Connect with us

Berita

Xiaomi Mi 6X atau Mi A2 Resmi Diluncurkan, Hadir dengan Segudang Teknologi Artificial Intelligence (AI)

Published

on

Trenteknologi.com – Xiaomi akhirnya kembali resmi meluncurkan smartphone andalannya yaitu Mi 6X atau Mi A2 pada sebuah acara di Wuhan University. Smartphone Ini memiliki desain bodi yang dibalut dengan bahan logam, integrasi teknologi AI pada kamera, dan MIUI 9.5 yang berbasis Android 8.1 Oreo. Mi 6X rencananya juga akan segera diluncurkan di India dengan nama Mi A2 yang berbasis Android Stock.

 

Layar 5,99 inci, Snapdragon 660 dan RAM hingga 6GB

Xiaomi Mi 6X memiliki layar 5,99 inci dengan aspek rasio 18: 9 yang terlihat sangat mirip dengan Redmi Note 5 . Smartphone ini telah didukung dengan prosesor Snapdragon 660 AIE SoC dan pengolah grafis Adreno 512 GPU. Dan pada sektor RAM, smartphone tersebut akan hadir dengan pilihan RAM dan penyimpanan internal sebesar 4GB + 64GB, 6GB + 64GB dan 6GB + 128GB.

Kamera dengan Segudang Teknologi AI

Salah satu hal yang menjadi sorotan dari Mi 6X atau Mi A2 ini adalah pada sektor kamera, yang telah menggunakan teknologi AI untuk peningkatan kualitas foto. Kamera depan Mi 6X atau Mi A2 ini menggunakan sensor dari Sony IMX376 beresolusi 20-megapiksel dengan aperture f / 1.75 dan soft-LED flash. Lalu untuk kamera belakangnya, pada kamera utamanya telah menggunakan kamera ganda beresolusi 12 megapiksel dengan sensor Sony IMX486 dan aperture f / 1.75, piksel 1,25-mikron, dan sensor Sony IMX376 untuk kamera sekunder yang juga beresolusi 20 megapiksel dengan bukaan yang sama tetapi ukuran piksel hanya 1-mikron. Pengaturan kamera belakang disertai dengan phase-detection autofocus dan flash LED Dual Tone.

Pada kamera bagian depan dan belakang, keduanya sudah terdapat teknologi AI Scene Recognition yang berguna untuk memberikan warna yang lebih baik pada hasil foto, serta Potrait Mode. Fitur berbasis AI lainnya yang terdapat di Mi 6X ini juga sudah termasuk AI efek bokeh, AI Smart Beauty 4.0, AI konversi mata uang, dan lain sebagainya. Selain itu Mi 6X juga memiliki fitur terjemahan yang bertenaga AI, dan dapat mengkonversi teks dari bahasa Cina ke bahasa Inggris, Perancis, Jerman, Spanyol, Bahasa Jepang, Korea dan India. Smartphone ini juga telah mendukung fungsi Face Unlock, serta telah dilengkapi juga dengan sensor sidik jari di bagian belakang.

Baterai 3010 mAh dan QuickCharge 3.0

Kapasitas baterai Mi 6X atau Mi A2 ini berkapasitas 3010mAh, yang telah disertai dengan dukungan untuk QuickCharge 3.0 yang memungkinkan untuk mengisi ulang baterai hingga 50 persen dalam 30 menit saja.

Konektivitas dan Fitur Sensor Mi 6X

Pilihan konektivitas pada Mi 6X atau Mi A2 adalah 4G LTE, Wi-Fi dual-band a / b / g / n / ac, Wi-Fi Direct, Miracast, Bluetooth 5.0, Infra Red, port USB Tipe-C, namun tidak terdapat slot jack earphone 3,5mm saat ini. Sensor di papan termasuk accelerometer, ambient light sensor, gyroscope, proximity sensor.

Harga 6X, Spesifikasi Sama dengan Setengah Harga

Harga Mi 6X telah diluncurkan dalam tiga varian warna yaitu Merah, Emas, Rose Gold, Biru, dan Hitam. Selain itu Mi 6X juga hadir dalam 3 varian pilihan RAM serta penyimpanan internal yang berbeda satu sama lain.

RAM 4GB + ROM 64GB dijual dengan harga sekitar Rp. 3.5 jutaan, sedangkan RAM 6GB +ROM 64GB dijual sekitar Rp. 3.9 jutaan. Dan untuk Mi 6X dengan varian tertinggi RAM 6GB + ROM 128GB dibanderol dengan harga sekitar Rp. 4.4 jutaan saja. Mi 6X untuk sementara ini hanya tersedia untuk pasar Cina saja, dan akan dijual secara online dan offline mulai 27 April 2018.

 

Bagaimana pendapat Kamu tentang Mi 6X atau Mi A2 ini ? Apakah ingin Mi 6X ini juga ikut dirilis di Indonesia ? Tinggalkan komentar kamu dibawah ini.

Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....

Berita

Walaupun Ikut Membawa Teknologi AI, Namun Huawei Nova Series Terbaru Berbeda ?

Published

on

Trenteknologi.com – Huawei melihat ada pergeseran fokus dari manufaktur smartphone pada 2018 ini. Pada awal tahun, manufaktur smartphone masih berkutat soal desain yang bezel-less, lalu lambat laun mulai mengarahkan perhatiannya pada teknologi Artificial Intelligence (AI). Sekarang, semua manufaktur sudah menanamkan kemampuan AI di perangkat jagoan mereka. Dan di antara fitur AI yang menarik itu, AI pada sektor fotografi adalah yang paling hangat dibicarakan.

Sejarah fotografi di telepon selular ditancapkan pada 18 tahun lalu dengan kehadiran kamera ponsel yang memakai sensor CMOS 110.000 piksel. Kemampuannya jauhlah dibandingkan dengan yang sudah kita nikmati pada hari-hari ini. Tapi tak bisa dipungkiri, telepon genggam berkamera pertama itu telah mengubah industri dan dampaknya kita rasakan sampai sekarang.

Berbagai manufaktur telepon seluler, sejak era feature phone, sampai di era smartphone sekarang, terus berinovasi, mencoba menghadirkan fitur kamera smartphone yang mampu mengabadikan kenangan-kenangan terbaik mereka. Malah, kalau bisa menggantikan kamera digital.

Dari sekadar kamera bersensor CMOS, industri kemudian mulai menerima smartphone berkamera 5 MP yang sudah mendukung autofocus. Tak hanya bagian belakang, kamera depan pun hadir, dan kelak melahirkan trend bernama selfie.

Kini, 18 tahun kemudian, teknologi kamera pada smartphone sudah melompat begitu jauh. Dari sekadar satu kamera di depan dan satu di belakang, kita sudah bisa menikmati kamera belakang tiga sekaligus pada P20 Pro, yang merupakan hasil kerjasama Huawei dan Leica.

Lebih jauh lagi, kita sudah berada di era fotografi smartphone yang mengutilisasi kemampuan teknologi kecerdasan buatan alias AI. Di zaman ini, manufaktur ponsel banyak yang terburu-buru masuk ke pasar, demi meraih keuntungan sebagai yang pertama. Kalau bisa dibagi, pasar saat ini bisa dibagi tiga grup, yaitu: Grup Chipset, Grup Kamera, dan Grup Algoritma.

Grup Chipset: sebab untuk menjalankan AI butuh volume komputasi yang masif, maka dibutuhkan prosesor khusus yang bisa merealisasikan fitur AI dan mengakselerasi proses fotografi. Sebagai AI, engine itu sendiri harus mampu meningkatkan dirinya sendiri dengan pembelajaran terus menerus. Salah satu prosesor yang mampu melakukan itu adalah Kirin 970 dari Huawei. Prosesor ini mengalahkan pesaingnya berkat adanya NPU untuk memproses gambar, sehingga ia lebih efisien.

Grup Kamera: Salah satu yang menonjol di sini adalah smartphone ciptaan Google yang diluncurkan di semester 2, 2017 lalu. Ia mengkombinasikan komputasi cloud dan algoritma untuk membagi-bagi proses AI pada foto dan video. Dengan begitu, smartphone di kelompok ini dapat merekam obyek dengan baik. Tapi masalahnya, sistem ini sangat tergantung pada koneksi Internet.

Grup Algoritma: Manufaktur smartphone asal China, kebanyakan ada di kelompok ini. Mereka sangat tergantung pada peningkatan performa CPU dan GPU untuk memenuhi kebutuhan AI. Tapi karena tidak ada yang khusus didedikasikan menangani AI, maka performanya pun tak utuh. Akan sangat berbeda hasilnya kalau ada NPU yang dikhususkan untuk menangani AI. Begitulah yang bisa dicapai oleh Huawei P20 Pro.

Tapi Huawei tampaknya ingin menyajikan kemampuan smartphone premium ini kepada masyarakat yang lebih luas melalui lini terbaru Nova Series-nya. Smartphone ini disebut diperkuat SoC kelas premium dengan kemampuan AI, tapi memiliki harga yang sebanding dengan smartphone kelas menengah lainnya.

Tak cuma itu, Nova Series terbaru ini juga sudah memakai empat kamera, dengan kamera belakang 24MP dan 16 MP, serta kamera depan yang memiliki formasi atau pasangan lensa 24MP dan 2MP. Kamera depan ini juga dilengkapi kemampuan scene recognition, yang pertama di industri. Sehingga bukan hanya obyek foto yang terlihat bagus, tapi latar belakangnya juga.

Makin penasaran? Jangan khawatir. Huawei akan segera menghadirkan smartphone berkemampuan hebat ini di Indonesia pada 31 Juli mendatang. Anda juga bisa mengintip lebih jauh fitur-fitur Nova Series terbaru ini melalui pemberitaan di media massa dan media sosial Huawei. Pantau terus ya.

Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://consumer.huawei.com/id/

Continue Reading

Berita

Generasi Baru Huawei Seri Nova Segera Hadir di Indonesia pada Akhir Juli

Published

on

Trenteknologi.com – Setelah menggebrak Indonesia dengan kehadiran smartphone flagship P20 Pro yang revolusioner, Huawei kini siap menghadirkan kembali smartphone terbarunya pada akhir bulan ini, yaitu generasi terbaru seri Nova. Smartphone ini akan diluncurkan secara resmi pada 31 Juli 2018 mendatang.

Generasi ketiga seri Nova ini menjanjikan peningkatan yang signifikan bagi target pasar dari seri Nova yaitu para kaum muda. Seri Nova terbaru ini baik dari sisi spesifikasi maupun fiturnya telah disempurnakan untuk anak muda yang energetik dan penuh semangat. Target audiens seri Nova terbaru ini adalah demografik yang unik, mereka adalah individu yang inventif dan tak takut menantang status quo.

Kaum muda nan pemberani ini tak takut menampilkan sisi terbaik dan paling menariknya saat berinteraksi dengan lingkungannya. Bagi mereka, sebuah perangkat bukan sekadar pernyataan tentang mode, tapi untuk menghibur diri, mengeksplorasi sisi terbaiknya, dan mengekspresikan dirinya, hal ini lah yang menginspirasi Huawei untuk menyajikan smartphone yang dapat memenuhi kebutuhan dari kaum muda tersebut.

Smartphone ini tak hanya mewarisi karakteristik pendahulunya, yang sudah terlebih dahulu meluncur di market Indonesia beberapa waktu lalu. Tapi DNA smartphone baru ini juga sudah ditingkatkan, yakni dengan ditambahkannya ramuan sukses berupa: desain yang luar biasa dan pengalaman fotografi empat kamera berbasiskan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang ditingkatkan.

Berbekal layar yang cukup luas untuk memuaskan mata penggunanya, Huawei juga menanamkan engine yang jauh melebihi pendahulu dan bahkan para pesaingnya di kelas yang sama. Sebab Huawei membenamkan teknologi sekelas flagship dan diperkuat oleh AI, di balik antarmuka yang terbaru.

“Generasi terbaru Nova ini, tak bisa disangkal lagi, telah memantapkan kepemimpinan Huawei di industri smartphone yang mengutilisasi kecanggihan teknologi AI,” kata Lo Khing Seng, Deputy Director Huawei Device Indonesia. “Perangkat ini dibuat bagi anak muda yang melihat smartphone sebagai medium yang penting untuk mengekspresikan dirinya, membantu menghasilkan foto yang bagus secara mudah dan desainnya yang trendi dengan detail yang indah membuatnya begitu modis.”

Penasaran seperti apa wujud seri Nova terbaru dari Huawei? Intip terus pemberitaan media dan kampanye digital yang digelar Huawei sampai tiba saat peluncurannya di Indonesia secara resmi pada 31 Juli mendatang.

Untuk informasi lainnya, kunjungi: https://consumer.huawei.com/id/

Continue Reading

Berita

Guna Merevolusi Pengalaman Perbankan, BCA Bekerjasama dengan Avaya Digital Solutions

Published

on

Trenteknologi.com – Avaya Holdings Corp (NYSE: AVYA) hari ini mengumumkan kemitraan teknologinya dengan bank swasta terbesar di Indonesia, Bank Central Asia (BCA), dalam sebuah transformasi digital luar biasa, yang akan mengubah cara BCA berhubungan dengan pelanggannya.

Kemitraan itu diumumkan hari ini bersamaan dengan acara Experience Avaya Indonesia, sebuah acara yang berfokus pada masa depan komunikasi digital. BCA telah mengadopsi solusi lengkap Avaya pada lima contact centre mereka dengan lebih dari 1.500 agen pelanggan – sebuah langkah yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang makin sempurna dan mulus bagi pelanggan BCA yang sangat mobile dan serba cepat di kota-kota utama di Indonesia dan sekitarnya. Pelanggan sudah menggunakan MyBCA, yang merupakan sebuah layanan video perbankan terpadu yang dibuat bersama dengan Avaya, untuk digunakan oleh mereka yang sedang mobile.

Sejak meluncurkan aplikasi MyBCA, BCA mengalami pertumbuhan pelanggan yang stabil. Sami Ammous, Managing Director Avaya untuk ASEAN, mengatakan: “Kami senang dapat bekerja sama dengan BCA dalam strategi digitalisasinya, yang dirancang untuk mengubah pengalaman costumer service bank itu- sebuah pembeda yang besar bagi pelanggan yang semakin canggih dalam memilih bank di lingkungan yang sangat kompetitif.”

Nathalya Wani Sabu, Executive Vice President of Center of Digital Division, Bank Central Asia, mengatakan: “Solusi Avaya telah memungkinkan kami untuk meningkatkan pengalaman pelanggan kami, memberi Bank keunggulan yang jauh lebih kompetitif dan mendorong pertumbuhan bisnis kami. Teknologi telah mengubah cara dan ekspektasi para nasabah bank kami. Solusi Avaya yang kami adopsi menempatkan kami pada posisi yang yang sangat baik untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh pelanggan kami.”

Banyak perusahaan di dunia yang bergantung pada solusi contact centre Avaya dalam mentransformasi constumer service dan kegiatan pendukung mereka, dan Avaya saat ini berada dalam posisi Leader menurut Gartner Magic Quadrant for Contact Center Infrastructure, Worldwide 2018, menandai pencapaian ke-17 kalinya Avaya berada di posisi itu. Perusahaan yang berada di kuadran Leaders pada Gartner Magic Quadrant selalu disebut sebagai “Perusahaan yang dieksekusi dengan baik terhadap visinya dan berada pada posisi yang baik menuju masa depannya”.

Sebagai tambahan setelah mengadopsi Aura Experience Portal, Interaction Center dan Call Management System dari Avaya, BCA telah mengumumkan bahwa perusahaan itu bermaksud menerapkan lebih jauh inisiatif digital Avaya di seluruh Indonesia pada bulan-bulan mendatang.

Continue Reading

Jooble.id

Advertisement
Advertisement

Tips & Trick

Review

Advertisement

Xiaomi Corner

Advertisement

Top 5