Connect with us

Berita

ZTE Pamerkan Inovasi Teknologi Telekomunikasi di Bandung ICT Expo & Digital Broadband Summit 2018

Published

on

Trenteknologi.com – Komitmen ZTE untuk kemajuan Industri Telekomunikasi di Indonesia semakin diperlihatkan, pada ajang Bandung ICT Expo & Digital Broadband Summit 2018 beberapa waktu yang lalu. ZTE memamerkan berbagai inovasi teknologi nirkabel dan wireline yang nantinya akan mereka tawarkan untuk kemajuan pembangunan industri ICT (Information Communication and Technology) di Indonesia.

“Kehidupan yang serba digital ini membuat masyarakat semakin melekat kepada internet, yang membuat tuntutan serta ekspektasi terhadap operator kian meningkat. Hal ini kian mendorong operator untuk mampu. Jaringan next generation akan banyak didorong oleh teknologi 5G dan ultra wide-band, yang ditenagai dengan SDN, NFV, cloud computing, big data, AI, dan konsep keterbukaan. Teknologi-teknologi ini menerapkan kontrol terpusat yang hirarkis, pengelolaan terpadu, software-defined, serta jaringan masa depan yang lebih fleksibel, dimana mampu memberikan kemampuan bagi operator untuk menciptakan beragam nilai tambah untuk bisnis mereka. Kami akan terus berinovasi, guna memampukan operator untuk dapat bergerak secara lebih lincah dalam beradaptasi dengan tuntutan pelanggan, sementara mampu mengoptimalkan kanal monetasi mereka, ujar Michael Lim selaku Director of Strategic Marketing, APAC CTO Office, ZTECorporation”

Setidaknya terdapat 5 solusi yang ZTE tawarkan pada Bandung ICT Expo & Digital Broadband Summit 2018, berikut ini adalah solusi yang ZTE tawarkan :

  1. Wireless (Pre5G and 5G)

ZTE merupakan yang pertama kali menerapkan Massive MIMO, teknologi inti 5G ke jaringan 4G, maka dinamakan Pre5G Massive MIMO. Teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi spektral hingga 8 kali lipat. Sejak awal tahun 2017, ZTE Indonesia telah berhasil menguji teknologi Massive MIMO FDD-LTE pertama di Indonesia dengan dua operator terkemuka. Hasil uji coba terbaru menunjukan adanya peningkatan hingga hampir empat kali liat dalam hal throughput data menjadi 468 Mbps, dibandingkan dengan jaringan 2×2 MIMO FDD LTE. Secara global, proyek percobaan ZTE Massive MIMO telah dilakukan sejak tahun 2015 dan ZTE bekerja sama dengan lebih dari 20 operator telekomunikasi terkemuka yang tidak hanya untuk uji coba tetapi juga untuk penerapan secara komersial.

ZTE juga telah melakukan uji coba Sub-6GHz 5G pertama di dunia pada tahun 2017. Pada waktu itu tingkat puncak kecepatan dari single UE mencapai 2Gbps di fase pra-komersial. Pada bulan November 2017, ZTE dan China Mobile secara bersama-sama melakukan uji coba untuk cakupan berkelanjutan dari beberapa BTS, yang dapat mewujudkan cakupan 5G NR yang berkesinambungan.

Pada tahun 2018, ZTE telah meluncurkan serangkaian produk komersial 5G yang siap diterapkan secara komersial oleh operator pada tahun 2019, termasuk perangkat akses mmWave dan Sub-6GHz 5G, serta beragam bearer solution, dan  berbagai G core network device berteknologi tinggi yang fleksibel dalam pemanfaatannya. Base station 5G generasi baru terdiri dari New-Generation 5G High / Low Frequency AAU yang mendukung 3GPP 5G NR dan spektrum mainstream 5G yang jamak digunakan di industri, NG BBU dengan Kapasitas Terbesar, dan First 4G / 5G Dual-Mode RRU di industri yang mendukung 4G single-mode, 5G single-mode dan 4G/5G convergence.

BACA JUGA :  ZTE Perkenalkan Berbagai Inovasi 5G Pertama di Dunia ke Indonesia

ZTE memenangkan Penghargaan “Best Technology Innovation for 5G” berkat inovasi-inovasi yang dilahirkan perusahaan dalam teknologi end-to-end 5G di ajang Mobile World Congress 2018 di Barcelona Spanyol. Solusi ini menunjukan kepemimpinan serta pemahaman mendalam ZTE tentang jaringan 5G dan kebutuhan 5G di masa mendatang, dan mampu menggambarkan kontribusi signifikan dari perusahaan dalam mematangkan rantai industri 5G. Di Indonesia ZTE juga mendapat pengakuan dari Selular Award tahun 2018 sebagai “Best 5G Solution”.

  1. 5G Common Core

ZTE Common Core terdiri dari layanan fungsi jaringan yang ditentukan oleh spesifikasi 3GPP dan layanan fungsi jaringan publik. Semua layanan ini memenuhi kebutuhan produk mandiri, dapat digunakan kembali dan diatur sendiri. ZTE Common Core menyajikan layanan melalui antarmuka HTTP / 2 + JSON. Pesawat media terdistribusi mendukung fleksibilitas penggunaan dan piranti kinerja tinggi dan jaringan dengan pesawat kontrol melalui protokol CUPS antarmuka (PFCP) standar.

ZTE Common Core, yang didasarkan pada konsep cloud native, menggunakan komponen microservice terbuka, perangkat visual devOps kelas carrier, dan teknologi kontainer ringan. Perangkat ini dirancang untuk melengkapi irisan jaringan dan fungsi jaringan dengan orkestrasi sesuai permintaan, instalasi cepat, elastisitas fleksibel, dan keandalan tinggi. Berdasarkan virtualisasi lengkap, ZTE Common Core mewujudkan pemisahan platform cloud utama dan teknologi akselerasi perangkat keras untuk memenuhi persyaratan kecepatan tinggi, latensi rendah, keandalan tinggi, dan lainnya dalam skenario pemanfaatan 5G.

  1. Fixed Network

Pada acara tahun ini, untuk teknologi fixed network, ZTE menampilkan solusi akses terpadu yang disebut, flagship full-scenario optical access platform pertama di industri yang berorientasi pada 100G PON dan network re-architecture.

TITAN membanggakan arsitektur paling canggih dengan manfaat sebagai berikut:

  • Kapasitas terbesar, dengan kapasitas switching sebesar 28,8T atau empat kali lipat lebih tinggi dari nilai tertinggi yang diberikan oleh vendor lain di industri.
  • Tingkat integrasi tertinggi, sebagai pertama di industri yang mendukung 16-port 10G PON dan Combo PON, dan ini menjadi teknologi pertama yang di uji coba dan diterapkan di industri. Teknologi ini juga yang pertama di industri untuk mendukung 16-port 25G PON dan 4-port 100G PON high-density accesses.
  • Kapabilitas akses terkuat, menyediakan hingga 36 slot layanan yang dengan menjaga kondisi bandwidth untuk tetap seimbang di tingkat yang sama, namun juga mampu mengakomodasi empat kali lipat jumlah pengguna atau akses yang lebih banyak.
BACA JUGA :  ZTE Perkenalkan Berbagai Inovasi 5G Pertama di Dunia ke Indonesia

  1. 5G Flexhaul

5G Flexhaul ZTE menawarkan kemampuan untuk menghadapi tantangan 5G yang merevolusi industri lanskap teknologi network, menghadirkan model aplikasi bisnis baru dan kemungkinan tak terbatas untuk layanan masa depan bagi operator. Arsitektur jaringan minimalis menyederhanakan protokol jaringan, memperpendek periode penggunaan layanan dan mengurangi kesulitan O&M. Teknologi ini juga menghadirkan produk-produk access dengan kapasitas terbesar industri, dan memenuhi persyaratan jaringan terpadu 4G/5G, sehingga mampu memastikan kelancaran perkembangan dan evolusi evolusi jaringan guna melindungi investasi dari pelanggan. Memenuhi beragam persyaratan skenario layanan yang berbeda-beda, untuk mendukung penerapan layanan-layanan independen dan O&M, meningkatkan pemanfaatan jaringan serta memaksimalkan nilai investasi. Jaringan yang cerdas ini juga mampu meningkatkan akurasi identifikasi potensi risiko dan pengukuran stabilitas jaringan guna meningkatkan kepuasan pengguna.

  1. Big Video

Big Video milik ZTE menawarkan pengalaman video terbaik kepada pengguna, menyediakan platform video terbaik untuk operator, dan menciptakan ekosistem terbuka dengan semua mitra. Mempromosikan layanan yang cepat, mudah, personal, dan stabil, Big Video ZTE menyediakan platform video premium yang bertindak sebagai mesin transformasi operator. Solusi Big Video ZTE memberi operator keuntungan sebagai berikut: (1) Meminimalkan CAPEX. Dengan M-ABR OTT Multicast, solusi berbasis NFV mengurangi investasi perangkat keras, dan JITP + Multi DRM mengurangi biaya lisensi perangkat pemutar video dan DRM. (2) Mengurangi OPEX Dengan teknologi cloud DVR menghemat biaya penyimpanan data dan perawatan penyimpanan terpadu yang menghemat biaya pemeliharaan. (3) Mempersingkat time to market, berkat arsitekturnya yang modular dan berbasis cloud, sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan operator, terutama dalam hal memonetisasi konten.

Big Video ZTE juga telah diakui di tingkat internasional dengan memenangkan penghargaan “Video Platform Innovation of the Year” di TelecomAsia 2016 dan “CCBN Product Innovation Award” di tahun yang sama.

Sebagai penyedia solusi komunikasi terintegrasi terkemuka di dunia, dan memperkuat strateginya dalam “Leading 5G Innovations“, ZTE menyediakan layanan berkualitas bagi pelanggan di seluruh dunia. Di luar teknologi, ZTE juga berkomitmen untuk mendorong perkembangan industri telekomunikasi Indonesia, dengan menghadirkan para ahli-ahli ZTE di dunia untuk membantu semua proyek perusahaan dengan mitra lokal.

Hobinya ngoprek Android. Bahkan Android sudah dianggap seperti saudara kandungnya sendiri. Menurutnya, jika ia memakan Es Krim dengan Sandwich, Coklat KitKat dan Permen Jelly Bean adalah tindakan kanibalisme....

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita

Samsung Resmi Perkenalkan Galaxy Z Flip ke Indonesia, Dibandrol Rp. 21,8 Juta

Published

on

Trenteknologi.com – Samsung Electronics Indonesia memperkenalkan seri terbaru dari jajaran ponsel premiumnya, Samsung Galaxy Z Flip. Menghadirkan desain mempesona, dengan ukuran yang ultra kompak, generasi lanjutan dari smartphone dengan layar lipat Samsung ini menghadirkan pengalaman berponsel yang baru. Galaxy Z Flip mendukung gaya hidup dan kebutuhan para bold generation mereka yang menjadikan fashion dan kecanggihan teknologi sebagai bentuk ekspresi diri. Dibalut dalam desain layar lipat berbahan kaca dengan layar seluas 6,7 inci ketika dibuka, serta didukung engsel tersembunyi dan UX yang diciptakan khusus. Galaxy Z Flip menandai dekade baru dengan terobosan ponsel layar lipat cerdas, melalui sejumlah pemutakhiran, mulai dari tampilan yang apik, hingga pengalaman menggunakan kamera yang  fleksibel.

“Di Samsung, kami terus berupaya untuk menghadirkan inovasi yang bukan hanya mampu menjawab kebutuhan masyarakat hari ini, tapi juga menciptakan tren berteknologi untuk masa depan. Inilah mengapa, kami menghadirkan pengalaman ponsel layar lipat yang bukan hanya canggih, tapi juga stylish. Sebagai perangkat pertama yang mengusung seri Z, kehadiran Galaxy Z Flip mempertegas komitmen Samsung dalam membangun kategori ponsel lipat sekaligus memimpin kategori smartphone, dengan menghadirkan desain figur mutakhir, desain layar terdepan, dan yang terpenting pengalaman baru dalam menggunakan ponsel bagi para bold generation,” jelas Denny Galant, Head of Product Marketing, IT & Mobile, Samsung Electronics Indonesia.

Paduan Fashion dan Teknologi  

Desain Galaxy Z Flip yang compact dan stylish diciptakan untuk mereka yang melihat teknologi sebagai cara baru untuk mengekspresikan diri – dan semua inovasi yang ada di Galaxy Z Flip memungkinkan para bold generation untuk melakukan hal tersebut.

  • Tampilan Stylish dalam Ukuran Minimalis – Ketika dilipat, Galaxy Z Flip tampil elok dan nyaman dalam genggaman, serta mudah disimpan, baik dalam tas kecil maupun saku pengguna. Ketika dibuka, layar berukuran hampir dua kali lipat – menampilkan layar 6.7 inci yang mengagumkan. Dengan palet warna mempesona, lekukan yang ramping dan lipatan ke depan dengan bunyi menutup yang memuaskan, Galaxy Z Flip jelas akan menarik banyak perhatian.
  • Layar Kaca Lipat Pertama dari Samsung – Galaxy Z Flip menampilkan Infinity Flex Display dengan Ultra Thin Glass (UTG) milik Samsung yang dapat ditekuk, menjadikannya ramping dan apik, dengan tampilan dan rasa premium. Lekukan yang ditempatkan di balik layar, juga berarti tidak adanya gangguan dan distraksi dalam menikmati berbagai konten dan sinematik favorit dalam layar yang luas, berkat rasio 21,9:9 yang pertama dari Samsung.
  • Engsel Tersembunyi Baru – Engsel tersembuyi pada Galaxy Z Flip merupakan sebuah karya seni. Kemampuan ini didukung mekanisme dual CAM – berukuran kecil, namun didesain secara elegan untuk memastikan setiap proses membuka dan menutup berlangsung lancar dan stabil. Galaxy Z Flip dapat tetap terbuka dalam berbagai sudut, layaknya layar laptop. Sistem engsel tersembunyi juga memadukan teknologi pembersih terbaru dari Samsung, yang menggunakan serat nilon yang dibuat dengan teknologi pemotongan mikro, untuk membersihkan berbagai kotoran dan debu.

Ekspresi Diri Melalui Konten Visual

Galaxy Z Flip dapat berdiri sendiri dan terbuka dalam hampir semua sudut. Pengguna dapat berkreasi membuat konten media sosial dengan angle terbaik, hands-free, bahkan tanpa membutuhkan tripod – mulai dari foto grup dengan pengaturan waktu, hingga menangkap gambar malam hari dengan jelas. Menciptakan video hyperlapse atau menangkap gambar di pencahayaan redup secara jelas, juga dapat dilakukan dengan lebih nyaman. Cukup dengan membuka ponsel lipat ini, dan letakkan di atas meja. Ketika tertutup, mengambil gambar selfie berkualitas tinggi dapat dengan mudah dilakukan dengan satu tangan secara cepat menggunakan kamera belakang, tanpa perlu repot membuka ponsel. Pengguna juga dapat menikmati perekaman video mulus dengan rasio 16:9, yang tentunya sangat cocok untuk diunggah langsung ke media sosial.

Pengalaman Ponsel Lipat Masa Depan

Samsung bekerjasama dengan Google dalam menciptakan mode Flex – sebuah user experience yang dirancang khusus untuk desain lipat ke depan yang unik dari Galaxy Z Flip. Ketika ponsel dibuka dengan posisi 90, mode Flex secara otomatis membagi layar Galaxy Z Flip menjadi dua layar 4 inci, sehingga pengguna dengan mudah dapat melihat gambar, konten, atau video pada layar bagian atas, dan mengaturnya melalui layar bagian bawah. Menyaksikan dan melakukan pengaturan YouTube pun semakin mudah dan menyenangkan – menonton video pada layar bagian atas, sambil mencari video lainnya, membaca deskripsi, dan menullis komentar di layar bagian bawah.

BACA JUGA :  ZTE Perkenalkan Berbagai Inovasi 5G Pertama di Dunia ke Indonesia

Dalam kondisi tertutup, cover display pada Galaxy Z Flip menampilkan berbagai notifikasi yang dibutuhkan, mulai dari informasi tanggal, waktu, status baterai, panggilan dan pesan yang masuk, bahkan sebagai viewfinder ketika pengguna melakukan selfie. Melakukan berbagai pekerjaan secara simultan juga lebih mudah, berkat fitur Multi-Active Window. Cukup dengan membuka Multi-Active Window Tray untuk memilih dan menutup aplikasi yang ingin digunakan. Pengguna dapat membaca sebuah artikel tentang tampilan fashion terbaru melalui layar bagian atas, sambil berbelanja item favorit melalui layar bagian bawah.

Ekosistem dan Fondasi dari Galaxy

Galaxy Z Flip telah mengadopsi performa flagship pada sejumlah fitur mulai dari kamera, layar, baterai, keamanan, serta layanan premium seperti Samsung Health, Samsung Pay, Samsung Knox, dan lain-lain. Pengguna dapat menikmati pengalaman menggunakan kamera serba guna dengan kemampuan pengambilan video 4K, Live Focus dan rekaman Super Steady.

Galaxy Z Flip memiliki sistem baterai ganda yang dioptimalkan, sehingga memiliki daya lebih besar tanpa perlu menghabiskan banyak ruang. Pengisian baterai dapat dilakukan dengan kabel atau nirkabel secara lebih cepat sedangkan Wireless PowerShare memungkinkan pengguna untuk melakukan pengisian daya terhadap Galaxy Buds, Galaxy Watch atau perangkat kompatibel lainnya, secara nirkabel.

Untuk keamanan, Samsung Knox melindungi pengguna dan perangkat mereka – mulai dari chip hingga perangkat lunak. Pengguna juga akan menerima pembaruan keamanan setiap bulan dan setiap tiga bulan. Melalui Samsung Pay, pengguna akan mendapatkan layanan berupa pilihan pembayaran yang aman. Sedangkan untuk mendukung pola hidup yang lebih sehat, Samsung Health membantu pengguna memantau kesehatan dan kebugaran mereka, serta memberi akses ke lebih dari 5.000 produk cerdas dari Samsung dan mitranya melalui SmarThings.

Ketersediaan

Galaxy Z Flip tersedia dalam jumlah terbatas dengan pilihan warna Mirror Purple dan Mirror Black . Konsumen dapat langsung Pre Oder mulai tanggal 12 -23 Februari 2020 dengan harga Rp. 21.888.000,-. 

Spesifikasi Samsung Galaxy Z Flip

DisplayMain Display6.7“ FHD+ Dynamic AMOLED Display(21.9:9) Infinity Flex Display

2636 x 1080

425ppi

*Layar diukur secara diagonal seperti persegi panjang tanpa memperhitungkan sudut layar yang membulat. Area yang terlihat sebenarnya lebih kecil disebabkan karena sudut yang membulat dan lubang kamera.
Cover Display1.1“ Super AMOLED Display

300 x 112

303ppi

*Layar diukur secara diagonal seperti persegi panjang tanpa memperhitungkan sudut layar yang membulat. Area yang terlihat sebenarnya lebih kecil disebabkan karena sudut yang membulat dan lubang kamera.
Dimensi dan BeratFolded73.6 x 87.4 x 17.3mm (Hinge) – 15.4mm (Sagging)
Unfolded73.6 x 167.3 x 7.2mm – 6.9mm (Screen)
*Ketebalan dari Galaxy Z Flip ketika dilipat tidak termasuk bingkai dari layar utama.
Berat183 g
KameraKamera Depan10MP Selfie Camera: F2.4

Pixel size: 1.22μm

FOV: 80˚

Kamera Belakang – Dual Kamera12MP Ultra Wide Camera: F2.2

Pixel size: 1.12μm

FOV: 123˚

12MP Wide-angle Camera: Super Speed Dual Pixel AF, OIS, F1.8

Pixel size: 1.4μm

FOV: 78˚

OIS for Rear Wide-angle Camera (Optical Image Stabilization)

Up to 8x digital zoom

HDR10+ recording

Tracking AF

AP7㎚ 64-bit Octa-Core Processor

※ 2.95㎓ (Maximum Clock Speed) + 2.41㎓ + 1.78㎓

Memori8GB RAM with 256GB internal storage
*Ketersediaan memori bergantung software yang sebelumya terpasang
Baterai3,300 mAh (typical) dual battery
*Uji coba nilai typical dilakukan di laboratorium pihak ketiga. Nilai typical adalah estimasi nilai rata-rata  yang mempertimbangkan penyimpangan kapasitas baterai di antara sampel baterai yang telah diuji coba dengan standar IEC 61960. Kapasitas minimal adalah 3200 mAh. Kemampuan aktual baterai bervariasi tergantung dari kondisi jaringan, pola penggunaan, dan faktor lainnya.
Pengisian dayaFast Charging kompatibel via kabel maupun nirkabel

Wireless PowerShare

*Pengisian daya dengan kabel kompatibel dengan QC2.0 dan AFC. Pengisian daya secara nirkabel kompatibel dengan WPC

*Wireless PowerShare terbatas pada perangkat Samsung atau brand lain dengan wireless charging WPC Qi, seperti Galaxy S20, Galaxy S20+, Galaxy S20 Ultra, Galaxy Z Flip, Galaxy Note10, Note10+,Galaxy S10e, S10, S10+, S9, S9+, S8, S8+, S8 Active, S7, S7 edge, S7 Active, S6, S6 edge, S6 Active, S6 edge+, Note9, Note8, Note FE, Note5, dan wearables seperti Galaxy Watch Active, Galaxy Watch, Galaxy Watch Active2, Galaxy Buds+ dan Galaxy Buds. Kemungkinan tidak kompatibel untuk sejumlah aksesoris seperti cover atau perangkat brand lainnya, ataupun beberapa Samsung wearables. Dapat memengaruhi penerimaan atau layanan data tergantung dari kondisi jaringan.

OSAndroid 10
JaringanEnhanced 2X2 MIMO, 5CA,

LTE Cat.16 Up to 1.0Gbps Download

LTE Cat.13 Up to 150Mbps Upload

Up to 1.0Gbps Download / Up to 150Mbps Upload

*Kecepatan aktual dapat bervariasi tergantung dari negara, operator seluler, dan lingkungan pengguna
KonektivitasWi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac (2.4/5GHz),VHT80 MU-MIMO,256QAM

Bluetooth® v 5.0 (LE up to 2Mbps), ANT+, USB Type-C, NFC, Location (GPS, Galileo, Glonass, BeiDou)

*Jangkauan Galileo dan BeiDou mungkin terbatas. BeiDou mungkin tidak tersedia di beberapa negara.
SIM CardSatu slot eSIM dan satu slot Nano SIM
* SIM card dijual terpisah. Ketersediaan dapat berbeda tergantung negara dan operator seluler.

* eSIM memerlukan paket layanan nirkabel dan memungkinkan Anda untuk mengaktifkan paket jaringan seluler tanpa penggunaan nano SIM. Ketersediaan eSIM dapat berbeda tergantung negara dan operator seluler. Hubungi operator seluler anda apabila jaringan anda mendukung eSIM.

PembayaranSamsung Pay (Link)

Credit & debit cards: MST atau/dan NFC, Prepaid card, Global remittance, Transit, Memberships, Gift cards, Rewards

* Tersedia di beberapa negara. Pilihan dapat berbeda tergantung dari negara dan operator seluler.
SensorCapacitive Fingerprint sensor (side), Accelerometer, Barometer, Gyro sensor, Geomagnetic sensor, Hall sensor (digital, analog), Proximity sensor, RGB Light sensor
Pengamanan perangkatMode pengamanan perangkat: pattern, PIN, password

Biometric mode: Fingerprint sensor, Face recognition

* Face recognition hanya dapat digunakan menggunakan kamera depan, ketika lipatan dibuka.
AudioMono speaker

Surround sound untuk Bluetooth dan earphones dengan teknologi Dolby Atmos (termasuk Dolby Digital, Dolby Digital Plus).

UHQ 32-bit &DSD64/128 support

PCM: Up to 32 bits, DSD*: DSD64/128

 

Audio playback format: MP3, M4A, 3GA, AAC, OGG, OGA, WAV, WMA, AMR, AWB, FLAC, MID, MIDI, XMF, MXMF, IMY, RTTTL, RTX, OTA, APE, DSF, DFF

 

Bluetooth

Dual Audio: sambungkan dua perangkat Bluetooth dengan Galaxy Z Flip untuk memutar audio melalui dua perangkat berbeda secara bersamaan.

 

Scalable Codec: Meningkatkan koneksi Bluetooth ketika ada gangguan frekuensi radio.

 

Recording

Kualitas merekam ditingkatkan dengan High AOP Mic untuk meminimalisir distorsi di situasi yang berisik.

* Pemutaran DSD64 dan DSD128 terbatas tergantung pada format file.

* Dua perangkat yang terkoneksi dapat memiliki sedikit perbedaan pada suara yang keluar.

* Tersedia hanya pada aksesori khusus yang diproduksi oleh Samsung dan AKG.

* AOP: Acoustic Overload Point

VideoVideo playback format

MP4, M4V, 3GP, 3G2, WMV, ASF, AVI, FLV, MKV, WEBM

 

Koneksi TV

Wireless: Smart View (screen mirroring 1080p at 30fps)

KeamananKnox platform: real-time monitoring dan proteksi.

Anti-virus dan malware. (Powered by McAfee)

Secure Folder: ruang aman pada perangkat untuk mengisolasi dan melindungi konten seperti aplikasi, foto, film, dan file pribadi.

*Penyedia anti-virus dan malware dapat berbeda tergantung Negara.
Dalam boxGalaxy Z Flip, Data Cable, Travel Adapter, Ejection Pin,  USB Connector (OTG), Quick Start Guide, Clear Cover, Earphones (USB Type-C) with sound by AKG
* Komponen-komponen lainnya, termasuk cover, dapat tidak tersedia tergantung dari model yang dibeli atau negara dan area Anda. Paket dan warna cover dapat berbeda tergantung dari warna perangkat.
Continue Reading

Berita

Samsung Hadirkan Wind Free, Pendingin Canggih dengan Kecerdasan AI

Published

on

Trenteknologi.com – Samsung Electronics Co. Ltd secara resmi mengumumkan peluncuran pendingin udara baru yang canggih, AR9500T, yang membawa teknologi pendinginan Wind-Free yang inovatif dan unik ke pasar global. AC AR9500T dirancang untuk merevolusi pasar sebagai unit still-air pertama dengan kemampuan pendinginan dan AI yang adaptif.

AR9500T menunjukkan keunggulan Samsung dengan cara yang inovatif dan bebas repot untuk menyegarkan udara dalam ruangan dan membuatnya tetap dingin. Unit ini menggabungkan mekanisme aliran udara canggih dengan kecerdasan AI Auto Cooling untuk menjaga suhu ruangan tetap optimal.

“AR9500T mencerminkan komitmen Samsung yang tak tergoyahkan untuk menciptakan pendingin udara yang memperkuat kepemimpinannya dalam industri solusi HVAC,” kata Wim Vangeenberghe, Head of HVAC Solution Biz Group, Samsung Electronics. “AC Samsung terbaru menggabungkan teknologi pendinginan Wind-Free kami yang terkenal dengan fitur-fitur bertenaga AI intuitif yang memaksimalkan kenyamanan konsumen sembari menghadirkan efisiensi energi dan kualitas udara dalam ruangan yang lebih baik.”

Kinerja Pendinginan Terbaik di Kelasnya

Konsumen dapat menikmati pendinginan ruang terbaik tanpa perlu mengalami hembusan langsung angin dingin dengan teknologi Samsung Wind-Free dan mode pendinginan 3-Step otomatisnya. Pada langkah pertama, suhu diturunkan dengan cepat dalam mode Fast Cooling. Kedua, ia menggunakan fitur penurun kelembapan untuk mengatur tingkat kelembaban optimal. Akhirnya, ketika suhu yang diinginkan sudah tercapai, Wind-Free Cooling mode diaktifkan untuk mempertahankan suhu tersebut dan memberikan tingkat kenyamanan yang ideal.

Mode Fast Cooling mendinginkan ruangan dengan cepat dari sudut ke sudut, menyebarkan udara dingin lebih jauh dan lebih luas untuk memungkinkan pengguna menikmatinya dari sudut manapun mereka berada di dalam ruangan. Digital Inverter Boost pada AC Wind-Free secara dramatis mengurangi waktu yang dibutuhkan kompresor untuk mencapai daya maksimum setelah mulai beroperasi, sehingga mendinginkan udara 43 persen lebih cepat.

BACA JUGA :  ZTE Perkenalkan Berbagai Inovasi 5G Pertama di Dunia ke Indonesia

Dalam Wind-Free Cooling mode, udara segar disebarkan dengan lembut dan merata melalui 23.000 lubang mikro, menciptakan kondisi “still air” yang memungkinkan pengguna beraktivitas, bekerja, dan bersantai dengan nyaman tanpa diterpa angin dingin yang tidak menyenangkan.

Operasi Cerdas yang Ditingkatkan

AR9500T mengoptimalkan proses pendinginan lewat fitur AI Auto Cooling, memungkinkan konsumen untuk menggunakan AC secara lebih simpel dan efisien. Fitur ini bekerja dengan menganalisis kondisi ruangan, suhu yang disukai pengguna dan mode pendinginan, dan bahkan iklim luar ruangan untuk secara otomatis beralih ke pengaturan yang paling tepat.

Unit juga dapat dikontrol dan dipantau dari jarak jauh menggunakan aplikasi SmartThings, sehingga pengguna dapat menyalakan atau mematikan AC mereka, memilih mode pendinginan yang disukai, menjadwalkan operasi, dan bahkan memantau konsumsi daya — semuanya dengan satu sentuhan. Unit ini bahkan memiliki Motion Detect Sensor yang dapat melacak gerakan pengguna untuk mendinginkan secara efisien sambil menghindari energi yang terbuang. Sensor mendeteksi ketika tidak ada pengguna di dalam ruangan, secara otomatis mengubah pengaturan AC untuk sedikit meningkatkan suhu atau menyalakan mode standby.

Efisiensi Energi Luar Biasa

AR9500T menggunakan kompresor hemat energi Digital Inverter Boost, yang memungkinkan konsumen mempertahankan suhu yang diinginkan sambil mengurangi konsumsi energi. Kompresor Digital Inverter Boost terbaru ini dikembangkan untuk mempertahankan suhu yang diinginkan dengan sedikit fluktuasi, yang berarti suhu dalam ruangan dapat dikelola lebih efisien. Unit ini juga mengurangi penggunaan energi hingga 73 persen dan dilengkapi dengan label energi A+++ untuk SEER dan SCOP, peringkat energi tertinggi yang dapat dicapai di Eropa.

BACA JUGA :  ZTE Perkenalkan Berbagai Inovasi 5G Pertama di Dunia ke Indonesia

Kenyamanan semilir

AR9500T menawarkan filter udara PM1.0 canggih yang menutup saluran udara sepenuhnya dan menangkap partikel ultrahalus dua kali lebih cepat dari filter PM2.5. AR9500T juga memiliki Tri-Care Filter canggih yang menjaga udara tetap higienis dengan mengekstraksi debu besar, serat, dan rambut. Ini juga membantu mengurangi keberadaan debu halus, virus, bakteri dan alergen sehingga pengguna dapat menghirup udara yang lebih bersih. AC ini juga dilengkapi dengan Easy Filter Plus. Tidak seperti filter konvensional yang seringkali sulit diakses, Easy Filter Plus terletak di luar, tepat di atas unit. Ini berarti dapat dengan mudah dikeluarkan dan dibersihkan — yang membantu menjaga unit bekerja secara efisien dengan usaha minimal.

Sangat mudah pula bagi konsumen untuk menjaga AC mereka tetap higienis dengan fungsi Auto Clean yang mencegah penumpukan bakteri dan bau. Bahkan beroperasi dengan lebih sedikit kebisingan untuk mengurangi gangguan di rumah.

Peluncuran dan Ketersediaan

Samsung AR9500T akan tersedia bagi konsumen di negara-negara terpilih mulai kuartal pertama 2020.

Continue Reading

Berita

Red Hat Percepat Pengembangan Cloud-Native dengan Penyimpanan Cloud Hybrid Terpadu

Published

on

Trenteknologi.com – Red Hat mengumumkan ketersediaan umum dari Red Hat OpenShift Container Storage 4 yang menghadirkan pengalaman multicloud yang terintegrasi bagi pengguna Red Hat OpenShift Container Platform. Pengumuman ini merupakan pengembangan dari adopsi pesat selama lebih dari tiga tahun oleh para pelanggan di seluruh dunia yang mencari pengalaman penyimpanan yang konsisten untuk berbagai macam aplikasi yang berpusat pada data di seluruh cloud hybrid terbuka.

Memungkinkan Portabilitas Data untuk Kebebasan Cloud Hybrid

Disempurnakan oleh Multi-Cloud Object Gateway yang berasal dari akuisisi NooBaa oleh Red Hat pada tahun 2018, Red Hat OpenShift Container Storage 4 menawarkan abstraksi dan fleksibilitas yang lebih besar sehingga pelanggan memiliki kebebasan untuk memilih layanan data lintas cloud publik yang berbeda sambil terus beroperasi dari control plane terpadu berbasis Kubernetes untuk aplikasi dan penyimpanan. Selain membantu pelanggan dalam menghindari ketergantungan terhadap suatu cloud publik tertentu, hal ini memungkinkan pengembang untuk menjaga data mereka agar tetap dekat dengan aplikasi melalui peningkatan aksesibilitas yang menghadirkan pengalaman pengembang yang lebih efisien.

Dengan antarmuka Amazon Simple Storage Service (Amazon S3) yang konsisten, perusahaan enterprise kini memiliki penyimpanan objek dan skalabilitas bawaan yang diperlukan untuk mendukung portabilitas bagi aplikasi dengan data yang intensif lintas cloud hybrid pada Red Hat OpenShift Container Platform, yang sebelumnya tidak tersedia melalui vendor penyimpanan container mana pun di OpenShift OperatorHub.

BACA JUGA :  ZTE Perkenalkan Berbagai Inovasi 5G Pertama di Dunia ke Indonesia

Memberdayakan Inovasi Pengembang di Setiap Tahap Siklus Pengembangan Aplikasi

Rilis ini memungkinkan pengalaman pengembang kelas satu di seluruh footprint, di mana Red Hat OpenShift Container Platform tersedia. Bagi para pengembang yang membangun aplikasi cloud-native atau tengah mengangkat dan memindahkan aplikasi lawas, Red Hat OpenShift Container Storage 4 membantu mempercepat alur kerja pengembangan aplikasi melalui:

  • Pengoptimalan dengan Red Hat OpenShift Container Platform, memungkinkan pengembang untuk secara dinamis menyediakan penyimpanan mereka sendiri dari dalam platform tanpa memerlukan keahlian penyimpanan.
  • Pengerahan yang lebih mudah dan otomatisasi yang lebih besar melalui kemampuan orkestrasi penyimpanan dari Rook. Dengan Rook.io Operator, pengembang memiliki dukungan Kubernetes-native yang otomatis untuk pengerahan, pengemasan, dan perluasan penyimpanan yang lebih mudah pada Red Hat OpenShift.
  • Penciptaan volume persisten yang lebih cepat, membantu pengembang dalam membangun, menguji, dan merilis aplikasi secara lebih cepat dengan mengurangi waktu pengembangan dan meningkatkan efisiensi pipeline continuous integration/continuous deployment (CI/CD) yang berkelanjutan.

Mendukung Peningkatan Keamanan Data untuk Aplikasi Cloud-Native

Untuk membantu memungkinkan keamanan di seluruh lingkungan cloud, rilis ini menghadirkan fitur perlindungan data yang diperluas, seperti enkripsi, anonimisasi, pemisahan kunci, dan kode penghapusan. Melalui Multi-Cloud Object Gateway, pengembang dapat berbagi dan mengakses data aplikasi yang sensitif dengan cara yang lebih aman dan tepat di beragam lokasi geografis dan platform.

BACA JUGA :  ZTE Perkenalkan Berbagai Inovasi 5G Pertama di Dunia ke Indonesia

Red Hat juga mengumumkan Red Hat OpenShift Container Platform 4.3, versi terbaru dari platform Kubernetes enterprise yang paling komprehensif di industri. Versi terbaru dari Red Hat OpenShift Container Platform menghadirkan beberapa kemampuan keamanan baru, termasuk enkripsi yang sesuai dengan FIPS (Federal Information Processing Standard) (FIPS 140-2 Level 1) dan enkripsi datastore etcd yang memberikan perlindungan tambahan untuk data-data rahasia saat tidak digunakan. Kemampuan tambahan untuk mendukung cluster pribadi dan jaringan pribadi memberikan kendali yang lebih luas untuk membatasi platform dan akses aplikasi untuk cluster berbasis cloud.

Menyediakan Penyimpanan Skalabel untuk Beban Kerja di Seluruh Lingkungan Cloud

Berbasis Red Hat Ceph Storage, Red Hat OpenShift Container Storage 4 memberikan pengguna skalabilitas dan peningkatan keamanan yang diperlukan untuk beban kerja baru lintas lingkungan multicloud, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pembelajaran mesin (machine learning/ML), SQL, NoSQL dan beban kerja dengan data yang intensif lainnya. Sebagai satu-satunya Operator penyimpanan di dalam OperatorHub tertanam yang mendukung file, block dan penyimpanan objek, Red Hat OpenShift Container Storage 4 secara unik memberikan pelanggan OpenShift sebuah solusi penyimpanan cloud-native terintegrasi, yang dirancang untuk mendukung beban kerja tradisional maupun yang baru muncul.

Red Hat OpenShift Container Storage 4 secara umum telah tersedia hari ini untuk Red Hat OpenShift Container Platform 4.

Continue Reading
Advertisement

Tips & Trick

Review

Xiaomi Corner

Advertisement

Top 5