Connect with us

Berita

Tingkatkan Mobile First Architecture, Aruba Hadirkan Jejaring Otonom dan Tempat Kerja Digital yang Cerdas

Published

on

Trenteknologi.com – Aruba, perusahaan Hewlett Packard Enterprise (NYSE: HPE), hari ini mengembangkan Mobile First Architecture dengan memperkenalkan inovasi baru di bidang analytics dan assurance yang didukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung jejaring otonom. Aruba juga meningkatkan kemitraan untuk menghadirkan pengalaman di tempat kerja yang lebih cerdas.

Untuk membantu perusahaan-perusahaan TI meningkatkan pengalaman pengguna dan memastikan ketangguhan bisnisnya dengan tetap mendukung mobilitas, IoT dan cloud, Aruba memperkenalkan NetInsight, sebuah solusi analytics dan assurance berbasis AI untuk mengoptimalkan kinerja jaringan. Selain itu, Aruba juga telah menambahkan kategori baru mitra smart digital workplace ke dalam ArubaEdge Technology Partner Program, yang meliputi para pemimpin di bidang real estat perusahaan, furnitur terhubung, dan vendor-vendor teknologi, guna menghadirkan pengalaman generasi berikut di tempat kerja, yang secara aman mendukung IoT, membangun otomasi dan layanan berbasis lokasi untuk para tamu dan karyawan.

 

Mengoptimalkan Kinerja Jaringan: NetInsight Menghadirkan Analytics dan Assurance Berbasis AI

Saat ini, perusahaan-perusahaan TI menghadapi tantangan dalam pengelolaan lingkungan yang sangat dinamis dan sulit diprediksi dengan alat bantu yang dirancang untuk mengelola infrastruktur, dan bukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Para profesional TI memerlukan tool modern yang secara proaktif bisa mengatasi masalah kinerja, menyajikan informasi tentang kemungkinan penyebab suatu permasalahan, dan merekomendasikan perubahan konfigurasi yang dapat mengoptimalkan jaringan, sebelum berdampak pada pengguna atau bisnis.

Untuk mengatasi tantangan ini, Aruba telah memperluas kemampuan analytics dan assurance pada Mobile First Architecture dengan solusi barunya, NetInsight. Solusi ini menggunakan teknologi pembelajaran mesin untuk terus memantau jaringan, memberi informasi ketika terjadi anomali, dan kemudian merekomendasikan cara terbaik untuk mengoptimalkan jaringan bagi para karyawan saat ini yang mengedepankan teknologi mobile dan bagi perangkat-perangkat IoT yang penggunaannya semakin penting di tempat kerja, berdasarkan data yang khusus ke konektivitas pengguna dan atribut kinerja RF.

Pelanggan Aruba, University of Washington, sangat antusias untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang positif di kampus, rumah sakit, dan kliniknya. Dengan lebih dari 12.000 titik akses Wi-Fi dan lebih dari 150.000 perangkat di dalam jaringan setiap harinya, berbagai tantangan pengelolaan kinerja yang muncul karena skalanya yang besar, pola penggunaan yang tidak dapat diprediksi, serta berbagai aplikasi yang memerlukan kinerja yang tinggi adalah permasalahan yang nyata.

BACA JUGA :  Aruba Perkenalkan Solusi SD-WAN, LAN dan Keamanan Terintegrasi untuk Mendukung Software-Defined Branch

“Kampus dan rumah sakit yang menerapkan teknologi digital saat ini semakin bergantung pada aplikasi yang rumit, perangkat cerdas, dan pengguna mobile yang berharap mendapatkan konektivitas di mana pun,” tutur David Morton, Direktur, Networks and Telecommunications di University of Washington. “Dengan menggunakan Aruba NetInsight, kami memiliki akses ke data jaringan dengan alur visualisasi dan analitik yang bermanfaat guna membantu kami membuat keputusan-keputusan penting ketika dibutuhkan cakupan yang lebih luas dan cakupan baru, seperti Wi-Fi di luar ruangan untuk konstruksi baru. Kami juga dapat memeriksa dampak sebelum dan sesudah perubahan jaringan sehingga kami dapat secara proaktif menghadirkan pengalaman pengguna sebaik mungkin.”

 

Membangun Tempat Kerja Digital Cerdas dengan Dukungan Ekosistem Mitra yang Teruji

Penggunaan teknologi mobile, cloud dan IoT mengubah masa depan dunia kerja karena menuntut sebuah pendekatan otonom terhadap jaringan. Bangunan cerdasr berbasis IoT sangat efisien dan terkait erat dengan tempat kerja digital yang mengedepankan teknologi mobile. Paradigma baru ini membentuk tempat kerja digital cerdas yang harus menghadirkan pengalaman pengguna yang aman dan dapat diandalkan, optimal, serta dapat memenuhi kebutuhan setiap pengguna, sehingga mampu menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, kecepatan, dan kebebasan di kalangan karyawan.

 

Melalui pemanfaatan Mobile First Architecture, Aruba telah memperluas ArubaEdge Technology Partner Program dengan mitra-mitra kategori baru yang mencakup perusahaan real estat komersial (CRE), furnitur terhubung, dan perusahaan-perusahaan teknologi baru. Bersama dengan Aruba, para mitra baru ini akan menciptakan sebuah konsep tempat kerja modern yang secara unik memadukan mobilitas pengguna, konektivitas yang aman, dan lokasi dengan konteks sensorik dari IoT enterprise. Pengalaman-pengalaman ini meliputi ergonomi ruang kerja dan pencahayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna, Unified Communication (UC) mobile, dan ruang konferensi yang sepenuhnya bersifat otomatis, hingga pemeliharaan peralatan preventif dan penghematan energi otomatis dalam satu infrastruktur.

“Konsumen mengharapkan semua hal yang mereka lakukan berjalan mulus, termasuk seluruh kegiatan di tempat kerja,” kata Sandeep Davé, Chief Digital and Technology Officer, Global Workplace Solutions di CBRE. “Ketika berusaha untuk merekrut dan mempertahankan karyawan-karyawan mereka yang terbaik dan tercerdas, para klien kami merasa perlu menghadirkan pengalaman yang sempurna di tempat kerja. Mereka beralih ke CBRE untuk memberikan layanan berbasis pengalaman dan tempat kerja digital. Kami melakukan hal tersebut dengan CBRE 360, sebuah solusi layanan pengalaman berbasis teknologi terdepan. Terdapat keselarasan yang kuat antara tujuan CBRE menciptakan lingkungan tempat kerja mutakhir dengan layanan properti terintegrasi dan panduan tempat kerja digital cerdas dari Aruba. Ini adalah area di mana tim kami telah berkolaborasi dengan Aruba dan berharap untuk mewujudkan sinergi yang lebih kuat di masa mendatang.”

BACA JUGA :  Aruba Perkenalkan Solusi SD-WAN, LAN dan Keamanan Terintegrasi untuk Mendukung Software-Defined Branch

“Banyak perusahaan mengevaluasi kembali strategi real estat mereka agar lebih sejalan dengan dan mendukung dunia kerja masa depan,” ujar Francisco J. Acoba, Direktur Utama dan Kepala Bagian untuk Kawasan A.S., Global Real Estate Transformation, Deloitte Consulting LLP. “Tempat kerja digital cerdas kini menjadi aspek diferensiasi terpenting bagi banyak perusahaan ketika para pemilik perusahaan berupaya merekrut, mempertahankan, dan menumbuhkan talenta-talenta terbaik di era saat ini. Masa depan dunia kerja akan ditentukan oleh pengalaman tempat kerja digital cerdas, dan para pemimpin real estat perusahaan bersama dengan para pemimpin TI mereka harus mempertimbangkan penerapan teknologi mobilitas dan IoT enterprise yang akan mentransformasi kantor fisik.”

“Yang disebut sebagai pengalaman di tempat kerja yang hebat kini berkembang dengan pesat dengan melibatkan unsur-unsur digital dan data,” kata Jeff Gibson, Director of Advanced Business Development di Herman Miller. “Orang-orang memerlukan berbagai nuansa untuk menjalankan aktivitas kerja mereka dan unsur digital yang kami hadirkan membantu memaksimalkan pengalaman mereka di tempat kerja. Kami bekerja sama dengan Aruba untuk menciptakan visi yang memungkinkan furnitur dan perangkat yang terhubung dengan cloud untuk mendukung pengalaman digital yang mengedepankan teknologi mobile. Pemanfaatan data dan informasi memungkinkan penggunaan ruang secara efisien di lingkungan perusahaan, serta memaksimalkan potensi kinerja.”

 

Peningkatan Kolaborasi dan Produktivitas  Tempat Kerja yang Tanpa Hambatan

Di banyak perusahaan digital, dua atau lebih aplikasi kolaborasi digunakan secara bersamaan, seperti Skype for Business untuk melakukan panggilan suara dan berbagi desktop, serta Zoom untuk pertemuan melalui video dan untuk menghadirkan perangkat mobile dan ruang konferensi. Zoom yang fokusnya adalah untuk mengatur rapat di seluruh ruang konferensi dan tim peserta rapat sehingga tidak ada friksi sangat selaras dengan inisiatif tempat kerja digital cerdas dari Aruba.

BACA JUGA :  Aruba Perkenalkan Solusi SD-WAN, LAN dan Keamanan Terintegrasi untuk Mendukung Software-Defined Branch

“Tempat kerja telah berevolusi menjadi pengalaman, di mana orang, konten, dan tool harus berinteraksi secara mulus,” ujar Eric Yuan, Chief Executive Officer di Zoom. “Sistem ruang konferensi Zoom yang berbasis mobile, desktop, dan perangkat lunakmenghadirkan pengalaman tersebut melalui kerjasama berbagai alat bantu yang paling sesuai. Keterbukaan seperti itu merupakan angin segar bagi para pelanggan yang selama bertahun-tahun tidak punya pilihan selain membeli jaringan dan solusi telepresence mereka dari satu vendor.”

Untuk menghadirkan beragam solusi produktivitas tempat kerja digital dan IoT enterprise yang telah teruji, Aruba telah memperluas ArubaEdge Technology Partner Program dengan menambah penyedia layanan tempat kerja digital cerdas, yaitu AccelTex, HPE Pointnext, Lunera, Patrocinium dan SpaceIQ ke jajaran mitranya, di samping Envoy, Robin dan Teem yang sudah ada sebelumnya. Para mitra ini menyediakan solusi-solusi terintegrasi yang memanfaatkan kombinasi antara layanan lokasi dan pengelolaan IoT enterprise yang aman demi terwujudnya tempat kerja digital yang sesuai kebutuhan pengguna dan serba otomatis.

“Kebutuhan akan mobilitas, cloud, dan IoT modern tengah mentransformasi lingkungan kerja masa depan, sehingga menuntut pendekatan terhadap jaringan yang mengedepankan kebutuhan pengguna. Aruba NetInsight menggunakan analitik berbasis pembelajaran mesin untuk terus memantau dan memberikan informasi dari jaringan. Tim TI dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengoptimalkan jaringan mereka dan menawarkan pengalaman berkualitas tinggi bagi para pengguna,” ungkap Justin Chiah, Direktur Senior dan Manajer Umum, Asia Tenggara dan Taiwan, Aruba, perusahaan Hewlett Packard Enterprise.

“Selain itu, Aruba belum lama ini memperluas jaringan mitra Tempat Kerja Digital Cerdas dengan semakin memberdayakan tim TI dalam memberikan solusi-solusi yang teruji dan terintegrasi bagi pengeloaan IoT enterprise yang aman, lingkungan fisik yang kolaboratif, serta lingkungan kerja digital yang serba otomatis dan sesuai kebutuhan pengguna.”

 Harga dan Ketersediaan

NetInsight telah tersedia hari ini dengan cara berlangganan mulai dari US$30 per perangkat jaringan (titik akses, pengendali). Harga bervariasi untuk langganan tahunan hingga beberapa tahun sekaligus.

Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Vivo Gelar Blind Pre-Order untuk Vivo S1 Series

Published

on

Trenteknologi.com – Jelang peluncuran vivo S1 pada 16 Juli 2019 mendatang, vivo membuka program Blind Pre-Order sejak tanggal 11 Juli hingga 15 Juli 2019 yang menawarkan S-Pecial Voucher dengan berbagai benefit tambahan bagi konsumen yang ingin lebih dulu memiliki vivo S1. Program Blind Pre-Order ini dibuka secara eksklusif melalui vivo Official Store di e-commerce Shopee.

“Kehadiran vivo S1 akan semakin memberikan pilihan smartphone yang menarik bagi kaum muda, apalagi kini telah dibuka periode pemesanan melalui voucher khusus yang digunakan pada Blind Pre-Order dengan sejumlah penawaran menarik untuk konsumen yang akan melakukan pembelian lini terbaru dari vivo ini,” tutur Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation PT vivo Mobile Indonesia. 

Selama masa Blind Pre-Order ini, vivo dan Shopee akan menjual S-pecial Voucher di vivo Official Store dengan harga Rp100.000. Konsumen yang telah membeli S-pecial Voucher dapat menukarkannya pada saat pemesanan vivo S1 pada periode S-pecial Pre-Order di vivo Official Store pada 16-22 Juli 2019, dan berhak mendapatkan hadiah tambahan senilai Rp300,000 berupa XXI Movie Card Rp100,000 dan Shopee Coins Rp200.000.

vivo dan Shopee juga menyediakan momen belanja Flash Sale untuk S-pecial Voucher pada tanggal 11 dan 13 Juli 2019 pukul 12.00 WIB. S-pecial Voucher dalam jumlah yang terbatas ini akan ditawarkan dengan harga khusus Rp. 50.000 dengan benefit yang sama. Selain itu, konsumen juga berkempatan mendapatkan vivo S1 secara gratis melalui kuis di akun Instagram Shopee pada 14 Juli 2019.

BACA JUGA :  Aruba Perkenalkan Solusi SD-WAN, LAN dan Keamanan Terintegrasi untuk Mendukung Software-Defined Branch

Mengusung tagline “Unlock Your Style”, vivo S1 akan hadir dengan sejumlah fitur menarik dan funsional yang sering dibutuhkan oleh konsumen muda di Indonesia, diantaranya layar Super AMOLED Ultra All Screen, pemindai sidik jari Screen Touch ID pada layar yang disematkan agar memudahkan pengguna melakukan proses autentikasi smartphone, 32MP AI Selfie Camera, AI Triple Rear Camera, desain stylish dan dua pilihan warna baru Cosmic Green dan Skyline Blue.

Mengusung tagline “Unlock Your Style”, vivo S1 akan hadir dengan sejumlah fitur menarik dan funsional yang sering dibutuhkan oleh konsumen muda di Indonesia, diantaranya layar Super AMOLED Ultra All Screen, pemindai sidik jari Screen Touch ID pada layar yang disematkan agar memudahkan pengguna melakukan proses autentikasi smartphone, 32MP AI Selfie Camera, AI Triple Rear Camera, desain stylish dan dua pilihan warna baru Cosmic Green dan Skyline Blue.

“vivo S1 akan memberi nuansa pembeda dari sekian produk smartphone yang telah dimiliki vivo. Melalui skema Blind Pre-Order yang digelar oleh vivo ini juga diharapkan dapat meningkatkan antusiasme konsumen yang menanti kehadiran smartphone dengan fitur atraktif dan desain yang stylish ini,“ pungkas Edy.

Continue Reading

Berita

Nokia 2.2 Resmi Dijual 1.8 Juta di Indonesia, Unggulkan Fotografi Low Light

Published

on

Trenteknologi.com – HMD Global hari ini secara resmi memboyong Nokia 2.2 di pasar Indonesia. Smartphone terbaru ini hadir dengan mengunggulkan fitur low light imaging berbasis AI dan tombol Google Assistant dengan harga yang benar-benar terjangkau. Nokia 2.2 merupakan smartphone Nokia seri 2 pertama yang menjadi bagian dari keluarga Android One, menawarkan pengalaman Android terkini yang menyeluruh dengan layar 5.71” yang modern dan discreet selfie-notch. Hadir dengan Android 9 Pie, Nokia 2.2 sudah dipersiapkan untuk Android Q dan akan mendapatkan pembaruan OS selama dua tahun dan pembaruan keamanan bulanan selama tiga tahun.

 

Muhammad Taufik Syahbuddin, Country Manager, HMD Global, Indonesia mengatakan:

“Kami sangat senang dapat menghadirkan Nokia 2.2 – smartphone seri 2 yang pertama kali dengan Android yang menyeluruh, menawarkan fitur-fitur kekinian dan Android versi terbaru dalam harga yang terjangkau bagi para penggemar di Indonesia. Berkat dukungan fitur-fitur berbasis AI, tombol Google Assistant khusus dan berbagai inovasi terbaru dari Google yang menjadikan konsumen tetap kekinian, kami percaya ini merupakan pengalaman Android terbaik yang dapat kami tawarkan bagi konsumen di segmen ini.”

 

Low light imaging berbasis AI, dan teknologi yang menjadikan Anda selalu kekinian

Menghadirkan low light image berbasis AI yang digabungkan dengan harga terjangkau, Nokia 2.2 dapat mengambil foto sekalipun dalam kondisi pencahayaan rendah. Kameranya dapat menangkap beberapa gambar secara terus-menerus dan dengan algoritma yang canggih mampu menghasilkan sebuah karya fotografi dengan cahaya lebih terang, detil lebih jelas dan sedikit distorsi. Fotografi HDR mempu menangkap warna-warna cerah dengan jangkauan yang dinamis dalam setiap pengambilan foto. Jadikan foto Anda lebih menarik dengan fitur-fitur Google Photo berbasis AI – ‘Colour Pop’ yang memberi perhatian pada subyek foto, ‘Colourise’ memungkinkan foto-foto monokrom diubah menjadi bewarna dan ‘Beautify’ memperindah sisi natural untuk hasil swafoto lebih baik.

BACA JUGA :  Aruba Perkenalkan Solusi SD-WAN, LAN dan Keamanan Terintegrasi untuk Mendukung Software-Defined Branch

Selain itu, para penggemar juga dapat menikmati tren teknologi terkini dengan ‘face unlock’ dan Google Lens. Fitur biometric face-unlock memungkinkan pengguna mengunci smartphone tanpa susah payah, dan menjadikan Nokia 2.2 sebagai satu dari beberapa smartphone dengan fitur ini di kelasnya. Dan tidak seperti kebanyakan smartphone di segmen ini, face-unlock dengan kendali AI terkini, menggunakan algoritma canggih dan deteksi aktivitas untuk pengalaman yang akurat dan sebenarnya. Google Lens membantu mencari apa yang Anda lihat, dengan mendekatkan lensa kamera pada benda yang ingin Anda beli atau pada sampul album untuk mendapatkan musik terbaru yang dapat diakses melalui layanan penyedia musik seperti Spotify.

Nokia 2.2 juga menawarkan tren kekinian pada desain layar, dengan tampilan layar dari ujung ke ujung dan discreet selfie-notch yang modern, memaksimalkan permukaan layar dalam ukuran yang nyaman untuk dikantongi. Layar HD+ berukuran 5.71” menawarkan tampilan lebar, namun tetap nyaman untuk penggunaan satu tangan. Layar ini dilengkapi dengan ketajaman 400nits, memungkinkan pengamalaman nonton yang lebih jelas. Dengan dukungan chipset MediaTek A22 CPU, yang dirancang untuk optimalisasi baterai, sehingga Anda tak perlu melakukan pengisian sepanjang hari.

 

Akses langsung ke Google Assistant dengan tombol khusus

Nokia 2.2 menawarkan Google Assistant terbaik di kelasnya, dengan tombol khusus Google Assistant. Ajukan pertanyakan pada Google Assistant, petunjuk arah, menelepon dan memerintahkannya untuk melakukan sesuatu dengan lebih cepat. Tekan tombol satu kali untuk akses Google Assistant dan dengan menekan lama Anda dapat menanyakan atau memerintah beberapa hal.

BACA JUGA :  Aruba Perkenalkan Solusi SD-WAN, LAN dan Keamanan Terintegrasi untuk Mendukung Software-Defined Branch

 

Smartphone Nokia menjadikan Anda tetap kekinian

Nokia 2.2 merupakan smartphone Nokia seri 2 yang pertama bergabung dalam keluarga Android One. Telah terbukti menawarkan Android terkini dan pengalaman Google, Nokia 2.2 juga telah siap untuk Android Q.

Hadir dengan Android 9 Pie, Nokia 2.2 menawarkan akses digital wellbeing terbaru seperti moda dashboard, app timer, Wind Down dan Do Not Disturb yang ditingkatkan. Smartphone ini membantu Anda memonitor penggunaan perangkat dan mematikan seluruh tampilan visual yang mengganggu kapanpun Anda inginkan. Fitur lain seperti Slices dan App Actions mengantisipasi Anda pada langkah berikutnya, menghadirkan integrasi aplikasi dan shortcut yang membantu Anda menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dan lebih mudah. Selain itu Adaptive Battery membatasi penggunaan beterai dari apliasi yang jarang Anda gunakan.

Nokia 2.2 bergabung dalam deretan smartphone Nokia di keluarga Android One, yang menghadirkan versi terbaru dari inovasi-inovasi dan software Android. Smartphone Nokia dengan Android One menawarkan media penyimpan dan umur baterai luar biasa dan dengan pembaruan keamanan bulanan selama tiga tahun dan pembaruan dua OS. Seperti halnya smartphone Nokia lainnya, Nokia 2.2 tidak memiliki tambahan bloatware, skin atau perubahan UI dan proses tersembunyi yang menghabiskan umur baterai atau memakan media penyimpan.

Ketersediaan

Pre-order secara online dimulai 28 Juni sampai 3 Juli 2019 melalui Blibli.com, Dinomarket.com, Shopee, Erafone.com, dan Sentralponsel.com. Konsumen akan mendapatkan Nokia 2.2 dengan bonus paket data XL 60 GB setahun dan keuntungan lainnya dari mitra e-commerce kami, hanya dengan membayar Rp. 300,000 (S&K berlaku).

BACA JUGA :  Aruba Perkenalkan Solusi SD-WAN, LAN dan Keamanan Terintegrasi untuk Mendukung Software-Defined Branch

Nokia 2.2 tersedia dalam warna Tungsten Black dengan harga ritel resmi Rp. 1,799,000.

Continue Reading

Berita

Logitech G Kembangkan Sensor HERO 16K untuk Mouse Gaming, Kini Lebih Akurat !

Published

on

Trenteknologi.com – Logitech secara resmi telah mengumumkan tiga jajaran mouse Gaming-nya yang telah disempurnakan oleh Logitech G dengan performa tinggi HERO (High Efficieny Rated Optical) sensor 16K. Mouse Gaming edisi penyempurnaan performa HERO diantaranya adalah  Logitech® G903 LIGHTSPEED Wireless Gaming Mouse, Logitech® G703 LIGHTSPEED Wireless Gaming Mouse, dan Logitech® G403 HERO Gaming Mouse, Semua mouse ini di desain untuk performa yang tidak terkalahkan dengan akurasi yang menakjubkan untuk semua tingkatan gamers.

“Sejak pertama diumumkan, Sensor HERO eksklusif kami menjadi terobosan pada sensor teknologi, dan orang-orang menyukainya,” ujar Ujesh Desai, Vice President dan General manajer Logitech Gaming.

Logitech G903 Lightspeed

Logitech G903 Lightspeed

Flagship G903 ini disempurnakan dengan sensor 16K yang merupakan sensor terbaik di kelasnya, sehingga menunjang permainan game dan ketahanan baterai yang 10x lebih efisien dari generasi sebelumnya. Dibuktikan dengan ketahanan baterai selama 140 jam. G903 ini dikategorikan dalam: Logitech G LIGHTSPEED wireless teknologi, dan sesuai dengan Logitech G’s POWERPLAY Wireless Charging System, didukung dengan 16.8M LIGHTSYNC RGB, desain yang kokoh, dan tersedia sebelas tombol pemrograman untuk bermain game yang akurat.

Logitech G703 Lightspeed

Logitech G703 Lightspeed

Desain yang sangat nyaman dan pas di tangan, G703 LIGHTSPEED juga disempurnakan dengan sensor HERO 16K untuk pengalaman melacak dan akurasi yang luar biasa. Dengan G703, Logitech fokus untuk mengurangi berat keseluruhan menjadi 95g, selain itu juga meningkatkan daya tahan baterai sampai dengan 35 jam dalam sekali pengisian daya. Teknologi wireless LIGHTSPEED ini menawarkan ketepatan bermain pada 16,000 max DPI dan tembakan yang mulus, serta meningkatkan performa wirelessnya, dan hal ini cocok dengan Logitech G POWERPLAY Wireless Charging System.

Logitech G403 HERO

Logitech G403 HERO

Melengkapi formasi pembaruan, ada G403 HERO. Dengan kapasitas yang ringan, bentuk desain yang ergonomis, serta sensor HERO baru, G403 HERO wired ini memberikan para pengguna akurasi pelacakan dan performa yang mereka butuhkan untuk menang. Selain itu, dilengkapi juga dengan LIGHTSYNC RGB, alat pemberat 10g opsional dan enam tombol pemrograman yang bisa diatur sesuai dengan pengaturan oleh gamers itu sendiri.

BACA JUGA :  Aruba Perkenalkan Solusi SD-WAN, LAN dan Keamanan Terintegrasi untuk Mendukung Software-Defined Branch

Demi membantu para gamers mendapatkan hasil maksimal dari gear mereka, ketiga mice gaming ini dapat di atur kustomisasi nya menggunakan software gaming Logitech’s G HUB advanced. Dilengkapi dengan balutan permukaan yang modern dan terlihat mewah, software yang membantu para gamer mengatur gear sesuai dengan game yang dimainkan, serta dapat membagikan dan mengunduh profil dengan orang lain.

Harga dan Ketersediaan

Logitech G903 LIGHTSPEED Wireless Gaming Mouse dengan sensor HERO, Logitech G703 LIGHTSPEED Wireless Gaming Mouse sensor HERO dan Logitech G403 HERO, ditargetkan akan tersedia dipasaran Indonesia pada tanggal 25 Juni 2019.

  • G903 Lightspeed : Rp 2.390.000
  • G703 Lightspeed : Rp 1.549.000
  • G403 Hero : Rp 1.099.000
Continue Reading
Advertisement

Tips & Trick

Review

Xiaomi Corner

Advertisement

Top 5