Connect with us

Teknologi

Manfaat Pembuatan Website Bagi Perusahaan

Published

on

Di jaman sekarang ini, manusia tidak hanya hidup di dunia nyata. Dengan munculnya sejumlah teknologi mampu membawa manusia hidup di jangkauan yang lebih luas yang disebut dunia maya. Dunia yang serba digital tersebut sudah merambah ke segala lini kehidupan, termasuk masalah bisnis. Salah satunya adalah fenomena website. Rata-rata kini semua perusahaan apapun sudah memiliki website, kenapa begitu? Kenapa harus website? Ternyata pembuatan website bagi sebuah perusahaan mempunyai manfaat yang sangat besar. Apa saja manfaatnya?

 

  1. Bisa Diakses Semua Orang

Dengan adanya website, perusahaan Anda bisa dilihat oleh siapapun dan kapanpun. Orang-orang bisa melihat isi dari website Anda dengan mudah. Karena hampir semua orang di dunia ini sudah paham akan internet, oleh karena itu harus dimanfaatkan.

 

  1. Membangun Image Perusahaan

Dengan pembuatan website Anda bisa mengisi website perusahaan Anda dengan konten-konten yang bisa membangun image perusahaan. Anda juga bisa menaruh profil perusahaan Anda agar bisa dilihat oleh semua orang. Hal ini sangat berguna bagi perusahaan baru agar cepat dikenal oleh masyarakat luas. Image perusahaan yang Anda bangun nantinya akan berefek pada jenis bisnis Anda.

 

  1. Media Promosi

Anda juga bisa menaruh iklan bisnis Anda di website. Website sebagai media promosi sangat membantu sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Selain mudah, menaruh iklan di website juga menghemat biaya. Sebab, website memiliki jangkauan yang luas serta jangka waktu yang lama.

 

  1. Memantau Pelanggan

Dengan menaruh script tertentu pada sebuah website, Anda bisa melihat jumlah pengunjung yang melihat website Anda. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk melihat seberapa website Anda berpengaruh pada progres perusahaan. Hal ini juga bisa menjadi dasar pertimbangan untuk meletakkan sejumlah iklan. Informasi trafic pengunjung juga bisa Anda lihat secara privat, artinya hanya Anda yang bisa melihatnya.

 

Masih banyak lagi manfaat-manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan adanya website perusahaan. Sekarang ini, banyak penyedia jasa pembuatan website perusahaan yang tersebar di internet dengan berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Universal Robots Lirik Peluang dari Roadmap “Making Indonesia 4.0”

Published

on

Trenteknologi.com – Universal Robots (“UR”), pemimpin pasar di bidang robot kolaboratif (collaborative robot/cobot) yang berbasis di Denmark, berinvestasi secara besar-besaran di Indonesia dengan menawarkan solusi otomasi, mengembangkan jaringan mitra dan mempromosikan pemahaman akan dunia robotik, yang sejalan dengan roadmap Indonesia bertajuk “Making Indonesia 4.0” yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia salah satu dari 10 negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030 dengan pertumbuhan PDB sebesar tujuh persen dan industri manufaktur yang berkontribusi hingga 26 persen.

Industri manufaktur di Indonesia merupakan tulang punggung ekonomi negara, yang berkontribusi sebesar 20 persen dari PDB di tahun 2017, atau sekitar 203 miliar dollar AS (Rp 2.930 triliun). Sektor ini telah mengalami pertumbuhan enam hingga tujuh persen setiap tahunnya selama beberapa tahun terakhir ini dan mampu menyerap lebih dari 25 juta tenaga kerja.

Sakari Kuikka, General Manager, Asia Tenggara dan Oseania di UR mengatakan: “Indonesia masih berada di tahap “baru lahir ”dalam hal penerapan Industri 4.0. Meskipun demikian, adopsi teknologi otomasi cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kami melihat potensi besar untuk meningkatkan kesadaran dan adopsi otomasi robot sebagai pemacu bangsa yang mendorong Indonesia menjadi pusat manufaktur terkemuka di kawasan Asia Tenggara dan masuk dalam 10 negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030.”

Telah hadir di Indonesia sejak tahun 2013, UR mendistribusikan cobot-nya melalui distributor teknologi Indonesia dan mitra integrator sistem, yaitu PT Citra Niaga Cemerlang, PT. Dharma Precision Tools, PT Surya Sarana Dinamika dan yang terbaru, PT Handal Yesindo Sejahtera. Di Indonesia, cobot digunakan di industri-industri, seperti otomotif, FMCG, teknik presisi, plastik dan polimer, serta kemasan.

Turut mengambil bagian dalam meningkatkan pemahaman akan teknologi robot dan kompetensi teknis di Indonesia, UR menjalin kerja sama dengan para mitranya untuk menyediakan lokakarya langsung dan seminar cobot bagi masyarakat luas. Perusahaan juga memiliki platform Akademi UR, yang menawarkan pelatihan robotik berkelas, dengan sembilan modul yang disediakan online tentang pelatihan pemrograman dasar untuk robot UR.

“Kami bekerja sama dengan mitra kami yang memiliki keahlian teknologi untuk menilai, merekomendasikan, dan menerapkan solusi UR yang tepat, terutama untuk perusahaan-perusahaan yang baru mengenal otomasi. Manfaat tanpa batas dan berbagai aplikasi yang luas dari cobot menawarkan keuntungan besar bagi industri di Indonesia, meningkatkan produktivitas, kualitas, dan kesejahteraan pekerja,” tambahnya.

Cobot, yaitu robot yang dirancang untuk dapat bekerja berdampingan dengan manusia secara aman, adalah segmen otomasi industri yang paling cepat berkembang, yang diperkirakan akan meningkat sepuluh kali lipat menjadi 34 persen dari semua penjualan robot industri di tahun 2025, menurut Federasi Internasional Robotika (International Federation of Robotics/IFR).

Cobot yang ringan, ringkas dan fleksibel dapat bekerja di ruang kecil dan di berbagai industri. Dengan fitur keamanan built-in, robot-robot ini aman untuk bekerja dari jarak dekat dengan manusia tanpa perlu memasang pembatas keamanan (tergantung pada penilaian risiko). Cobot juga memiliki harga yang kompetitif dan jika dibandingkan dengan robot industri tradisional, lebih murah dalam hal pengaturan. Cobot membuat otomasi dapat diakses oleh semua bisnis dari berbagai skala.

 

Teknologi Otomasi yang Semakin Diperlukan di Indonesia

Penerapan otomasi dan robotik di Indonesia masih berada dalam tahap awal. IFR menempatkan Indonesia di peringkat ke-41 secara global dalam hal adopsi otomasi dengan tingkat densitas robot sebanyak lima robot industri per 10.000 karyawan di tahun 2016, jauh di bawah rata-rata standar dunia sebanyak 74 robot industri. Indonesia juga tertinggal dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya dalam Global Innovation Index 2017, menduduki peringkat 87 dari 120 negara.

Hambatan dalam hal inovasi di negara ini mencakup tingkat pendidikan yang rendah secara keseluruhan dan investasi yang kecil di bidang penelitian dan pengembangan (R&D). Indonesia hanya menginvestasikan 0,2 persen dari PDB dalam hal R&D dibandingkan dengan Singapura dan Vietnam yang berinvestasi sekitar 2,5 persen dari PDB.

Dalam upaya untuk mempersempit kesenjangan adopsi inovasi yang semakin meluas, pemerintah meluncurkan roadmap “Making Indonesia 4.0” untuk mengadopsi otomatisasi dan mempersiapkan negara ini menuju Industry 4.0. Roadmap tersebut telah mengidentifikasi lima teknologi utama untuk mendukung pengembangan Industry 4.0, yaitu internet of things, artificial intelligence (kecerdasan buatan), human-machine interface, robotik dan teknologi sensor, serta 3-D printing.

Frost & Sullivan memperkirakan bahwa total pasar otomasi dan kontrol di Indonesia akan mencapai 246,9 juta dollar AS (Rp 3,57 triliun) pada tahun 2021.

 

Universal Robots Mendorong Otomasi Manufaktur

Lebih dari 27.000 cobot UR telah digunakan secara global, yang memberi keuntungan bagi banyak perusahaan, berapa pun skala bisnis mereka, dari berbagai industri.

Di Indonesia, cobot UR mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil dan keselamatan pekerja, dengan penghematan biaya tahunan sebesar lebih dari 80 ribu dollar AS (Rp 1,15 miliar) di PT JVC Electronics Indonesia.

 

Partisipasi di Ajang Manufacturing Indonesia

UR berpartisipasi di ajang Manufacturing Indonesia, yang merupakan pameran teknologi dan layanan manufaktur terbesar di Indonesia, yang digelar mulai dari tanggal 5 hingga 8 Desember 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pengunjung dapat merasakan langsung aplikasi cobot di Booth C600, Hall C1. Demi membantu meningkatkan pemahaman akan teknologi robot dan kompetensi teknis, UR akan memperkenalkan platform Akademi UR dan UR +. Program pelatihan Akademi UR bekerja bersama dengan UR +, platform online yang memanfaatkan ekosistem global dari pengembang pihak ketiga UR. Platform ini menawarkan sejumlah besar sumber daya mulai dari end-effector dan aksesori cobot hingga vision camera dan software.

Perusahaan juga akan memamerkan tool Application Builder barunya, yang menampilkan aplikasi berbasis mesin. Tool konfigurasi online yang tersedia di situs web UR ini menyediakan proses selangkah demi selangkah untuk memilih robot yang tepat dan tool end-of-arm, menentukan pro dan kontra berbagai opsi konfigurasi, dan mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan solusi yang lengkap. Demo ini akan menunjukkan kepada pengunjung betapa mudahnya mengonfigurasi tool tersebut melalui tablet layar sentuh interaktif UR yang instruksi-instruksinya disimulasikan oleh cobot UR3e.

Continue Reading

Berita

Zebra Technologies Luncurkan Solusi Komputasi Mobile Layar Sentuh Kelas Enterprise

Published

on

Trenteknologi.com – Zebra Technologies Corporation, inovator yang mendukung perusahaan skala enterprise melalui solusi dan mitra terbaik agar berbagai perusahaan dapat mewujudkan kinerja yang unggul, hari ini meluncurkan generasi terbaru dari komputer mobile layar sentuh genggam kelas enterprise yang dirancang untuk membantu perusahaan ritel, manufaktur, serta transportasi dan logistik dalam memberdayakan para pekerja lini depan mereka agar dapat memberikan layanan dan kepuasan pelanggan yang lebih baik. Model-model baru ini menambah portofolio solusi-solusi mobilitas kelas enterprise berbasis Android dari Zebra yang terkemuka di industri yang tersedia bagi para pelanggan dan komunitas PartnerConnect Zebra.

Komputer mobile tahan banting TC52/TC57 dan TC72/TC77 berbasis Android terbaru dari Zebra menawarkan perpaduan yang unik dari fitur desain industri pemenang penghargaan yang dikombinasikan dengan rangkaian tool produktivitas, administrasi, aplikasi pengguna akhir dan pengembang Mobility DNA (M-DNA) yang telah disempurnakan. Komputer layar sentuh baru ini merupakan pengembangan dari seri komputer layar sentuh TC51/TC56, TC70x/TC75x dan TC70/TC75 dari Zebra yang sebelumnya telah menuai kesuksesan. Dengan lebih dari satu juta unit terjual dalam lima tahun terakhir, perangkat-perangkat inovatif ini menawarkan platform aksesoris dan software yang telah terbukti yang dijalankan dengan sistem operasi (OS) Android™ yang telah umum digunakan.

Zebra TC52

“Mengingat dukungan bagi OS Windows® Mobile/CE akan segera berakhir, perusahaan-perusahaan harus memilih platform dan solusi komputasi mobile alternatif yang akan memaksimalkan produktivitas tenaga kerja dan pengembalian investasi,” ungkap David Krebs dari VDC Research. “Komputer layar sentuh TC5x dan TC7x terbaru dari Zebra yang didukung oleh M-DNA merupakan pengembangan dari solusi-solusi komputasi mobile terkemuka di industri, yang memberikan para pelanggan dan mitra solusi mobile yang andal, tahan lama dan modern guna mendukung tenaga kerja lini depan mereka.”

Komputer layar sentuh TC5x dan TC7x terbaru menawarkan empat penyempurnaan baru dalam rangkaian M-DNA yang dirancang untuk mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja, keamanan, dan konektivitas. Penyempurnaan yang dimaksud mencakup:

  • PowerPrecision Console memberikan para administrator TI push notification dan dasbor yang mudah dibaca yang menunjukkan kondisi dan status baterai melalui kode warna di seluruh armada perangkat agar dapat dengan mudah mengenali dan mengganti baterai yang sudah usang.
  • WorryFree Wi-Fi dengan teknologi radio Wi-Fi yang disempurnakan mendorong produktivitas tenaga kerja melalui konektivitas jaringan yang unggul dan roaming yang cepat. Kendala Wi-Fi dengan mudah dan cepat diselesaikan melalui aplikasi klien analisis Wi-Fi yang menawarkan analisis dan pemecahan masalah secara real-time.
  • GMS Restricted Mode merupakan penyempurnaan pertama di industri bagi aplikasi StageNow Zebra yang menawarkan para administrator TI kemampuan untuk menyesuaikan akses perangkat ke Google® Mobile Services (GMS) untuk meningkatkan efisiensi, privasi, dan keamanan kerja.
  • LifeGuard for Android, solusi keamanan Zebra yang diperluas bagi para pelanggan yang memiliki kontrak Zebra OneCare®, memberikan pembaruan keamanan/patch yang ketat yang melampaui dukungan konsumen dan kini menawarkan dasbor yang menghadirkan visibilitas dan kontrol ekstra terkait kapan dan bagaimana perangkat diperbarui.

Komputer layar sentuh TC5x dan TC7x yang baru memberikan perusahaan total biaya kepemilikan (TCO/ total cost of ownership) terendah di industri dengan memperpanjang masa pakai perangkat secara aman pada skala enterprise melalui dukungan tambahan dan kompatibilitas dengan teknologi Android generasi selanjutnya, serta solusi LifeGuard. Komputer layar sentuh terbaru ini juga menawarkan kemajuan teknologi yang memaksimalkan produktivitas, seperti prosesor super kuat yang memampukan penggunaan aplikasi yang lebih cepat, dukungan lokasi yang inovatif dengan menggunakan Visible Light Communications (VLC), serta penyempurnaan WiFi/Bluetooth® terbaru yang memberikan kecepatan dan jangkauan yang lebih baik tanpa menguras daya baterai. Fitur-fitur ini membantu memastikan bahwa para pekerja di dalam toko, para petugas pengantar direct store delivery (DSD), pekerja lapangan, dan pekerja lini depan dapat tetap saling terhubung dengan tim dan jaringan mereka guna mengambil keputusan terbaik secara real-time.

Komputer layar sentuh TC5x dan TC7x yang ergonomis cocok untuk berbagai aplikasi di dalam dan di luar ruangan yang melibatkan manajemen inventaris, perubahan harga/audit, metode click and collect, pengiriman jarak jauh, DSD serta optimasi rute. Selain itu, fitur-fitur konstruksi yang sangat tangguh dan tahan banting dari seri TC7x memungkinkan penggunaan yang lebih maksimal di gudang dan bagi aplikasi manajemen armada seperti pengambilan/bongkar muat barang, bukti pengiriman dan pengambilan, pencatatan petugas pengantar elektronik, serta pelacakan.

“Zebra merupakan pemimpin global dalam solusi-solusi komputasi mobile enterprise yang menawarkan perangkat kelas enterprise berbasis Android yang dirancang dengan mempertimbangkan para pekerja, tempat kerja, dan alur kerja lini depan guna memberikan keunggulan kinerja bagi berbagai perusahaan,” tutur Archana Khetan, Vice President Product Management, Enterprise Mobile Computing di Zebra Technologies. “Komputer layar sentuh TC5x dan TC7x baru ini dirancang untuk memungkinkan para pelanggan meningkatkan produktivitas tenaga kerja, meningkatkan kolaborasi pekerja, serta menjaga data dan koneksi sensitif melalui suatu perangkat yang telah terbukti di lapangan dan telah berhasil digunakan oleh lebih dari satu juta pelanggan.”

Zebra hari ini juga mengumumkan keikutsertaannya dalam program Android Enterprise Recommended (AER) yang baru saja diluncurkan oleh Google, sebagai bagian dari komitmen dan kepemimpinan Zebra yang berkelanjutan terhadap teknologi Android. Program AER Google secara independen memvalidasi solusi-solusi komputasi mobile kelas enterprise terhadap serangkaian standar tinggi yang membantu perusahaan memilih dari daftar vendor yang terverifikasi. Seri TC5x dan TC7x terbaru akan segera bergabung bersama TC25, TC51/56, dan TC70x/75x yang telah tersertifikasi sebelumnya.

FAKTA UTAMA

  • Sebagai pengembangan dari seri komputer layar sentuh TC5x dan TC7x Zebra terbaru yang telah memenangkan penghargaan, komputer mobile TC52/TC57 dan TC72/TC77 merupakan perangkat kelas enterprise tahan banting yang paling canggih, yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pekerja dan mengoptimalkan operasi di industri ritel, manufaktur, serta transportasi dan logistik.
  • Kedua solusi komputasi mobile terbaru tersebut menghadirkan platform canggih berbasis Android yang menampilkan chipset Qualcomm terbaru yang mendukung platform yang dapat dikembangkan bagi pengembangan aplikasi dan memberikan para pelanggan alur kerja yang dapat diprediksi guna meraih TCO yang jauh lebih rendah.

M-DNA Zebra yang disempurnakan merupakan rangkaian software dan tool mobilitas enterprise yang andal dan ekstensif di industri yang membantu mengelola pembaruan keamanan, meningkatkan akses jaringan, serta mengembangkan kolaborasi pekerja dan produktivitas tenaga kerja.

Continue Reading

Berita

Cloudera dan Hortonworks Umumkan Merger untuk Menciptakan Platform Data Generasi Terbaru

Published

on

Trenteknologi.com – Cloudera, Inc. dan Hortonworks, Inc. bersama-sama mengumumkan hari ini bahwa kedua perusahaan telah menandatangani sebuah perjanjian definitif, di mana keduanya akan bergabung dalam merger setara semua saham. Transaksi tersebut, yang telah disetujui secara bulat oleh Dewan Direksi kedua perusahaan, akan melahirkan penyedia platform data generasi berikutnya yang terkemuka di dunia, yang mencakup multi-cloud, on-premise, dan Edge. Kombinasi ini menetapkan standar industri untuk pengelolaan data cloud hybrid, sehingga mempercepat adopsi pelanggan, pengembangan komunitas, dan keterlibatan mitra.

Tom Reilly, Chief Executive Officer Cloudera, menyatakan, “Bidang usaha kedua perusahaan saling melengkapi dan strategis. Dengan menyatukan investasi Hortonworks dalam pengelolaan data end-to-end dan investasi Cloudera dalam penyimpanan data dan pembelajaran mesin, kami akan menghadirkan cloud data enterprise mulai dari Edge ke AI yang pertama di industri. Visi ini akan memungkinkan perusahaan untuk memajukan komitmen bersama kami terhadap kesuksesan pelanggan dalam mencapai transformasi digital.”

“Merger yang menarik ini akan memberikan nilai lebih bagi para pemegang saham kami masing-masing, dan memungkinkan pelanggan, mitra, karyawan dan komunitas open source untuk meraih manfaat dari penawaran yang disempurnakan, skala yang lebih besar dan peningkatan daya saing biaya yang dimungkinkan oleh kombinasi ini,” kata Rob Bearden, Chief Executive Officer Hortonworks. “Bersama-sama, kami berada di posisi yang tepat untuk terus bertumbuh dan bersaing di pasar streaming dan IoT, pengelolaan data, penyimpanan data, pembelajaran mesin/AI, dan cloud hybrid. Yang terutama adalah kami akan mampu untuk menawarkan serangkaian penawaran yang lebih luas, yang akan memungkinkan para pelanggan kami untuk memanfaatkan nilai dari data mereka.”

Berdasarkan ketentuan-ketentuan dari perjanjian transaksi, pemegang saham Cloudera akan memiliki sekitar 60% dari ekuitas perusahaan gabungan dan pemegang saham Hortonworks akan memiliki sekitar 40%. Pemegang saham Hortonworks akan menerima 1.305 lembar saham Cloudera untuk setiap saham Hortonworks yang mereka miliki, yang didasarkan pada rasio pertukaran rata-rata 10 hari dari harga kedua perusahaan hingga 1 Oktober 2018. Kedua perusahaan memiliki kombinasi nilai ekuitas fully-diluted sebesar USD 5,2 miliar berdasarkan harga penutupan pada tanggal 2 Oktober 2018.

Poin-Poin Penting dalam Transaksi

  • Melahirkan pemimpin dalam platform data generasi berikutnya dengan peningkatan skala dan sumber daya untuk menghadirkan cloud data enterprise yang pertama di industri, sehingga memberikan kemudahan dalam penggunaan dan elastisitas cloud publik mulai dari pusat data, ke Edge, dan di mana pun di antaranya.
  • Menciptakan platform terpadu yang superior dan standar industri yang jelas mulai dari Edge ke AI, yang secara substansial menguntungkan pelanggan, mitra, dan komunitas.
  • Mengakselerasi pengembangan pasar dan mendorong inovasi di bidang IoT, streaming, penyimpanan data, cloud hybrid, dan pembelajaran mesin/AI.
  • Memperluas peluang pasar dengan penawaran komplementer, termasuk Hortonworks DataFlow dan Cloudera Data Science Workbench.
  • Meningkatkan kemitraan dengan vendor cloud publik dan pengintegrasi sistem
  • Diperkirakan akan menghasilkan keuntungan finansial yang signifikan dan profil margin yang lebih baik:
  • Pendapatan sekitar USD 720 juta
  • Lebih dari 2.500 pelanggan
  • Lebih dari 800 pelanggan dengan ARR lebih dari USD 100.000
  • Lebih dari 120 pelanggan dengan ARR lebih dari USD 1 juta
  • Lebih dari USD 125 juta dalam sinergi biaya tahunan
  • Lebih dari USD 150 juta cash flow pada tahun 2020
  • Dana tunai sebanyak lebih dari USD 500 juta, tanpa utang

Manajemen dan Dewan Direksi

Menyusul selesainya transaksi, Chief Executive Officer Cloudera, Tom Reilly, akan bertindak sebagai Chief Executive Officer; Chief Operating Officer Hortonworks; Scott Davidson, akan menjabat sebagai Chief Operating Officer; Chief Product Officer Hortonworks; Arun C. Murthy, akan menjadi Chief Product Officer; dan Chief Financial Officer Cloudera; Jim Frankola, akan bertindak sebagai Chief Financial Officer, atas perusahaan gabungan. Chief Executive Officer Hortonworks, Rob Bearden, akan bergabung dengan dewan direksi. Anggota dewan direksi Cloudera saat ini, Marty Cole, akan menjabat sebagai Komisaris dewan direksi.

Dewan direksi perusahaan gabungan baru ini akan terdiri dari sembilan direktur. Sebanyak empat direktur, termasuk Rob Bearden, akan berasal dari jajaran dewan direksi Hortonworks. Sebanyak lima direktur, termasuk Tom Reilly, akan berasal dari jajaran dewan direksi Cloudera. Direktur kesepuluh akan dipilih oleh dewan direksi gabungan tersebut.

Mayoritas dewan direksi akan bersifat independen berdasarkan standar dari New York Stock Exchange.

Persetujuan dan Waktu Penutupan

Transaksi ini tunduk pada persetujuan pemegang saham Cloudera dan Hortonworks, undang-undang antitrust (persaingan usaha) di AS dan persyaratan penutupan yang lazim lainnya. Direksi dan pejabat eksekutif Cloudera dan Hortonworks, serta entitas yang berafiliasi, masing-masing sepakat untuk memilih saham yang mereka pegang dalam mendukung transaksi. Kedua perusahaan memperkirakan akan dapat menyelesaikan transaksi pada kuartal pertama tahun 2019.

Penasihat

Morgan Stanley & Co. LLC bertindak sebagai penasihat keuangan bagi Cloudera, dan Fenwick & West LLP bertindak sebagai penasihat hukum bagi Cloudera. Qatalyst Partners bertindak sebagai penasihat keuangan bagi Hortonworks, dan Latham & Watkins LLP bertindak sebagai penasihat hukum bagi Hortonworks.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Tips & Trick

Review

Xiaomi Corner

Advertisement

Top 5