworks dalam pengelolaan data end-to-end dan investasi Cloudera dalam penyimpanan data dan pembelajaran mesin, kami akan menghadirkan cloud data enterprise mulai dari Edge ke AI yang pertama di industri. Visi ini akan memungkinkan perusahaan untuk memajukan komitmen bersama kami terhadap kesuksesan pelanggan dalam mencapai transformasi digital.”

“Merger yang menarik ini akan memberikan nilai lebih bagi para pemegang saham kami masing-masing, dan memungkinkan pelanggan, mitra, karyawan dan komunitas open source untuk meraih manfaat dari penawaran yang disempurnakan, skala yang lebih besar dan peningkatan daya saing biaya yang dimungkinkan oleh kombinasi ini,” kata Rob Bearden, Chief Executive Officer Hortonworks. “Bersama-sama, kami berada di posisi yang tepat untuk terus bertumbuh dan bersaing di pasar streaming dan IoT, pengelolaan data, penyimpanan data, pembelajaran mesin/AI, dan cloud hybrid. Yang terutama adalah kami akan mampu untuk menawarkan serangkaian penawaran yang lebih luas, yang akan memungkinkan para pelanggan kami untuk memanfaatkan nilai dari data mereka.”

Berdasarkan ketentuan-ketentuan dari perjanjian transaksi, pemegang saham Cloudera akan memiliki sekitar 60% dari ekuitas perusahaan gabungan dan pemegang saham Hortonworks akan memiliki sekitar 40%. Pemegang saham Hortonworks akan menerima 1.305 lembar saham Cloudera untuk setiap saham Hortonworks yang mereka miliki, yang didasarkan pada rasio pertukaran rata-rata 10 hari dari harga kedua perusahaan hingga 1 Oktober 2018. Kedua perusahaan memiliki kombinasi nilai ekuitas fully-diluted sebesar USD 5,2 miliar berdasarkan harga penutupan pada tanggal 2 Oktober 2018.

Poin-Poin Penting dalam Transaksi

  • Melahirkan pemimpin dalam platform data generasi berikutnya dengan peningkatan skala dan sumber daya untuk menghadirkan cloud data enterprise yang pertama di industri, sehingga memberikan kemudahan dalam penggunaan dan elastisitas cloud publik mulai dari pusat data, ke Edge, dan di mana pun di antaranya.
  • Menciptakan platform terpadu yang superior dan standar industri yang jelas mulai dari Edge ke AI, yang secara substansial menguntungkan pelanggan, mitra, dan komunitas.
  • Mengakselerasi pengembangan pasar dan mendorong inovasi di bidang IoT, streaming, penyimpanan data, cloud hybrid, dan pembelajaran mesin/AI.
  • Memperluas peluang pasar dengan penawaran komplementer, termasuk Hortonworks DataFlow dan Cloudera Data Science Workbench.
  • Meningkatkan kemitraan dengan vendor cloud publik dan pengintegrasi sistem
  • Diperkirakan akan menghasilkan keuntungan finansial yang signifikan dan profil margin yang lebih baik:
  • Pendapatan sekitar USD 720 juta
  • Lebih dari 2.500 pelanggan
  • Lebih dari 800 pelanggan dengan ARR lebih dari USD 100.000
  • Lebih dari 120 pelanggan dengan ARR lebih dari USD 1 juta
  • Lebih dari USD 125 juta dalam sinergi biaya tahunan
  • Lebih dari USD 150 juta cash flow pada tahun 2020
  • Dana tunai sebanyak lebih dari USD 500 juta, tanpa utang

Manajemen dan Dewan Direksi

Menyusul selesainya transaksi, Chief Executive Officer Cloudera, Tom Reilly, akan bertindak sebagai Chief Executive Officer; Chief Operating Officer Hortonworks; Scott Davidson, akan menjabat sebagai Chief Operating Officer; Chief Product Officer Hortonworks; Arun C. Murthy, akan menjadi Chief Product Officer; dan Chief Financial Officer Cloudera; Jim Frankola, akan bertindak sebagai Chief Financial Officer, atas perusahaan gabungan. Chief Executive Officer Hortonworks, Rob Bearden, akan bergabung dengan dewan direksi. Anggota dewan direksi Cloudera saat ini, Marty Cole, akan menjabat sebagai Komisaris dewan direksi.

Dewan direksi perusahaan gabungan baru ini akan terdiri dari sembilan direktur. Sebanyak empat direktur, termasuk Rob Bearden, akan berasal dari jajaran dewan direksi Hortonworks. Sebanyak lima direktur, termasuk Tom Reilly, akan berasal dari jajaran dewan direksi Cloudera. Direktur kesepuluh akan dipilih oleh dewan direksi gabungan tersebut.

Mayoritas dewan direksi akan bersifat independen berdasarkan standar dari New York Stock Exchange.

Persetujuan dan Waktu Penutupan

Transaksi ini tunduk pada persetujuan pemegang saham Cloudera dan Hortonworks, undang-undang antitrust (persaingan usaha) di AS dan persyaratan penutupan yang lazim lainnya. Direksi dan pejabat eksekutif Cloudera dan Hortonworks, serta entitas yang berafiliasi, masing-masing sepakat untuk memilih saham yang mereka pegang dalam mendukung transaksi. Kedua perusahaan memperkirakan akan dapat menyelesaikan transaksi pada kuartal pertama tahun 2019.

Penasihat

Morgan Stanley & Co. LLC bertindak sebagai penasihat keuangan bagi Cloudera, dan Fenwick & West LLP bertindak sebagai penasihat hukum bagi Cloudera. Qatalyst Partners bertindak sebagai penasihat keuangan bagi Hortonworks, dan Latham & Watkins LLP bertindak sebagai penasihat hukum bagi Hortonworks.

Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Huawei Y7 Pro, Smartphone Dengan Performa Tinggi Akan Masuk Indonesia Bulan Ini !

Published

on

Trenteknologi.com –  Huawei Y7 Pro akan segera diluncurkan pada bulan ini, Smartphone ini menjanjikan power yang membuatmu bisa mengutilisasi dunia digital dengan kinerja dapur pacu yang mengagumkan tanpa khawatir kehilangan satu moment pun, sangat cocok untuk pengguna yang mengingikan sebuah smartphone dengan performa maksimal.

Huawei Y7 Pro dibekali baterai berkapasitas 4000mAh yang menjanjikan penggunaan lebih dari sehari untuk sekali recharge, meski dengan penggunaan yang intensif. Ini kapasitas baterai yang biasanya hanya kamu dapatkan dari smartphone Android kelas premium. Baterai ini bahkan masih terus dapat diandalkan bahkan sampai dua tahun lamanya dengan penggunaan normal.

Agar penggunaan baterai dapat dihemat, Huawei Y7 Pro, yang sudah memakai sistem operasi EMUI 9.0 berbasis Android P dan memiliki sistem management baterai yang pintar. Sistem akan mendeteksi aplikasi yang menyedot banyak daya baterai di background dan segera mengingatkan pemiliknya. Penggunaan baterai pada tiap-tiap perangkat keras di dalam smartphone ini juga bisa dilihat.

Kinerja Huawei Y7 Pro ditopang oleh chipset Qualcomm Snapdragon 450 octa-core. Chipset berteknologi 14nm ini mengandung delapan core ARM Cortex-A53 yang sangat efisien dengan kecepatan sampai 1.8GHz, untuk menyajikan performa multi-core yang luar biasa tapi dengan penggunaan baterai yang efisien.

Dengan pemroses grafis Andreno 506 GPU yang didukung oleh Vulkan, menghasilkan performa grafis yang mulus saat kamu memainkan game yang membutuhkan grafis tinggi. Keasyikan main game takkan terganggu panggilan telepon berkat fitur Do Not Disturb Mode.

Pada Do Not Disturb Mode, penelepon akan diberitahu bahwa si penerima sedang tidak bisa menerima panggilan, sambil mengabarkan si penerima melalui SMS tentang adanya panggilan telepon tersebut. Dengan mode ini juga, semua notifikasi (kecuali yang penting macam daya baterai yang tersisa, alarm, dan sebagainya) dibikin senyap.

Modem X6 LTE di dalam chipset Snapdragon 450 itu memungkinkan Huawei Y7 Pro mendukung konektivitas Dual 4G. Dengan fitur ini, pengguna bisa menjalankan data pada satu SIM Card sambil melakukan panggilan telepon pada SIM Card yang satu lagi. Malah, kedua SIM Card bisa diisi operator yang berbeda.

Tak usah khawatir kehabisan tempat untuk menyimpan berbagai aplikasi dan file yang menarik dan menghibur, seperti dokumen, game, foto, musik, dan video. Sebab kapasitas penyimpanan internal sebesar 32GB bisa ditingkatkan dengan slot kartu MicroSD sampai 512GB.

“Di era digital sekarang, kita butuh smartphone yang menjanjikan power luar biasa, mulai dari baterai besar dan efisien, serta performa mengagumkan berkat kombinasi chipset dan GPU yang hebat,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Director Huawei Device Indonesia. “Semua bisa Anda dapatkan di dalam smartphone Huawei Y7 Pro yang sebentar lagi diluncurkan. Jangan khawatir, Anda pun tak perlu merogoh kocek dalam-dalam,” kata dia lagi.

Continue Reading

Berita

Realme U1 Fiery Gold dan Realme Earphone Akan Flash Sale di Shopee Besok !

Published

on

Trenteknologi.com – Realme Indonesia kembali menggelar Flash Sale untuk memasarkan Realme U1 Fiery Gold sebagai varian warna terbaru, Realme U1 Fiery Gold serta Realme Buds untuk pertama kalinya pada 10 Januari 2019 pukul 12:00 WIB di Shopee.

Realme U1 merupakan smartphone pertama di dunia yang ditenagai oleh MediaTek Helio P70 yang juga mendukung fotografi dengan AI, sehingga Realme U1 menjadi perangkat mobile gaming sekaligus selfie yang mumpuni untuk kalangan anak muda.

Realme U1 merupakan produk yang lahir untuk pecinta foto selfie juga gamers dengan sensor unggulan Sony IMX576 pada kamera depannya dan kecanggihan AI Beauty+ serta dukungan prosesor serta kartu grafis yang mumpuni. Kamera depan beresolusi 25MP dengan AI Beauty+ dapat mengenali 296 titik wajah sehingga wajah nampak alami dengan warna kulit yang hampir mendekati aslinya namun tetap kaya akan detil. Realme U1 menawarkan dua konfigurasi memori, 3GB+32GB dan 4GB+64GB dengan memori eksternal yang bisa diperluas hingga 256GB.

Berbicara mengenai desain, Realme U1 mengadopsi efek light pillar untuk bagian belakang. Desain layar depan Realme U1 memiliki poni dewdrop dengan resolusi 2340×1080 piksel dengan kerapatan layar sebesar 409 PPI sehingga menghasilkan rasio screen-to-body sebesar 90,8% dan rasio layar 19.5:9 untuk sudut pandang ultra-lebar.

Tidak hanya menghadirkan Realme U1 dengan pilihan warna Fiery Gold, Realme juga akan melakukan penjualan perdana Realme Buds, earphone yang diciptakan secara khusus untuk anak muda yang suka mendengarkan musik. Realme Buds menggunakan driver 11mm serta memadukan bahan karet pada dua kabel penghubung buds dari earphone dan bahan kevlar yang melapisi dari belakang jack audio sampai ujung kabel earphone yang terbagi dua sehingga memberikan umur kabel yang lebih panjang. Realme Buds akan memberikan pengalaman baru mendengarkan musik melalui earphone namun tetap stylish dengan desain dan bahan yang berkualitas.

Realme U1 dengan pilihan warna Fiery Gold akan segera hadir untuk penjualan perdananya bersama dengan warna lainnya di Shopee pada tanggal 10 Januari mulai pukul 12:00 WIB. Di hari dan jam yang sama, Realme Buds juga akan dijual secara perdana di Shopee untuk melengkapi kebutuhan serta penampilanmu secara maksimal.

Realme U1 dijual mulai dari harga Rp 2.499.000 untuk kapasitas memori 3GB+32GB dan Rp 2.899.000 untuk kapasitas memori 4GB+64GB serta Rp 89.000 untuk Realme Buds. Selain itu, Realme juga membagikan 300 Realme iconic case dan 50 Realme Buds  bagi pembeli yang beruntung serta 50 Realme T-shirt bagi pembeli beruntung yang memberikan review di Shopee Official Store.  Untuk informasi lebih lanjut mengenai pembelian online smartphone dan aksesori Realme di Shopee, silakan kunjungi tautan berikut: https://shopee.co.id/m/realme-u1

Continue Reading

Berita

Redmi Berpisah dengan Xiaomi, Akan Luncurkan Redmi 7 Sebagai Brand Sendiri

Published

on

Trenteknologi.com – Beberapa hari lalu Xiaomi secara resmi mengumumkan bahwa seri Redmi akan berpisah dengan Xiaomi dan dijadikan sebagai sub-brand dari Xiaomi seperti halnya Pocophone. Hal tersebut memiliki alasan karena Xiaomi ingin lebih fokus pada pasar tertentu dan menargetkan pembeli dengan produk yang lebih berbeda. Xiaomi berencana untuk meluncurkan smartphone pertama di bawah sub-merek yaitu Redmi 7 pada 10 Januari di Cina, hal tersebut telah terlihat di situs web sertifikasi China TENAA.

Sebelumnya, Xiaomi secara terbuka mengumumkan rencananya untuk meluncurkan Redmi sebagai sub-merek terpisah. “Kami percaya, dengan Redmi menjadi merek independen, Redmi dan Xiaomi akan berkembang ke arah yang berbeda. Redmi akan fokus pada efisiensi biaya yang sangat tinggi dan pasar e-commerce, sementara Xiaomi akan fokus pada kelas menengah ke atas” ujar Lei Jun selaku CEO Xiaomi.

Terdapat tiga model yang terdaftar di TENAA dengan kode produk M1901F7C, M1901F7T, dan M1901F7E, yang dilaporkan merupakan Redmi 7. TENNA juga mengungkapkan bahwa ponsel ini hadir dengan ukuran layar 6,3 inci dengan dimensi 59.21 x 75. 21 x 8.1mm dan akan ditenagai dengan baterai 4000 mAh.

Untuk sektor kamera, berdasarkan gambar yang diposting di TENNA menunjukkan kamera belakang yang ditempatkan secara vertikal di sudut kiri atas. Untuk spesifikasi kamera dari Redmi 7, Lei Jun selaku CEO Xiaomi melalui Weibo mengatakan bahwa ponsel tersebut akan dibekali dengan kamera beresolusi 48 megapiksel. Lei Jun juga mengatakan bahwa smartphone Redmi akan menggunakan port Tipe-C.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Tips & Trick

Review

Xiaomi Corner

Advertisement

Top 5