ConsenSys Ungkap Indonesia Memimpin Transformasi Internet di Asia Melalui Crypto dan Web3

Consensys mengungkapkan bahwa Indonesia dengan populasi yang mayoritas terdiri dari generasi muda, kemungkinan menjadi negara yang paling tertarik terhadap Web3.0. Hasil survei menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sangat sadar dalam kepedulian terhadap privasi dan keinginan untuk mempunyai hak kepemilikan digital di Asia. Bahkan, Indonesia menduduki peringkat kedua secara global setelah Nigeria, dengan 92% responden menyatakan bahwa privasi data penting bagi mereka.

Trenteknologi.com – Consensys sebuah perusahaan teknologi perangkat lunak terkemuka dalam bidang web3, mengumumkan hasil dari survei global pertama tentang web3 dan kripto. Survei ini dilakukan secara online oleh YouGov, sebuah grup riset data online dan teknologi internasional. Penelitian ini melibatkan 15.158 responden berusia 18-65 tahun dari 15 negara di Afrika, Amerika, Asia, dan Eropa, termasuk 1.015 responden dari Indonesia. Hasil survei ini memberikan wawasan menarik tentang pandangan publik terhadap ekosistem web3 dan kripto secara keseluruhan, melampaui survei sebelumnya yang hanya berfokus pada persepsi terhadap investasi dalam aset kripto. Survei ini mengeksplorasi topik-topik seperti privasi data, dampak lingkungan, berita terkini, dan kepemilikan digital.

Temuan survei menunjukkan bahwa orang-orang di seluruh dunia termotivasi untuk berkontribusi secara online dan percaya bahwa mereka memberikan kontribusi yang berharga. Lebih dari sepertiga dari responden yang akrab dengan industri ini menyatakan keyakinan mereka terhadap potensi kripto sebagai masa depan uang dan kepemilikan digital, melampaui persepsi sebagai spekulasi atau penipuan. Setengah dari responden percaya bahwa mereka memberikan nilai tambahan pada internet, sementara lebih dari dua pertiga dari mereka percaya bahwa mereka seharusnya memiliki apa yang mereka ciptakan di internet. Namun, hanya sebagian kecil responden yang merasa bahwa mereka diimbangi secara memadai untuk nilai dan kreativitas yang mereka berikan.

BACA JUGA :  Mengenal Snapdragon 7+ Gen 3, Chipset Powerful yang Akan Digunakan realme GT 6T

Survei ini juga menyoroti kekhawatiran terkait privasi data, di mana mayoritas responden menganggap privasi data penting dan menginginkan lebih banyak kendali atas identitas mereka di internet. Survei ini dilakukan di 15 negara, termasuk Argentina, Brasil, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Meksiko, Nigeria, Afrika Selatan, Korea Selatan, Filipina, Inggris, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Hasil survei menunjukkan bahwa terjadi pergeseran paradigma dari menjadi “pengguna” menjadi menjadi “builder” dalam ekosistem web3. Orang-orang yang terlibat dalam kripto dan web3 tidak hanya sekadar “pengguna” seperti yang biasanya didefinisikan, tetapi mereka secara aktif berkontribusi dan membantu membangun komunitas dan ekosistem secara keseluruhan.

Consensys, perusahaan tersebut, berkomitmen untuk mendukung individu di seluruh dunia dalam melihat potensi web3 dan memahami peran yang dapat mereka mainkan dalam kehidupan mereka. Consensys juga mengumumkan rebranding mereka untuk menggambarkan peran yang lebih inklusif bagi para builder, termasuk seniman, pencipta komunitas, dan kolektor. Joe Lubin, Pendiri dan CEO Consensys, menyatakan bahwa survei ini mengkonfirmasi munculnya paradigma kepercayaan terdesentralisasi yang memberdayakan pengguna dan komunitas, serta pentingnya peran

Consensys Ungkap Indonesia Menjadi Negara yang Progresif

Di Indonesia menurut survei tersebut, merupakan negara yang progresif dan menjanjikan dalam mengadopsi web3. Responden di Indonesia menunjukkan tingkat kesadaran yang tinggi terhadap privasi dan pemberdayaan, dengan persentase yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain di Asia. Indonesia juga menempati peringkat kedua secara global dalam keinginan untuk membagi keuntungan yang diperoleh perusahaan dari data pengguna, serta memiliki lebih banyak kontrol atas data pengguna. Indonesia juga menunjukkan keyakinan tinggi terhadap kepemilikan digital.

BACA JUGA :  Xiaomi Pad 6S Pro Rilis di Indonesia, Hadir dengan Layar Lebih Besar dan Performa Maksimal

Hasil survei ini menunjukkan bahwa Indonesia, dengan populasi pemuda yang besar, sangat terbuka terhadap konsep-konsep web3 dan berpotensi menjadi salah satu yang terdepan dalam pergeseran paradigma menuju internet yang didukung oleh pengguna dan berpusat pada komunitas.

“Privasi data menjadi sangat penting bagi 92% responden di Asia. Indonesia menempati peringkat kedua dalam keinginan berbagi di perusahaan, namun 89% ingin lebih mengontrol data pengguna mereka. Pengguna Indonesia memiliki pemahaman yang kuat tentang web 3 dan menghargai kepemilikan digital. Ini dapat mendorong inovasi teknologi dan pembangunan ekonomi berbasis teknologi di Indonesia.” jelas Nicole Adarme selaku Marketing Lead Consensys

Consensys juga mengumumkan peluncuran hackathon virtual global untuk mengumpulkan para builder dari seluruh dunia dan memberi mereka kesempatan untuk membangun solusi masa depan. Pergeseran paradigma ini memberdayakan individu dan mengembalikan kekuasaan kepada mereka untuk aktif berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Web3 sedang mengubah masa depan internet dengan memberikan ruang dan agensi kepada individu untuk berkembang dan membangun masa depan yang mereka inginkan.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Cashlez Memperkuat Manajemen Baru Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

Next Post

Qualcomm Perkenalkan Hybrid AI, Proses AI di Cloud dan Perangkat Secara Langsung

Related Posts
Total
0
Share