F5 Tawarkan Solusi Teknologi Application Services Company untuk Keamanan Aplikasi

Fetra Syahbana, Country Manager, F5 Indonesia

Trenteknologi.com – Generasi Digital Asia menciptakan riak yang membentuk perekonomian global, mulai dari menciptakan pasar konsumen hingga menciptakan model bisnis yang inovatif. Ekspektasi dan pengalaman mereka berevolusi dengan luar biasa cepat, terutama didukung perkembangan teknologi dan lonjakan perekonomian, khususnya di wilayah Asia Pasifik.

“Interaksi kita berbeda. Cara kita berhubungan juga berbeda. Hal ini artinya, di era seperti saat ini, ketergantungan kita terhadap sesuatu yang digital juga tinggi,” demikian Fetra Syahbana, Country Manager, F5, Indonesia, dalam paparannya kepada jurnalis ketika Media Briefing F5, Rabu (1/8/2018) di Seribu Rasa Restaurant, Plaza Indonesia Jakarta.

Empat hal yang dipastikan harus bejalan adalah ketersediaan (availability), kemudahan mengakses (accessibility), kinerja (performance), dan keamanan (security). Ada baiknya semua kalangan menyadari ada kompleksitas di balik mudahnya kita mengakses aplikasi. Terutama keamanan, info pribadi, hal-hal bersifat privasi yang merupakan sebuah aset untuk dilindungi.

 

F5 – An Application Services Company

Di era ini, dunia berjalan melalui aplikasi. F5 membantu perusahaan membuat aplikasinya menjadi yang tercepat, teraman, dan paling dipercaya bagi pengguna dimanapun, menggunakan perangkat apapun, dan kapan saja.

Application services milik F5 adalah teknologi dan layanan seperti ketersediaan (availability), keamanan, dan akselerasi untuk aplikasi di jaringan mengingat perekonomian digital seperti saat ini membuat aplikasi menjadi pusat dunia Anda.

Solusi F5 menyediakan fleksibilitas yang dibutuhkan perusahaan untuk menerapkan model inovatif (publik, privat, cloud hibrida; data center berbasis software), mempermudah pergerakan, dan perlindungan, serta optimalisasi seluruh aplikasi setiap waktu.

Aplikasi akan menjadi normal yang baru. Fakta ini hadir dengan ekspektasi baru yang berevolusi lebih dari sekadar penggunaan dan transaksi dasar. Akibatnya, terjadi perdebatan antara keamanan (security) versus kenyamanan (convenience). Meski dua elemen ini seringkali bersebarangan, adakah titik temu yang bisa ditarik pebisnis dan konsumen?

 

The Curve of Convenient Research

 F5 Networks baru-baru ini merampungkan riset seputar generasi digital Asia dan faktor-faktor yang mempengaruhi sikap mereka dalam menggunakan aplikasi. Riset yang merupakan kolaborasi dengan YouGov ini dilakukan di tujuh negara yakni Australia, China, Hong Kong, India, Indonesia, Filipina dan Singapura pada Maret 2018.

Hasilnya, terdapat beberapa kepribadian dalam penggunaan aplikasi (app personalities) di wilayah Asia Pasifik. Meski begitu, satu hal tetap menonjol. Pengguna tetap melakukan perjalanan seiring evolusi mereka dalam kecanggihan digital dan menyadari pentingnya keamanan menggunakan aplikasi.

Terdapat empat kepribadian berbeda dalam menggunakan aplikasi.

  • The Cynic: Hong Kong

Meski mereka menyadari nilai dari aplikasi yang digunakan, tipe ini ternyata merasa kurang puas dengan pengalaman menggunakan aplikasi.

  • The Guarded: Australia, Singapura

Tipe ini amat menghargai keamanan dan mendahulukannya ketimbang kenyamanan, serta kurang terbuka untuk mencoba aplikasi baru.

  • The Voyagers: India, Indonesia, Filipina

Tipe ini mendahulukan segala sesuatu yang bersifat mobile, mereka menjunjung tinggi kenyamanan di atas keamanan, serta terbuka untuk mencoba teknologi baru.

  • The Enlightened: China

Tipe ini bisa menemukan keseimbangan antara keterbukaan untuk mencoba aplikasi baru namun tetap menekankan pada keamanan, mereka tergolong canggih.

Pada riset ini, F5 berusaha memetakan pilihan antara keamanan atau kenyaman di berbagai negara  tersebut. F5 menyebut riset ini The Curve of Convenience, sebuah kurva kenyamanan untuk mewakili apa yang pengguna rasakan sesuai dengan diri mereka ketika menyeimbangkan keamanan aplikasi dan kenyamanan menggunakannya.

Responden di Indonesia lebih menghargai kenyamanan ketimbang keamanan, suka mencoba sesuatu yang baru, dan gemar mencari pengalaman. Mereka mendahulukan ini ketimbang keamanan. Hampir setengah responsen (47%) tidak puas dengan penggunaan aplikasi secara keseluruhan, serta meyakini masih banyak hal yang perlu dilakukan perusahaan untuk mempertahankan konsumennya.

Sebanyak 42% responden Indonesia kemungkinan besar akan meninggalkan aplikasi yang bocor, angka yang lebih rendah ketimbang rata-rata Asia Pacific. Pada saat bersamaan, 50% akan meninggalkan aplikasi begitu terdapat kebocoran. Perilaku responden Indonesia terhadap keamanan cukup bias. Ini terlihat dari hanya 37% milenial yang memperhatikan keamanan, sementara Gen X sebanyak 57% dan Baby Boomers 63% yang memilih keamanan.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Post

Huawei Resmi Luncurkan Smartphone Canggih Nova 3i, Apa Kelebihannya ?

Next Post

Aruba Perkenalkan Solusi SD-WAN, LAN dan Keamanan Terintegrasi untuk Mendukung Software-Defined Branch

Related Posts
Total
0
Share