Connect with us

Berita

Tingkatkan Mobile First Architecture, Aruba Hadirkan Jejaring Otonom dan Tempat Kerja Digital yang Cerdas

Published

on

Trenteknologi.com – Aruba, perusahaan Hewlett Packard Enterprise (NYSE: HPE), hari ini mengembangkan Mobile First Architecture dengan memperkenalkan inovasi baru di bidang analytics dan assurance yang didukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mendukung jejaring otonom. Aruba juga meningkatkan kemitraan untuk menghadirkan pengalaman di tempat kerja yang lebih cerdas.

Untuk membantu perusahaan-perusahaan TI meningkatkan pengalaman pengguna dan memastikan ketangguhan bisnisnya dengan tetap mendukung mobilitas, IoT dan cloud, Aruba memperkenalkan NetInsight, sebuah solusi analytics dan assurance berbasis AI untuk mengoptimalkan kinerja jaringan. Selain itu, Aruba juga telah menambahkan kategori baru mitra smart digital workplace ke dalam ArubaEdge Technology Partner Program, yang meliputi para pemimpin di bidang real estat perusahaan, furnitur terhubung, dan vendor-vendor teknologi, guna menghadirkan pengalaman generasi berikut di tempat kerja, yang secara aman mendukung IoT, membangun otomasi dan layanan berbasis lokasi untuk para tamu dan karyawan.

 

Mengoptimalkan Kinerja Jaringan: NetInsight Menghadirkan Analytics dan Assurance Berbasis AI

Saat ini, perusahaan-perusahaan TI menghadapi tantangan dalam pengelolaan lingkungan yang sangat dinamis dan sulit diprediksi dengan alat bantu yang dirancang untuk mengelola infrastruktur, dan bukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Para profesional TI memerlukan tool modern yang secara proaktif bisa mengatasi masalah kinerja, menyajikan informasi tentang kemungkinan penyebab suatu permasalahan, dan merekomendasikan perubahan konfigurasi yang dapat mengoptimalkan jaringan, sebelum berdampak pada pengguna atau bisnis.

Untuk mengatasi tantangan ini, Aruba telah memperluas kemampuan analytics dan assurance pada Mobile First Architecture dengan solusi barunya, NetInsight. Solusi ini menggunakan teknologi pembelajaran mesin untuk terus memantau jaringan, memberi informasi ketika terjadi anomali, dan kemudian merekomendasikan cara terbaik untuk mengoptimalkan jaringan bagi para karyawan saat ini yang mengedepankan teknologi mobile dan bagi perangkat-perangkat IoT yang penggunaannya semakin penting di tempat kerja, berdasarkan data yang khusus ke konektivitas pengguna dan atribut kinerja RF.

Pelanggan Aruba, University of Washington, sangat antusias untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang positif di kampus, rumah sakit, dan kliniknya. Dengan lebih dari 12.000 titik akses Wi-Fi dan lebih dari 150.000 perangkat di dalam jaringan setiap harinya, berbagai tantangan pengelolaan kinerja yang muncul karena skalanya yang besar, pola penggunaan yang tidak dapat diprediksi, serta berbagai aplikasi yang memerlukan kinerja yang tinggi adalah permasalahan yang nyata.

“Kampus dan rumah sakit yang menerapkan teknologi digital saat ini semakin bergantung pada aplikasi yang rumit, perangkat cerdas, dan pengguna mobile yang berharap mendapatkan konektivitas di mana pun,” tutur David Morton, Direktur, Networks and Telecommunications di University of Washington. “Dengan menggunakan Aruba NetInsight, kami memiliki akses ke data jaringan dengan alur visualisasi dan analitik yang bermanfaat guna membantu kami membuat keputusan-keputusan penting ketika dibutuhkan cakupan yang lebih luas dan cakupan baru, seperti Wi-Fi di luar ruangan untuk konstruksi baru. Kami juga dapat memeriksa dampak sebelum dan sesudah perubahan jaringan sehingga kami dapat secara proaktif menghadirkan pengalaman pengguna sebaik mungkin.”

 

Membangun Tempat Kerja Digital Cerdas dengan Dukungan Ekosistem Mitra yang Teruji

Penggunaan teknologi mobile, cloud dan IoT mengubah masa depan dunia kerja karena menuntut sebuah pendekatan otonom terhadap jaringan. Bangunan cerdasr berbasis IoT sangat efisien dan terkait erat dengan tempat kerja digital yang mengedepankan teknologi mobile. Paradigma baru ini membentuk tempat kerja digital cerdas yang harus menghadirkan pengalaman pengguna yang aman dan dapat diandalkan, optimal, serta dapat memenuhi kebutuhan setiap pengguna, sehingga mampu menumbuhkan kreativitas, kolaborasi, kecepatan, dan kebebasan di kalangan karyawan.

 

Melalui pemanfaatan Mobile First Architecture, Aruba telah memperluas ArubaEdge Technology Partner Program dengan mitra-mitra kategori baru yang mencakup perusahaan real estat komersial (CRE), furnitur terhubung, dan perusahaan-perusahaan teknologi baru. Bersama dengan Aruba, para mitra baru ini akan menciptakan sebuah konsep tempat kerja modern yang secara unik memadukan mobilitas pengguna, konektivitas yang aman, dan lokasi dengan konteks sensorik dari IoT enterprise. Pengalaman-pengalaman ini meliputi ergonomi ruang kerja dan pencahayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna, Unified Communication (UC) mobile, dan ruang konferensi yang sepenuhnya bersifat otomatis, hingga pemeliharaan peralatan preventif dan penghematan energi otomatis dalam satu infrastruktur.

“Konsumen mengharapkan semua hal yang mereka lakukan berjalan mulus, termasuk seluruh kegiatan di tempat kerja,” kata Sandeep Davé, Chief Digital and Technology Officer, Global Workplace Solutions di CBRE. “Ketika berusaha untuk merekrut dan mempertahankan karyawan-karyawan mereka yang terbaik dan tercerdas, para klien kami merasa perlu menghadirkan pengalaman yang sempurna di tempat kerja. Mereka beralih ke CBRE untuk memberikan layanan berbasis pengalaman dan tempat kerja digital. Kami melakukan hal tersebut dengan CBRE 360, sebuah solusi layanan pengalaman berbasis teknologi terdepan. Terdapat keselarasan yang kuat antara tujuan CBRE menciptakan lingkungan tempat kerja mutakhir dengan layanan properti terintegrasi dan panduan tempat kerja digital cerdas dari Aruba. Ini adalah area di mana tim kami telah berkolaborasi dengan Aruba dan berharap untuk mewujudkan sinergi yang lebih kuat di masa mendatang.”

“Banyak perusahaan mengevaluasi kembali strategi real estat mereka agar lebih sejalan dengan dan mendukung dunia kerja masa depan,” ujar Francisco J. Acoba, Direktur Utama dan Kepala Bagian untuk Kawasan A.S., Global Real Estate Transformation, Deloitte Consulting LLP. “Tempat kerja digital cerdas kini menjadi aspek diferensiasi terpenting bagi banyak perusahaan ketika para pemilik perusahaan berupaya merekrut, mempertahankan, dan menumbuhkan talenta-talenta terbaik di era saat ini. Masa depan dunia kerja akan ditentukan oleh pengalaman tempat kerja digital cerdas, dan para pemimpin real estat perusahaan bersama dengan para pemimpin TI mereka harus mempertimbangkan penerapan teknologi mobilitas dan IoT enterprise yang akan mentransformasi kantor fisik.”

“Yang disebut sebagai pengalaman di tempat kerja yang hebat kini berkembang dengan pesat dengan melibatkan unsur-unsur digital dan data,” kata Jeff Gibson, Director of Advanced Business Development di Herman Miller. “Orang-orang memerlukan berbagai nuansa untuk menjalankan aktivitas kerja mereka dan unsur digital yang kami hadirkan membantu memaksimalkan pengalaman mereka di tempat kerja. Kami bekerja sama dengan Aruba untuk menciptakan visi yang memungkinkan furnitur dan perangkat yang terhubung dengan cloud untuk mendukung pengalaman digital yang mengedepankan teknologi mobile. Pemanfaatan data dan informasi memungkinkan penggunaan ruang secara efisien di lingkungan perusahaan, serta memaksimalkan potensi kinerja.”

 

Peningkatan Kolaborasi dan Produktivitas  Tempat Kerja yang Tanpa Hambatan

Di banyak perusahaan digital, dua atau lebih aplikasi kolaborasi digunakan secara bersamaan, seperti Skype for Business untuk melakukan panggilan suara dan berbagi desktop, serta Zoom untuk pertemuan melalui video dan untuk menghadirkan perangkat mobile dan ruang konferensi. Zoom yang fokusnya adalah untuk mengatur rapat di seluruh ruang konferensi dan tim peserta rapat sehingga tidak ada friksi sangat selaras dengan inisiatif tempat kerja digital cerdas dari Aruba.

“Tempat kerja telah berevolusi menjadi pengalaman, di mana orang, konten, dan tool harus berinteraksi secara mulus,” ujar Eric Yuan, Chief Executive Officer di Zoom. “Sistem ruang konferensi Zoom yang berbasis mobile, desktop, dan perangkat lunakmenghadirkan pengalaman tersebut melalui kerjasama berbagai alat bantu yang paling sesuai. Keterbukaan seperti itu merupakan angin segar bagi para pelanggan yang selama bertahun-tahun tidak punya pilihan selain membeli jaringan dan solusi telepresence mereka dari satu vendor.”

Untuk menghadirkan beragam solusi produktivitas tempat kerja digital dan IoT enterprise yang telah teruji, Aruba telah memperluas ArubaEdge Technology Partner Program dengan menambah penyedia layanan tempat kerja digital cerdas, yaitu AccelTex, HPE Pointnext, Lunera, Patrocinium dan SpaceIQ ke jajaran mitranya, di samping Envoy, Robin dan Teem yang sudah ada sebelumnya. Para mitra ini menyediakan solusi-solusi terintegrasi yang memanfaatkan kombinasi antara layanan lokasi dan pengelolaan IoT enterprise yang aman demi terwujudnya tempat kerja digital yang sesuai kebutuhan pengguna dan serba otomatis.

“Kebutuhan akan mobilitas, cloud, dan IoT modern tengah mentransformasi lingkungan kerja masa depan, sehingga menuntut pendekatan terhadap jaringan yang mengedepankan kebutuhan pengguna. Aruba NetInsight menggunakan analitik berbasis pembelajaran mesin untuk terus memantau dan memberikan informasi dari jaringan. Tim TI dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengoptimalkan jaringan mereka dan menawarkan pengalaman berkualitas tinggi bagi para pengguna,” ungkap Justin Chiah, Direktur Senior dan Manajer Umum, Asia Tenggara dan Taiwan, Aruba, perusahaan Hewlett Packard Enterprise.

“Selain itu, Aruba belum lama ini memperluas jaringan mitra Tempat Kerja Digital Cerdas dengan semakin memberdayakan tim TI dalam memberikan solusi-solusi yang teruji dan terintegrasi bagi pengeloaan IoT enterprise yang aman, lingkungan fisik yang kolaboratif, serta lingkungan kerja digital yang serba otomatis dan sesuai kebutuhan pengguna.”

 Harga dan Ketersediaan

NetInsight telah tersedia hari ini dengan cara berlangganan mulai dari US$30 per perangkat jaringan (titik akses, pengendali). Harga bervariasi untuk langganan tahunan hingga beberapa tahun sekaligus.

Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Huawei P20 Pro Masih di Daftar No 1 DxOMark, Huawei Siapkan Standar yang Lebih Tinggi Lagi

Published

on

Trenteknologi.com – Situs benchmarking kamera DxOMark telah merilis hasil pengujian mendalam mereka atas smartphone yang baru diluncurkan. Tapi hasil pengujian itu belum bisa menggeser posisi smartphone premium Huawei P20 Pro yang meraih skor 109.

DxOMark adalah organisasi yang melakukan benchmark ilmiah terhadap kualitas gambar dari smartphone, lensa dan kamera, secara independen. Dengan protokol ilmiah yang ketat, mereka merangkum penilaian tentang kualitas foto dan video dalam suatu perangkat. Semakin tinggi skornya, semakin baik kualitas gambarnya.

Huawei P20 Pro, smartphone dengan triple camera dari Leica ini sudah bertahan di posisi nomor satu sejak Maret 2018. DxOmark menilai, Huawei P20 Pro betul-betul menetapkan standar yang tinggi. Saat melakukan perbandingan, DxOMark mendapati bahwa Huawei P20 Pro mampu melakukan zooming dengan hasil foto yang memiliki noise rendah dan tetap detail. Rendering warna foto yang dihasilkan terlihat lebih hidup. Pada perekaman dalam kondisi rendah cahaya, Huawei P20 Pro mampu menghasilkan gambar yang lebih bersih dengan lebih sedikit noise serta lebih mendetail.

 

Pertanyaannya, kalau pesaing saja belum bisa menggeser, siapakah yang mampu menetapkan standar yang lebih tinggi lagi?

Huawei sendiri sudah meluncurkan SoC smartphone Kirin 980 pada Agustus lalu. Ini adalah chipset pertama di dunia yang diproduksi dengan teknologi 7nm. Chipset ini sudah menggunakan ISP 4.0 yang dikembangkan Huawei sendiri, fitur yang mampu meningkatkan pixel throughput sampai 46 persen dan meningkatkan kemampuan noise reduction dan color reproduction. Dengan begitu, pengguna smartphone bisa menikmati gambar yang sangat jernih dan video yang memuaskan.

Tak cukup sampai di situ, dengan dual NPU dan tenaga komputasi yang terkuat saat ini, Kirin 980 mendukung fitur facial recognition, object recognition, object detection, image segmentation, intelligent translation, dan banyak lagi yang berbasis Artificial Intelligence. Kirin 980 memiliki jaringan neural yang dalam dan sangat presisi serta performa real-time yang tak tertandingi. Kirin 980 mampu mengenali 4500 gambar per menit, 120 persen lebih cepat ketimbang pendahulunya, dan jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri pada tahun lalu.

Dengan chipset ini, Huawei akan dapat menciptakan smartphone premium yang memiliki kinerja kamera AI lebih mumpuni sehingga menghasilkan pengalaman fotografi mobile yang lebih baik lagi. Itu semua berkat passion yang tinggi dari Huawei dalam melakukan riset dan pengembangan.

Lebih dari 10 persen revenue dialokasikan untuk melakukan R&D sehingga vendor ini mampu menghasilkan berbagai teknologi terobosan. Khusus untuk Kirin 980, untuk memastikan konsumen mendapatkan chipset kelas flagship terbaik, sebelum dihadirkan secara massal, Huawei mengumpulkan lebih dari 1000 pakar desain dan proses semikonduktor senior, melakukan riset selama 36 bulan dan menghasilkan lebih dari 5000 prototipe yang sudah divalidasi.

Continue Reading

Berita

Biar Kekinian, Yuk Kepoin Informasi Terkini di Situs Ini!

Published

on

Seberapa sering kamu menggulung layar telepon genggammu setiap hari? Sepuluh kali sehari? Wow, kamu sangat produktif, ya! Atau seratus kali per hari? Wah, itu sih antara tidak produktif atau pekerjaan kamu memang ada di ponsel! Yang jelas, kebutuhan akan informasi terkini memang jadi sesuatu yang tak terelakkan bagi manusia.

Ibu-ibu alias emak-emak biasa bergosip ria demi memuaskan kebutuhannya akan informasi terkini. Dulu di depan gerobak tukang sayur, kini di meja panjang kafe-kafe di pusat perbelanjaan kota besar. Tempatnya boleh beda, obrolan pun senantiasa berubah.

Pun kita yang dulu seringkali kongkow di suatu tempat, mengobrol tentang hal-hal yang random dan absurd pada malam hingga menjelang pagi. Seiring bertambahnya usia, begadang dihindari. Memantau media sosial jadi pengganti.

Scroll berkembang menjadi bagian penting dari kegiatan browsing kita. Kita menjejali pikiran dengan berbagai konten yang tersebar di internet sesuai dengan minat masing-masing, meskipun belum tentu bermanfaat juga.

Tempat boleh berbeda. Topik bahasan, apalagi. Tapi satu yang jelas; manusia punya kebutuhan akan informasi terkini.

Masalahnya tinggal bagaimana membuatnya menjadi kegiatan yang bermanfaat, jadi informasi yang kita baca tak sekedar pepesan kosong, apalagi ujaran kebencian. Duh, males banget deh!

Lho, memangnya ada, situs yang bisa kasih informasi terkini tapi juga berguna dan nggak bikin bete?

Ada dong!

Perkenalkan, BukaReview. Dia adalah mega portal Bukalapak yang memberikan informasi dan review produk dengan jujur, terpercaya, dan lengkap.

Yailah, iklan banget!

Eits, jangan salah. Omongan di atas bukan pepesan kosong, Sob! Pasalnya, selain menyediakan berbagai review produk yang diulas secara asyik (termasuk produk-produk terbaru yang lagi jadi bahan perbincangan), BukaReview memang punya banyak kanal atau rubrik yang mampu memuaskan dahaga kita akan berbagai informasi bermanfaat.

Ada banyak kanal di BukaReview yang bisa dibilang cukup lengkap. Kanal-kanal itu adalah mulai dari gadget, techno, beauty, fashion, food, mom, auto, sports, hobbies, hingga men’s style dan men’s grooming.

Bingung mau mulai dari mana? Klik saja kanal “all”, lalu bersiaplah untuk get lost dalam berbagai review yang dikemas secara ringan dan elegan. Di BukaReview, kamu bakal disuguhi oleh interface yang sedikit mengingatkanmu pada YouTube. Jadi, kalau kamu termasuk orang yang hobi main ke YouTube, interface BukaReview harusnya akan mengasyikkan, yes?

Kalau nggak percaya, coba aja buka https://review.bukalapak.com. Di sana, kamu bakal menemukan Top Stories di halaman depan. Top Stories adalah fitur yang menyajikan berbagai insight yang asyik dan menarik buat dibaca. Misalnya adalah review ciamik bertajuk “Rendang Dengan Bumbu Instan Indofood Vs. Bumbu Instan Royco, Pilih Mana?” yang dikulik oleh Astri Soeparyono. Saking kerennya, review yang satu ini bikin kita yang baca jadi ikutan ngiler, Sob!

Oh, kamu penggemar berat teknologi, mahasiswa sekolah bisnis, dan pendukung Samsung garis keras? Pernah baca tulisan berjudul Strategi Samsung Bersaing di Pasar Mid-End Indonesia oleh Lucky Sebastian?

Udah super duper tahu dan ekstra ngerti dengan apa yang mau dicari? Lagi kepo dengan knalpot Leovince yang jadi bahan obrolan di tongkrongan kamu? Ya udah, hajar aja kolom search di bagian kanan atas. Ya, yang ada kaca pembesarnya itu.

Segera, semua review yang berkaitan dengan kata kunci yang kamu cari akan langsung bermunculan di layar gadget dan laptop kamu, tentu dengan foto-foto yang tak kalah ciamik. Kurang asyik apa, coba?

Jadi, tunggu apalagi? Buka aja BukaReview!

Continue Reading

Berita

Indocomtech 2018 Kembali Digelar dengan Membawa Nuansa Baru

Published

on

Indocomtech 2018, ajang pameran teknologi informasi dan komunikasi yang selalu menjadi benchmark bagi perkembangan teknologi di Indonesia, akan kembali digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pada 31 Oktober – 4 November 2018. Pameran ke-26 yang digawangi oleh Yayasan APKOMINDO Indonesia bekerjsama dengan PT Traya Eksibisi Internasional (Traya Events) ini mengangkat tema baru “Technology for Everyone” yang merepresentasikan gaya hidup masyarakat di era sekarang dalam memanfaatkan peranti berteknologi modern.

Melalui tema tersebut, Indocomtech 2018 berusaha untuk mengedukasi masyarakat tentang perkembangan teknologi yang begitu cepat dan telah mengubah berbagai sektor industri, termasuk gaya hidup masyarakat. Selain harus diantisipasi, teknologi baru juga perlu diadaptasi secara bijak. Karena konsumen Indonesia termasuk dalam kategori early adopter yang selalu update terhadap produk teknologi terbaru, Indocomtech 2018 memberikan ruang untuk belajar memanfaatkan teknologi digital secara cerdas demi efisiensi dan efektivitas hidup di abad 21.

Indocomtech 2018 selalu menarik untuk ditunggu-tunggu oleh para produsen, peritel, komunitas, pecinta gadget serta para pengembang aplikasi solusi dan teknologi di Indonesia karena kredibilitasnya yang telah diakui bertahun-tahun oleh industri dan masyarakat. Tema “Technology for Everyone” sangat tepat menggambarkan koneksi antara teknologi dan manusia di jaman sekarang,” tutur Bambang Setiawan, Presiden Direktur Traya Events.

Lebih lanjut Bambang menyebutkan sejumlah fasilitas dan keuntungan bagi para pengunjung pameran Indocomtech 2018, diantaranya  promo diskon, cashback, serta clearance sale untuk pembelian produk. Selain itu, sejumlah peserta pameran juga berlomba-lomba menggelar promo menarik.  Pameran Indocomtech 2018 ini juga memberikan keleluasaan konsumen untuk mencoba produk-produk terbaru. Sementara bagi peserta pameran, Indocomtech 2018 menjadi sarana yang tepat untuk memperkenalkan berbagai perangkat atau device terbaru mereka.

Indocomtech 2018 juga turut meramaikan industri Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)  yang kian berkembang dengan menghadirkan ratusan brand dari berbagai produk TIK. Kurang lebih 250 perusahaan teknologi yang terbagi dalam 9 kategori berbeda yaitu aksesoris, audio, kamera, gaming, laptop & PC, smart home, smartphone, dan wearable device akan hadir dan membawa nuansa berbeda di Indocomtech 2018.

Pada Indocomtech setahun silam, teknologi VR dan drone sempat menjadi spotlight, namun kini Indocomtech 2018 akan menghadirkan varian teknologi yang lebih beragam untuk semua kalangan. Brand-brand besar seperti HP, ASUS, Samsung, Apple, Xiaomi, MSI, dan Predator dipastikan tampil di Indocomtech 2018 dengan membawa serangkaian produk PC laptop for gaming, PC/laptop for business, action camera, printer, gadget, smartphone, Virtual Reality, Augmented Reality, dan peranti-pakai (wearable device) dari merek-merek terkenal. Indocomtech 2018 juga menyajikan gambaran mengenai konsep teknologi Artificial Intelligence, Internet of Things (IoT), Fintech, Smart Health, serta sejumlah solusi inovatif berbasis aplikasi dan teknologi internet.

Melalui pameran strategis ini, pengunjung juga dapat memanfaatkannya sebagai ajang untuk memperluas pengetahuan mengenai IT yang kian hari semakin dinamis. Sementara itu, bagi industri business-to-business (B2B) dan peritel diharapkan mendapatkan sinergi bisnis melalui keikutsertaannya dalam pameran Indocomtech 2018 mendatang.

“Kerja sama antarpelaku industri tentu menjadi salah satu poin penting yang ingin dihadirkan di Indocomtech 2018. Pertemuan antarpelaku industri, mendorong kolaborasi pada produk TIK terkini sekaligus memberikan pemahaman secara langsung melalui workshop mengenai teknologi di dalamnya,” tambah Bambang.

Indocomtech 2018  akan menempati area seluas 17.000 meter persegi dan akan diikuti oleh lebih dari 250 eksibitor dari bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, produk elektronik, serta aksesoris yang ada di Indonesia. Pameran selama lima hari ini menetapkan harga tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang untuk hari Rabu – Kamis, sedangkan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu, pengunjung dapat membeli tiket masuk seharga Rp 30.000 per orang.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Indocomtech 2018, silakan Anda buka laman http://www.indocomtech.net

Continue Reading

Tips & Trick

Review

Xiaomi Corner

Top 5